Wagub Jabar: Penyelengaraan Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2017 Akan Dievaluasi

wagub1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar setelah menyaksikan acara puncak Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2017, Sabtu malam, (16/12/2017), di Teater Tertutup Balai Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) jalan Bukit Dago Selatan Bandung, menegaskan dirinya akan mengevaluasi penyelenggaraan FFJB 2017.

“Penyelenggaraan Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2017 akan kita evaluasi, seperti diketahui FFJB 2017 bertambah tiga kategori, barangkali perlu juga film-film tamu dari luar Jawa Barat dihadirkan sebagai pembanding, atau bisa dikatakan menjadi semacam tukar gagasan,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat diwawancarai awak media di sela-sela acara puncak FFJB 2017.

Lebih lanjut Deddy Mizwar mengatakan, diharapkan ke depannya para pemenang FFJB 2017 mendapatkan beasiswa misalkan di sebuah Prodi Perguruan Tinggi, “Sehingga betul-betul FFJB 2017 melahirkan sineas yang memiliki wawasan serta pendidikan, nantinya kita bisa bekerja sama dengan beberapa sponsor dalam pemberian beasiswa ini,” ujarnya.

Mengenai FFJB 2017, Deddy Mizwar mengatakan, acara FFJB semakin bagus dan terlihat pesertanya antusias, karya-karyanya semakin baik dan semakin berkualitas, “Jumlah peserta dan kualitas film semakin meningkat,” ujarnya.

Mengenai kondisi perfilman di Indonesia, Deddy Mizwar mengungkapkan, saat ini Indonesia banyak tergantung dari film-film impor, “Maka dengan lahirnya sineas-sineas film yang memiliki latar belakang kearifan lokal, ke depannya film Indonesia akan semakin beragam,” ujarnya, “Dengan tema-tema dan latar budaya yang beragam saya kira film-film  Indonesia akan semakin menarik,” tegasnya, “Keberagaman Indonesia akan tercermin dari film-film yang nanti dihasilkan para sineas,” ujarnya.

wagub2“Untuk para sineas asal Jawa Barat teruslah berkarya, berkarya dan berkarya,” kata Deddy Mizwar, “Saya kira FFJB merupakan ruangnya untuk menunjukkan karya karya kreatif, ada apresiasinya dan ada penghargaannya, jadi tidak ada alasan untuk tidak berkarya,” tegasnya.

Mengenai kemajuan film-film lokal di luar Jawa Barat, Deddy Mizwar mengungkapkan, film dari luar Jawa Barat memakai pendekatan yang berbeda , “Di Makassar ada banyak komunitas film, mereka membuat film cerita dan berhasil hanya dengan teknologi yang sederhana, hasilnya film mereka ditonton banyak orang,” ungkapnya.

“Jadi tidak apa apa membuat film lokal, asalkan benar-benar berkualitas dan ceritanya memang bagus, saya kira hal seperti di Makassar menjadi peluang,” kata Deddy Mizwar, “Film lokal diputar di bioskop lokal, dan ditonton masyarakat lokal, saya kira perfilman di Makassar merupakan satu fenomena yang menarik,” pungkasnya.

Acara puncak Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2017, bertajuk “Kebebasan Menembus Batas”, di Teater Tertutup Balai Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) semakin meriah dengan kehadiran Sutradara Film Aria Kusumadewa, Juri FFJB 2017 Tya Subiakto, Penyanyi Dea Ananda, dan Band The Panas Dalam.

Beberapa kategori yang mendapat  penghargaan diantaranya, karya berjudul, “Danila Terpaut Oleh Waktu” dengan sutradara RI Kamase, karya ini menang di kategori Video Musik, sedangkan untuk kategori penulisan cerita film terbaik diraih oleh film karya Christ Pelamonia.

Peserta maupun hadiah Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2017 semakin meningkat, FFJB 2017 kali ini diikuti 289 peserta yang mengirimkan karya film pendek dalam kategori umum, 33 kategori Video Musik, dan 74 film kategori pelajar. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.