Dandim 0618/BS Terjunkan 27 Tim Survei Mendata Kondisi Anak Sungai Citarum

Arfin 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dandim 0618/BS Letkol. Inf. Arfin Dahlan menegaskan, sejak 13 Januari 2018, Komando Distrik Militer (Kodim) 0618/BS telah menerjunkan sebanyak 27 tim survei yang mendata kondisi anak sungai Citarum yang ada di kota Bandung.

Hal ini ditegaskan Arfin Dahlan seusai acara Pembekalan Pengelolaan Sampah Rumah tangga dan Perkotaan Wilayah Kota Bandung bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Minggu, (14/1/2018), di Aula Kodim 0618/BS jalan Bangka Bandung, turut hadir Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Dedy Dharmawan, dan 500 orang dari berbagai unsur masyarakat.

“Sejak tanggal 13 hingga 16 Januari 2018, kita menerjunkan 27 tim survei yang bertugas mendata kondisi anak sungai yang ada di kota Bandung,” kata Dandim 0618/BS Letkol. Inf. Arfin Dahlan di awal paparannya, “Tim survei tersebut terdiri dari 911 orang yang berasal dari unsur TNI, Kepolisian, Kecamatan dan Kelurahan, mereka bekerja untuk mendata kondisi dan permasalahan di sebantaran anak sungai Citarum yang ada di Kota Bandung,” ujarnya, “Sehingga diketahui apa permasalahannya, sehingga dapat dipecahkan bersama, dan data yang terkumpul dibuat untuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

“Tim survei bekerja mendata sedimentasi, titik penumpukan sampah, pembuangan limbah, titik pemasangan jaring, penyempitan, dan titik rumah tangga yang membuang tinja di anak sungai Citarum,” kata Arfin Dahlan.

Lebih lanjut Arfin Dahlan mengungkapkan, mengapa pihaknya menggelar Kegiatan Pembekalan Pengelolaan Sampah Rumah tangga dan Perkotaan Wilayah Kota Bandung, dikarenakan jumlah sampah dan limbah rumah tangga di kota Bandung sangat tinggi, “Sampah serta limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, tapi dibuang ke sungai atau tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Arfin 2“Kita menginginkan kegiatan ini memberikan dampak terhadap revitalisasi sungai Citarum, karena tidak menutup kemungkinan aliran sungai di kota Bandung bermuara ke sungai Citarum dan membawa limbah dan sampah rumah tangga,” kata Arfin Dahlan.

Arfin Dahlan mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah dan upaya kecil yang dilakukan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada masyarakat, “Hasil kegiatan ini dapat diteruskan kepada masyarakat, sehingga sampah dapat memberi nilai keuntungan bagi masyarakat, dan masyarakat kota Bandung memiliki kesadaran terhadap sampah, selain itu masyarakat dapat memanfaatkan limbah sampah rumah tangga dan limbah sampah perkotaan,” tegasnya.

Mengenai pengawasan sampah di kota Bandung, Arfin Dahlan menegaskan, masalah pengawasan sampah harus dilakukan secara bersama –sama, “Saya mengingatkan edukasi sangat penting, karena fasilitas infrastruktur yang ada dan edukasi kepada masyarakat harus berjalan seimbang, sebab tanpa adanya edukasi terhadap lingkungan, permasalahan sampah tidak akan teratasi,” tegasnya.

“Pemerintah telah membangun infrastuktur yang mendukung lingkungan, dan kita memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, karena lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua yang hidup di atas tanah, karena tanah merupakan bagian dari lingkungan dan merupakan suatu siklus kehidupan,” kata Arfin Dahlan.

“Seluruh komponen masyarakat yang ada di kota Bandung akan kita berikan edukasi agar peduli terhadap lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, dan tidak mencemari sungai Citarum, sehingga sungai Citarum yang dikatakan sebagai sungai terkotor di dunia akan sirna,” tegas Arfin Dahlan, “Kegiatan Pembekalan Pengelolaan Sampah Rumah tangga merupakan langkah kecil dan satu dari seribu upaya tapi diharapkan  bisa memberikan arti,” ujarnya.

Arfin 3“Kita mengharapkan masyarakat di kota Bandung tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, karena untuk pengawasan tidak mungkin kita tancapkan satu orang untuk setiap satu meter, maka saya meminta kepada media untuk meng-ekspose, mensosialisasikan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” kata Arfin Dahlan, “Karena lewat media akan menghasilkan satu gambar dengan seribu cerita, dan satu kata dengan seribu makna,” pungkas Dandim 0618/BS Letkol. Inf. Arfin Dahlan.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Dedy Dharmawan mengatakan, pihaknya melibatkan diri hanya di hilir sungai, “Karena ketika sampah terkumpul dari sungai, baik itu sungai Citarum, maupun anak sungai Citarum maka akan diapakan sampah tersebut,” kata Bandung Dedy Dharmawan, “Kita akan mengelola sampah tersebut, dan kita tidak memilih-milih sampah, tetapi mencoba mengelola semua sampah tersebut ,baik organik maupun anorganik,” ujarnya, “Kita mengolah sampah organik yang biasanya bau dan mengeluarkan air lindi, kemudian kita olah menjadi pupuk cair dan pupuk padat,” ungkapnya

Dedy Dharmawan mengungkapkan, sesuai PERPRES Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dengan Tanggal Pengundangan 24 Oktober 2017, pihaknya melakukan pemilahan sampah setelah itu melakukan pengolahan, “Sehingga sampah berhenti di sumber, siapa sumber sampah rumah tangga, ya kita-kita semua, maka kita hentikan sampah sejak di rumah tangga atau hingga tingkat RW, dan kita berharap sampah tidak lagi sampai ke TPS atau ke TPA,” ujarnya.

“Sampah di kota Bandung saat ini mencapai 1500 ton per hari dan sebanyak 63 persennya merupakan sampah organik,” ungkap Dedy Dharmawan, “Sosialisasi baru memang baru dimulai hari Minggu ini, tetapi kami telah mulai mengolah sampah sejak April 2017,” ujarnya, “Selain itu di daerah Cibunut dan salah satu mall di kawasan Sukajadi Bandung sudah mulai mengolah sampah anorganik,” ungkapnya.

“Kita merupakan bagian dari Baraya Sabar yang artinya Sampah Barokah,” kata Dedy Dharmawan, “Satu karung sampah organik yang sudah menjadi pupuk dihargai 30 ribu rupiah, dan sudah ada pihak yang meminta kita menyediakan 60 ton per hari, tentu saja kita belum bisa memenuhi permintaan tersebut karena kita baru memulai,” pungkas Dedy Dharmawan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.