Kegiatan Bebersih Citarum Resmi Ditutup Kasal Laksamana Ade Supandi

20171218_121736

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung Barat. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., secara resmi menutup kegiatan “Bebersih Citarum”, Senin, (18/12/2017), di Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat.

Dalam wawancara dengan para awak media, Kasal mengatakan, sebagai orang yang dilahirkan di daerah Pangabuan, Kasal merasa ikut peduli untuk Bebersih Citarum.

“Semoga kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat kerjasama dengan masyarakat setempat, mengingat daerah ini cukup luas, yaitu 12 kilometer mulai dari Mekar Rahayu, Kampung Mahmud sampai Pangauban,” ungkap Kasal, “Maka kegiatan ini dibagi beberapa titik seperti Mekar Rahayu, Warung Pulus, dan Pangauban,” ujarnya, “Tenaga yang dilibatkan sebanyak 1400 orang beserta masyarakat sekitar dan dipandu oleh Pusdiklatpassus TNI AD, Polsek Batu Jajar dan masyarakat sepanjang Citarum,” kata Kasal.

“Kalau melihat kegiatan di hari Sabtu kemarin yang dibuka oleh Wakasal Laksamana Madya Taufiq, hasilnya luar biasa, saya mendapat laporan dari Kadispotmar sebagai pelaksana di lapangan, bahwa kegiatan Bebersih Citarum sudah mengangkut sampah sebanyak 36 truk, (288 ton) termasuk eceng gondok yang dipinggirkan untuk kemudian dikeringkan,” ungkap Kasal.

Lebih lanjut Kasal mengatakan kegiatan Bebersih sungai seperti ini bukan hanya setiap tahun saja, tetapi akan dilaksanakan sesuai panggilan tugas apabila diperlukan, “Citarum sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat harus bersih, dan memberikan manfaat kepada masyarakat sepajang sungai,” tegasnya.

“Kontribusi TNI AL dalam kegiatan Hari Armada mudah-mudahan memberikan manfaat, dan yang paling penting saya sampaikan kepada para pelaksana, untuk betul-betul memberikan sosialisasi pemeliharaan lingkungan sungai Citarum,” tegas Kasal.

“Presiden Joko Widodo menyampaikan, sudah saatnya kita jangan membelakangi sungai termasuk juga di daerah Citarum ini, ada fakta yang sangat bermanfaat, yaitu apabila rumah menghadap sungai, maka orang akan sakit mata kalau melihat sungai itu kotor,” ungkap Kasal, “Kalau di Citarum banyak rumah membelakangi sungai akibatnya sungai menjadi tempat pembuangan sampah,” ujarnya, “Oleh sebab itu, kita harus merubah Mindset masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai Citarum,” tegasnya.

“Sungai Citarum bila bersih dapat menjadi tempat wisata dan pengembangbiakan ikan-ikan,” ungkap Kasal, “Sekarang ikan di Citarum masih tercemar, sehingga belum layak untuk dimakan,” ujarnya.

“Kegiatan Bakti Sosial Angkatan Laut dalam rangka pembersihan sungai memang diagendakan setiap tahun mengikuti Hari Armada, dan bukan hanya dilakukan di Surabaya dan Jakarta saja, tetapi juga melibatkan unsur-unsur jajaran Armada Barat dan Timur, misalkan Lantamal 1 sampai 12, sesuai dengan wilayah kerja,” kata Kasal.

Kasal mengungkapkan, kotoran sungai hampir semua mengarah ke muara, padahal hampir semua Dermaga Angkatan Laut dekat muara sungai, “Armada Timur di Muara Kalimas, Armada Barat di Muara Gembong dan Muara Ciliwung, sehingga apabila kotoran sampah mencemari muara maka akan mengganggu sistem pendinginan kapal perang, karena sampah akan terhisap dan mengakibatkan Stuck, dan akhirnya mesin kapal perang mati,” ungkap Kasal.

20171218_095840-1

“Maka kami memiliki atensi kepada aliran sungai yang menuju muara, apabila sungai bersih, maka kita bisa memanfaatkan dengan baik,” kata Kasal.

Mengenai potensi sungai Citarum, Kasal mengungkapkan, potensi sungai citarum adalah sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air, dan potensi pariwisata, “Dengan adanya Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling, dapat menjadi potensi, namun potensi ini perlu ditata, agar tidak terjadi pendangkalan sungai sehingga mengakibatkan banjir,” kata Kasal.

“Pemprov Jabar dan Kodam Siliwangi punya rencana program membersihkan Citarum, saya kira itu program yang bagus, namun saya sarankan, kegiatan Bebersih Citarum dibagi per sektor, misalkan sektor 2 km tanggung jawab siapa, dan 2 km berikutnya tanggung jawab siapa, sehingga sungai Citarum dapat terpelihara dengan baik” pungkas Kasal.

Kegiatan Bebersih Citarum dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-72 Armada RI Tahun 2017 ini, diikuti oleh sekitar 1.400 personel gabungan dari Kotamakotama TNI Angkatan Laut wilayah Jakarta, diantaranya Koarmabar, Kormar, Kolinlamil, dan Lantamal III, serta personel Kowal.

Kegiatan Bebersih Citarum yang melibatkan pihak TNI, Polri dan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat Jawa Barat merupakan wujud nyata Kemanunggalan TNI terhadap rakyat.

TNI Angkatan Laut membantu pemerintah setempat untuk mengajak masyarakat menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan potensi sungai Citarum.

Diharapkan dengan suksesnya kegiatan Bebersih Citarum dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), sehingga dapat membangkitkan rasa cinta tanah air Indonesia.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi penyuluhan kesehatan dan kebersihan kepada masyarakat setempat, pembersihan Sungai Citarum, penghijauan, lomba kebersihan lingkungan, perahu dan keramba hias, serta pemanfaatan eceng gondok dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

Kegiatan Bebersih Citarum dilaksanakan sejak 14 hingga 18 Desember 2017, dan sebagai penanggung jawab adalah Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, dan wakil penanggung jawab Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya, selain itu kegiatan ini didukung personel TNI AD, Kepolisian, dan Pusdiklatpassus, Polsek Citunjung, dan Anak Keluarga Baret Merah (AKBM). (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.