Politeknik Negeri Bandung Gelar Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke–9

polban 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kampus Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) kembali menggelar Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang telah memasuki tahun kesembilan, mulai 23 hingga 25 November 2017, KMLI IX sendiri diikuti 24 peserta dari 21 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia.

Untuk menjelaskan Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI IX 2017), pihak POLBAN menggelar Konferensi Pers KMLI, Rabu, (22/11/2017), di Ruang Teleconference Gedung H lantai 3 Politeknik Negeri Bandung jalan Gegerkalong Hilir Ciwaruga Bandung.

Turut hadir Direktur Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) Dr.Ir.Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T., Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN Distribusi Jawa Barat Hery Zulkarnain, Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian POLBAN Angki Apriliandi Rachmat, dan Ketua Panitia KMLI IX 2017 Ridwan Solihin.

“Kegiatan Kompetisi Mobil Listrik Indonesia yang diadakan untuk ke-9 kali di Kampus Politeknik Negeri Bandung bertujuan menampung dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa khususnya di bidang industri teknologi transportasi,” kata Direktur Politeknik Negeri Bandung Rachmad Imbang Tritjahjono di awal paparannya, “Selain itu KMLI diadakan sebagai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan berkenaan dengan perkembangan isu Education for Sustainable Development atau pembangunan lingkungan bersih yang berkelanjutan,” tegas Rachmad Imbang, “Yang pasti mobil listrik merupakan solusi di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rachmad Imbang mengatakan, saat ini mobil listrik berpenumpang satu orang  sudah mampu mencapai kecepatan 60 hingga 80 km per jam, “Hal ini perlu dicermati, bahkan populasi mobil listrik di seluruh dunia luar biasa,” ungkapnya.

Rachmad Imbang mengungkapkan, dalam setiap penyelenggaraan KMLI di Kampus POLBAN ada yang menarik, yaitu para peserta KMLI walaupun berkompetisi, namun selalu bekerja sama membantu peserta lainnya serta bersikap sportif, “Bila ada kompetitor mengalami kendala, pasti dibantu oleh peserta lainnya,” ungkapnya.

polban 2“Mobil listrik masuk kategori ramah lingkungan, dan hal ini merupakan peluang  bagi Indonesia untuk mengembangkan mobil listrik,” kata Rachmad Imbang.

Rachmad Imbang mengungkapkan, nantinya setiap pengemudi di KMLI ke-9  akan di cek kesehatannya, dan berat mobil listrik akan dicek, serta baterai yang digunakan mobil listrik apakah sudah sesuai standard.

“Arena Race KMLI ke-9 sudah pasti akan menyedot perhatian para penonton,” ungkap Rachmad Imbang, “Selain itu arena Race memiliki kondisi yang unik, karena memang lokasi POLBAN sendiri sudah unik,” ujarnya.

Di akhir paparannya Rachmad Imbang mengungkapkan, sebenarnya di tahun 2017 pihak POLBAN berharap komponen penggerak utama yang dipergunakan mobil listrik sudah bisa dihasilkan oleh POLBAN, “Namun terpaksa keinginan ini harus diundur waktunya,” pungkasnya.

Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kealumnian POLBAN Angki Apriliandi Rachmat mengatakan, teknologi yang digunakan KMLI IX 2017 sudah sama dengan Formula Student di Jepang, “Bahkan di Korea ada Kompetisi Mobil Listrik yang sama seperti yang diadakan POLBAN, namun di Korea pendanaannya internasional, sedangkan KMLI pendanaannya nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Angki Apriliandi mengungkapkan, saat ini terdapat 6000 anggota Komunitas Mobil Listrik yang tersebar di seluruh indonesia, “Bahkan di YouTube kita dapat melihat perkembangan produk-produk mobil listrik yang dihasilkan oleh Indonesia,” ujarnya.

polban 3Angki Apriliandi menegaskan KMLI membentuk kerjasama antar mahasiswa, “Namun KMLI masih perlu dukungan dari berbagai pihak dari segi pembiayaan dan pembinaan,” tegasnya, “Kami berharap KMLI juga mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam hal kebijakan,” pungkasnya.

Ketua Panitia KMLI IX 2017 Ridwan Solihin mengatakan, setelah KMLI diadakan 9 kali, akhirnya pihak POLBAN dapat bekerja sama dengan PT PLN, “PLN menjadi sponsor utama KMLI ke-9,” ujarnya.

“Politeknik Negeri Bandung sebagai penyelenggara kegiatan KMLI IX Tahun 2017 akan memperlombakan enam kategori utama, yaitu daya tanjak, percepatan, pengereman, slalom, kecepatan, dan efisiensi,” ungkap Ridwan Solihin.

“Sedangkan kategori tambahan yang diperlombakan sebagai penghargan untuk para peserta yaitu, poster dan presentasi terbaik, pengemudi mobil terbaik, tim terbaik, mobil dengan desain dan teknologi terbaik, serta rancangan konstruksi terbaik,” pungkas Ridwan Solihin.

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN Distribusi Jawa Barat Hery Zulkarnain mengatakan, PLN Concern terhadap kendaraan listrik, “Kendaraan listrik merupakan solusi dari terbatasnya energi primer,” ujarnya, “PLN sebagai korporasi yang memperhatikan dampak lingkungan melihat kendaraan listrik ekonomis dan ramah lingkungan,” tegasnya, “Maka PLN sangat mendukung Kompetisi Mobil Listrik Indonesia yang diadakan oleh POLBAN,” pungkasnya.

Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di POLBAN, (23-25/11/2017) akan diisi berbagai kegiatan menarik seperti, eksebisi dan pameran mobil listrik, Talk Show mobil listrik bersama Dahlan Iskan dan Ricky Elson, serta Bazaar yang menjual berbagai macam produk. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.