Survei Indocon: RK dan Desy Ratnasari Peroleh Elektabilitas Tertinggi di Pilkada Jabar 2018

indoconARCOM.CO.ID ,Bandung. Lembaga riset independen Indokonsultama Research and Consulting (Indocon) akhirnya merilis hasil survei pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Pilkada Jabar 2018 periode akhir Oktober 2017, survei Indocon menunjukan Ridwan Kamil (RK) dan Desy Ratnasari memperoleh elektabilitas tertinggi sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat.

Untuk menjelaskan hasil survei tersebut, Indocon menggelar Diskusi dan Pemaparan Hasil Jejak Pendapat bertema, “Peta Cagub, Cawagub, dan Political Endorser Terkuat di Mata Publik”,  Minggu, (12/11/2017), di Cafe Morning Glory jalan Setrasari Bandung, turut hadir Direktur Eksekutif  Indocon Fajar Nursahid, dan Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Firman Manan.

“Indocon sebagai lembaga riset independen baru tertarik membuat survei Pilkada Jawa Barat 2018 karena isunya sexy,” kata Direktur Eksekutif  Indocon Fajar Nursahid di awal paparannya, “Indocon melakukan survei di 100 titik di Jawa Barat dengan 971 responden sejak tanggal 10 hingga 22 Oktober 2017,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fajar Nursahid mengungkapkan, berdasarkan hasil survei ternyata masyarakat Jawa Barat sudah mengetahui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat akan berlangsung, “Berdasarkan survei, 84,8 persen masyarakat Jawa Barat pasti mencoblos di Pilkada Jabar 2018,” tegasnya.

“Sampai periode akhir Oktober 2017, bursa pertarungan politik menuju kursi Jabar 1 didominasi nama-nama seperti Ridwan Kamil (RK) dengan elektabilitas sebesar 34,6 persen, Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 15,3 persen, dan Deddy Mizwar dengan elektabilitas 11,9 persen,” ungkap Fajar Nursahid.

“Sementara dalam bursa calon Wakil Gubernur Jawa Barat, hasil survei Indocon menujukan posisi teratas ditempati Desy Ratnasari dengan elektabilitas sebesar 17 persen, disusul Uu Ruzhanul Ulum dengan elektabilitas 8 persen, dan Netty Heryawan dengan elektabilitas 7 persen,” kata Fajar Nursahid.

“Namun hasil survei Indocon menunjukan kandidat Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien memiliki elektabilitas yang lebih baik  ketimbang dipasangkan dengan Uu Ruzhanul Ulum,” ungkap Fajar Nursahid, “Demikian juga pasangan Deddy Mizwar dan Netty Heryawan elektabilitasnya lebih baik dibandingkan jika berpasangan dengan Ahmad Syaikhu, sementara pasangan Dedi Mulyadi dan Desy Ratnasari memiliki peluang elektabilitas lebih baik dibanding jika berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno,” tegasnya.

Fajar Nursahid mengakui Pilkada Jabar 2018 merupakan Pilkada yang paling semrawut, “Karena hingga saat ini belum ada pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang pasti bertarung di Pilkada Jabar 2018,” ujarnya, “Namun berdasarkan survei, masyarakat Jabar ingin pasangan yang jujur, tegas, dan sederhana,” ungkapnya.

Mengenai Political Endorser Fajar Nursahid mengungkapkan, saat ini ada figur-figur kunci yang dapat berperan sebagai Political Endorser, “Diantaranya Presiden Joko Widodo dengan pengaruh sebesar 40 persen, Prabowo Subianto dengan pengaruh 34 persen, Ahmad Heryawan dengan pengaruh sebesar 27 persen, dan Megawati dengan pengaruh sebesar 24 persen,” pungkasnya.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Firman Manan mengatakan, Jawa Barat merupakan wilayah yang strategis, “Pilkada Jabar 2018 dengan 32 juta pemilih sangat berpengaruh untuk kepentingan nasional, yaitu untuk Pilpres 2019,” ungkapnya, “Jawa Barat merupakan lumbung suara, maka banyak partai yang memiliki kepentingan di Jawa Barat,” ujarnya.

“Bila ditarik ke belakang di Pilpres yang lalu, Joko Widodo di Jawa Barat hanya memperoleh suara sebanyak 40 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 60 persen, hal ini dikarenakan variabel Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mensupport Prabowo,” ungkap Firman Manan.

Lebih lanjut Firman Manan mengatakan, di Pilkada Jabar 2018 baru Ridwan Kamil yang sudah memiliki dukungan 38 kursi, “Deddy Mizwar masih punya persoalan, sedangkan Dedi Mulyadi menunggu dipinang PDI Perjuangan,” ungkapnya.  “Uu Ruzhanul Ulum bisa unggul karena Uu sudah mendeclear dirinya sejak lama, bahkan baru dilantik menjadi Bupati Tasikmalaya Uu sudah menyatakan siap menjadi Gubernur Jawa Barat,” ungkap Firman Manan, “Sedangkan pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien muncul berawal dari surat bodong mengatasnamakan Partai Golkar,” ujarnya, “Namun Daniel Muttaqien memang melengkapi Ridwan Kamil untuk wilayah Pantura,” tegasnya.

“Tetapi yang patut dicermati adalah kedekatan Joko Widodo dengan Ridwan Kamil secara simbolik,” ungkap Firman Manan, “Yang patut ditunggu yaitu apakah Presiden RI Joko Widodo mendukung Ridwan Kamil atau Calon Gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.