KPPU dan Unpad Bahas Kinerja Ekonomi Digital Dari Aspek Persaingan Usaha

kppu2ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas Kinerja Ekonomi Digital di Indonesia: Analisis Aspek Persaingan Usaha, Jumat, (29/12/2017), di Ruang Rapat Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad jalan Cimandiri No.8 Bandung.

Turut hadir, Ketua dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Muhammad Syarkawi Rauf, S.E., M.E., dan Dosen sekaligus Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Maman Setiawan , S.E., M.T., Ph.D.

“E-Commerce di Indonesia akan tumbuh 5,5 persen dan dipastikan akan terus berkembang di tahun 2018,” kata Ketua dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf di awal paparannya, “Hal ini dikarenakan pengguna internet terus meningkat, diprediksi tahun 2018 pengguna internet di Indonesia meningkat 8 juta pengguna, sehingga pengguna internet di Indonesia menjadi 112,5 juta pengguna,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syarkawi Rauf mengatakan, perkembangan e-Commerce di Indonesia meningkat pesat, dan di tahun 2017 jumlah transaksi mencapai USD 8.2 miliar, “Transaksi e-Commerce di tahun 2018 hingga 2020 masih akan terus meningkat,” ujarnya.

kppu3“Kondisi ini membuat KPPU menerapkan regulasi terhadap pesatnya pertumbuhan e-Commerce, termasuk mendorong pemerintah guna merespon dengan baik binis digital ini,” kata Syarkawi Rauf, “E-Commerce menjadi konsen KPPU, khususnya dalam hal regulasi, KPPU juga ingin mendorong pemerintah merespon perkembangan e-Commerce, tanpa mematikan bisnis konvensional,” tegasnya,

Syarkawi Rauf menegaskan, KPPU mempunyai komitmen terus memberikan kontribusi terhadap pemerataan, mengurangi ketimpangan serta menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru di Indonesia, “Kita harus membantu pengusaha konvensional yang ingin berbisnis secara digital,” ujarnya, “Yang paling penting E-Commerce memberikan kontribusi terhadap perkembangan UMKM,” tegasnya.

“E-Commerce atau digital ekonomi itu memajukan pelaku UMKM, sehingga mereka mudah memasarkan barangnya,” ungkap Syarkawi Rauf , “Namun para pelaku usaha konvensional jangan diabaikan, KPPU berharap pemerintah memberikan insentif kepada pelaku konvensional untuk pindah ke bisnis digital,” tegasnya.

“KPPU tidak anti perusahaan besar, silahkan perusahaan E-Commerce seperti Tokopedia dan Go-jek dominan di pasar Indonesia, tetapi yang tidak boleh adalah perusahaan yang dominan memanfaatkan posisinya untuk memonopoli dengan menaikkan harga, dan bersekongkol menciptakan hambatan kepada para pesaing yang ingin masuk pada bisnis yang sama, karena hal tersebut melanggar hukum persaingan usaha,” pungkas Syarkawi Rauf.

kppu1Dosen sekaligus Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Maman Setiawan mengatakan, Focus Group Discussion membahas tentang latar belakang ekonomi digital, tujuan kajian, literature review, metode penelitian, persaingan usaha di ekonomi digital, hasil pengukuran struktur pasar ekonomi digital, dan hubungan struktur serta kinerja ekonomi digital di Indonesia.

“Bisnis berbasis internet memunculkan persaingan usaha dengan kompleksitas yang sangat tinggi dan bisa merubah struktur pasar yang ada dengan adanya Disruptive Innovation,” kata Maman Setiawan, “Maka diperlukan penyesuaian dalam pengukuran persaingan usaha oleh otoritas persaingan usaha dalam konteks ekonomi digital,” ujarnya.

Lebih lanjut Maman Setiawan menjelaskan, E-Commerce merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, “E-Commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran dataelektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis,” ungkapnya.

“Manfaat penggunaan E-Commerce diantaranya meningkatkan pangsa pasar, menurunkan biaya operasional, melebarkan jangkauan, meningkatkan  pelanggan loyal, meningkatkan Supply Management, dan memperpendek waktu produksi, “ kata Maman Setiawan.

Di akhir paparannya Maman Setiawan mengatakan, penguasaan pasar oleh beberapa perusahaan terjadi pada ekonomi digital, “Penguasaan terjadi pada pasar infrastruktur dan pasar E-Commerce,” ujarnya, “Namun penguasaan pasar terjadi secara dinamis dengan indikasi perubahan konsentrasi industri secara dinamis, selain itu penguasaan pasar oleh sekelompok perusahaan bisa tidak bertahan lama sepanjang inovasi dan akses ke pasar tidak dibatasi,” pungkas Maman Setiawan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.