Sunatra: Terdapat 375 Tempat Kumuh dan Miskin di Kota Bandung

20171206_161007-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Dapil Jabar 1 (Kota Bandung-Kota Cimahi) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DR. Sunatra, SH, MS mengungkapkan, setelah ditelusuri ternyata di kota Bandung terdapat 375 tempat kumuh dan miskin (kumis).

Hal ini diungkapkan Sunatra di acara Silaturahmi dan Jaring Aspirasi dalam rangka Reses III Tahun Sidang 2017, Rabu, (6/12/2017), di Pujasera
Sehat Sakinah Nusantara KPAD Gegerkalong Bandung.

“Saya tidak setuju dengan pernyataan Dinas Sosial kota Bandung yang menyatakan tempat kumuh dan miskin hanya 150 titik, padahal menurut catatan saya terdapat 375 tempat kumuh dan miskin di kota Bandung,” tegas Sunatra di hadapan warga KPAD Gegerkalong.

“Jadi saya himbau Walikota Bandung Ridwan Kamil jangan mengurus taman saja, tetapi harus membereskan 375 wilayah kumuh dan miskin di kota Bandung,” tegas Sunatra.

“Selain banyak tempat kumuh dan miskin di kota Bandung, pengangguran dan kemiskinan di kota Bandung meningkat,” ungkap Sunatra.

20171206_161046

Lebih lanjut Sunatra mengatakan selain permasalahan pengangguran dan kemiskinan di kota Bandung, saat ini dari 11 sumber mata air di kota Bandung tinggal 2 sumber mata air yang masih bisa digunakan masyarakat, 9 sumber mata air lainnya di kota Bandung sudah dikuasai swasta dan pihak asing, “Di depan mata kita sendiri setiap hari truk-truk mengangkut air dari sumber mata air tersebut,” ujarnya.

“Selain masalah air, warga kota Bandung dipusingkan kenaikan harga listrik dengan modus penggolongan listrik,” ungkap Sunatra, “Belum lagi kenaikan harga gas 3 kilogram, padahal gas 3 kilogram tersebut sudah dilabeli tulisan untuk masyarakat miskin,” ujarnya.

“Saat ini masyarakat luas terbuai dengan berita-berita tentang korupsi e-KTP, padahal yang harus diberitakan adalah kenaikan harga listrik, tarif jalan tol, beras, gas, ikan asin, dan bahan pokok lainnya,” kata Sunatra, “Berita e-KTP bisa disiarkan satu hari lebih dari lima jam, dan berita harga-harga naik dan kepentingan rakyat lainnya hanya sebentar diberitakan,” ujar Sunatra geram.

“Kami dari Fraksi Gerindra akan menyikapi masalah-masalah ini, kami berharap ada upaya sistematis dan jelas dari pemerintah untuk mengendalikan harga, karena harga-harga sudah tidak terkendali, akibat para kapitalis menetapkan harga semena-mena,” tegas Sunatra.

Lebih lanjut Sunatra menyoroti masalah perparkiran di kota Bandung, “Kita bisa lihat di Mall BIP terdapat dua rantai Vallet Parking, di Mall Istana Plaza terdapat lima baris rantai Vallet Parking, belum lagi di Mall TSM,” ungkap Sunatra, “Seperti diketahui biaya Vallet Parking sekitar Rp.20 hingga 30 ribu per jam, bagaimana ini ruang publik milik rakyat diperjual belikan,” ungkapnya.

20171206_163642-1

“Saya hitung-hitung dari Vallet Parking saja, Pemerintah kota Bandung mendapat sekitar Rp.5 miliar per minggu, dan masalah Vallet Parking yang tidak pro rakyat ini sudah saya sampaikan kepada Walikota Bandung,” tegasnya.

Mengenai keluhan warga KPAD Gegerkalong, terungkap ternyata selama 4 tahun Ridwan Kamil menjabat menjadi Walikota Bandung, Walikota belum pernah melakukan kunjungan ke KPAD Gegerkalong.

“KPAD Gegerkalong merupakan tempat bersejarah, Pemerintah Kota Bandung harus melihat berbagai permasalahan di KPAD Gegerkalong, diantaranya, masalah sertifikat hak kepemilikan rumah di KPAD, dan warga yang sudah tinggal sejak 1954 masih menunggu kepastian hukum kepemilikan tanah,” ungkap Sunatra.

“Selain masalah sertifikat tanah, warga KPAD juga meminta bantuan Pemerintah Kota Bandung untuk menyediakan lahan pemakaman bagi warga KPAD yang meninggal,” kata Sunatra.

Mengenai Pilgub Jabar 2018, Sunatra dengan tegas mengatakan, Bakal Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang keluar dari Gerindra dan kini didukung Partai Nasdem dan Partai Golkar bukanlah generasi penerus yang baik, serta kurang komitmen, “Sikap-sikap yang ditunjukan Ridwan Kamil membahayakan keutuhan bangsa dan negara,” tegas Sunatra, “Saya minta kepada masyarakat, jangan pilih calon Gubernur yang didukung oleh Setya Novanto yang merupakan Ketua DPR RI dari Partai Golkar,” pungkas Sunatra. (BRH)

Comments are closed.