Kadisbudpar: Gedung Bandung Creative Hub Harus Dipenuhi Aktivitas

IMG-20171228-WA0049

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menegaskan, Gedung Bandung Creative Hub (BCH) yang baru saja diresmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil harus terus ramai, dipenuhi aktivitas, dan tidak boleh sepi.

Hal ini ditegaskan Kenny Dewi Kaniasari seusai acara Bandung Creative Hub Activation & Launching, Kamis, (28/12/2017), di Gedung Bandung Creative Hub jalan Laswi No.7 Bandung.

“Peresmian Gedung Bandung Creative Hub baru awal, ke depannya untuk SOP serta manajemen buildingnya harus segera ditetapkan, walaupun saat ini baru disusun,” kata Kenny Dewi Kaniasari di awal paparannya.

“Mudah-mudahan warga yang ingin memanfaatkan Gedung Bandung Creative Hub nantinya mengetahui bagaimana mekanisme pemanfaatan gedung ini,” ujar Kenny Dewi Kaniasari.

Lebih lanjut Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, Gedung Bandung Creative Hub menjadi satu fasilitas yang disediakan pemerintah untuk menampung energi anak-anak muda di kota Bandung, “Karena anak muda Bandung penuh dengan ide dan inovasi,” ujarnya.

“Diharapkan dari gedung ini, lahir inovasi-inovasi yang spektakuler, dan bisa membawa nama kota Bandung baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Kenny Dewi Kaniasari, “Nantinya kita akan senang apabila lulusan-lulusan Bandung Creative Hub diakui dunia luar,” ungkapnya.

“Bila dinilai secara persentase, Gedung Bandung Creative Hub baru 70 persen progressnya, selanjutnya akan saya evaluasi dengan staf dan kepala bidang,” tegas Kenny Dewi Kaniasari.

Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, di Gedung Bandung Creative Hub terdapat beberapa sub sektor, “Ada fashion, film, musik dan lainnya, maka saya minta untuk para pelaku ekonomi kreatif terutama yang memiliki pengalaman banyak, contohnya Forum Film Bandung (FFB), saya meminta untuk dibuatkan rencana perfilm-an di kota Bandung untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” tegasnya.

“Maka nantinya di Bandung Creative Hub akan lahir beberapa bakat baru, inovasi baru dan ide baru di bidang film, musik, fashion dan lainnya,” pungkas Kenny Dewi Kaniasari.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Tris Avianti dalam paparan singkatnya mengatakan, beberapa ruang dan fasilitas yang ada di Bandung Creative Hub akan dikelola oleh asosiasi profesi terkait.

Pembangunan Gedung Bandung Creative Hub (BCH) yang memiliki enam lantai menghabiskan anggaran sekitar Rp.40 miliar, dan dibangun selama dua tahun.

Lantai satu Gedung Bandung Creative Hub terdapat Cafe, Design Store, Storage, dan Mushola, lantai dua terdapat Lobby Enterance, Perpustakaan, Coffee Shop, dan Co-Working Space.

Lantai tiga Gedung Bandung Creative Hub terdapat Auditorium / Bioskop, Studio Musik, Ruang Desain Arsip, Area Pameran / Gallery, Studio Game, Animasi dan Multimedia.

Lantai empat Gedung Bandung Creative Hub terdapat Studio Foto, Kelas workshop, dan Ruang Manajemen.

Lantai lima Gedung Bandung Creative Hub terdapat Ruang Fashion Gallery, Ruang Serbaguna, dan Craft Room, sedangkan lantai enam terdapat Rooftop Grade.

Ruang yang bebas diakses oleh publik diantaranya, Cafe, Perpustakaan, dan Gallery, namun ruang dengan peralatan khusus hanya dapat diakses oleh anggota atau pihak yang berkepentingan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.