Direktur Utama PT SBL Optimis Seluruh Jamaah Diberangkatkan

IMG-20180109-WA0069

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktur Utama (Dirut) PT Solusi Balad Lumampah (SBL) Aom Juang Wibowo optimis seluruh Jamaah termasuk 1400 Jamaah yang mengalami Re-schedule dapat diberangkatkan di bulan Januari 2018 melalui SBL Umroh Akbar.

SBL Umroh Akbar diadakan di Januari 2018 untuk memberangkatkan sisa jamaah PT SBL yang rencananya diberangkatkan Desember 2017.

Hal ini ditegaskan Dirut PT SBL belum lama ini di Bandung, “PT SBL berkomitmen dan dengan ijin Allah semua jamaah yang belum berangkat, dan yang mengalami Re-schedule akan diberangkatkan,” ujarnya.

Penegasan Dirut PT SBL yang berkantor di kawasan jalan Asia Afrika Bandung ini diharapkan membawa ketenangan para Jamaah yang jadwal keberangkatannya sempat tertunda di bulan Desember 2017.

Lebih lanjut Dirut PT SBL mengungkapkan, selama masa umroh tahun 2017-2018 pada bulan November dan Desember, PT SBL telah memberangkatkan lebih dari 14.500 jamaah ke Baitullah, “Memang di bulan desember 2017 terdapat 3.000 Jamaah yang rencananya berangkat namun tertunda, hal ini terjadi karena High Season dan Over kapasitas, sehingga PT SBL melakukan Re-schedule,” ujarnya, “Saat ini dari sekitar 3000 jamaah yang belum berangkat tersisa 1.400 jamaah lagi,” ungkapnya.

“PT SBL optimis seluruh jamaah dapat berangkat, kami mohon doanya karena di bulan Januari 2018 PT SBL berkeinginan memberangkatkan 1.400 jamaah tersebut dengan nama SBL Umroh Akbar,” ujarnya.

Keyakinan Dirut PT SBL bukan tanpa alasan, karena PT SBL selama ini telah menyiapkan Hard Block pesawat untuk para Jamaah yang diberangkatkan setiap hari Minggu dan Senin, “Setelah tanggal 9 Januari 2018, lalu tanggal 14 dan 15 Januari 2018, kemudian tanggal 21 dan 22 Januari 2018 dan tanggal 28 dan 29 Januari 2018,” tegasnya,
“Jadwal tersebut untuk bulan Januari 2018, tentunya keberangkatan bulan Februari 2018 dan seterusnya PT SBL akan memberangkatkan di hari yang sama, setiap hari Minggu dan Senin,” tegasnya.

Tetapi Dirut PT SBL belum dapat memastikan jadwal dan nama-nama Jamaah yang akan diberangkatkan, “Untuk Jamaah yang belum mendapatkan informasi, saat ini PT SBL sedang menyusunnya, PT SBL sedang mendata seluruh nama-nama Jamaah dalam minggu-minggu ini, berikanlah PT SBL waktu selama satu minggu untuk menyusun seluruh jadwal keberangkatan Jamaah,” ungkapnya.

Dirut PT SBL mengatakan, seluruh jamaah yang berangkat akan disesuaikan dengan pesawat yang telah disiapkan, “Pesawat yang disiapkan merupakan maskapai Garuda, Hard block yang sudah dipesan dengan tujuan memberikan pelayanan yang prima selama Jamaah melaksanakan ibadah di tanah suci,” tegasnya.

Dirut PT SBL berpesan Jamaah yang belum berangkat tidak usah resah, karena PT SBL memiliki aset yang cukup besar dan dapat menutupi biaya untuk memberangkatkan Jamaah yang tertunda keberangkatannya, “PT SBL telah membayar untuk maskapai, hotel, visa, dan katering,” tegasnya.

“PT SBL telah menyiapkan semuanya, jadi Jamaah dimohon bersabar, karena PT SBL akan melaksanakan amanahnya dengan memberangkatkan seluruh jamaah selama periode umroh,” tegas Dirut PT SBL, “PT SBL berharap seluruh Jamaah tenang karena para Jamaah ada di daftar umroh PT SBL dan daftar tersebut aman,” ujarnya.

Dirut PT SBL juga menghimbau pada seluruh Jamaah yang mengalami Re-Schedule agar tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif yang beredar.

“PT SBL merupakan travel umroh yang telah memberangkatkan jamaah umroh terbanyak di tahun 2016,” tegas Dirut PT SBL, “Di tahun 2016, lebih PT SBL telah memberangkatkan lebih dari 20 ribu Jamaah,” ungkapnya.

Dirut PT SBL mengatakan, untuk masa umroh tahun 2017-2018, PT SBL telah menyiapkan 54 penerbangan untuk keberangkatan dari Embarkasi Jakarta menuju Arab Saudi, Jedah, maupun Madinah.

Mulai Februari 2018, untuk tambahan pesawat, PT SBL akan bekerja sama dengan salah satu penyedia pesawat untuk umroh, “Dengan tambahan maskapai ini menjadikan kepastian seluruh jamaah untuk masa umroh tahun 2018 berjalan dengan baik, tentunya perlu kerjasama antara pemerintah, PT SBL, dan seluruh jamaah yang ada di Indonesia,” ungkap Dirut PT SBL.

“PT SBL sekali lagi memohon maaf kepada Jamaah yang belum berangkat atau mengalami Re-schedule,” kata Dirut PT SBL.

Manajemen PT SBL sendiri telah menerbitkan Memo Eksternal tertanggal 29 Desember 2017 terkait Re-schedule yang terjadi, isi Memo Eksternal tersebut diantaranya memuat tentang keberangkatan Jamaah Umroh bulan Desember 2017 di Re-schedule ke bulan Januari 2018, keberangkatan Jamaah Umroh bulan Januari 2018 di Re-schedule ke Februari 2018, keberangkatan Jamaah Umroh bulan Februari 2018 di Re-schedule ke bulan Maret 2018, dan keberangkatan Jamaah Umroh bulan Maret 2018 di Re-schedule ke bulan April 2018.

Dalam Memo Eksternal disebutkan Re-schedule disebabkan kelebihan kapasitas pendaftar calon jamaah umroh PT SBL di bulan Desember 2017 dan Januari 2018 hingga mencapai 15.619 orang.

Selain itu adanya ketidakcocokan tanggal keberangkatan perjalanan ibadah umroh di PT SBL, dan untuk menjaga standar pelayanan yang baik dan prima selama di Makkah dan Madinah, serta keterbatasan tenaga Handling dan Mutowif.

Dirut PT SBL sekali lagi menyampaikan permohonan maafnya, karena pada jadwal keberangkatan 8 Januari kemarin ada sekitar 21 jamaah 2017 dari total 746 Jamaah yang sudah sampai di Bandara namun paspornya belum ada.

“Setelah dicek, ternyata paspor berada di tangan provider yang memang sudah disiapkan, dan sekali lagi kami mohon maaf, karena hal ini merupakan kesalahan kami,” kata Dirut PT SBL.

Di akhir paparannya, Dirut PT SBL berharap ke depannya koordinasi seluruh elemen perusahaan ketika pemberangkatan berikutnya semakin solid, “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, karena PT SBL sebenarnya sudah menyiapkan Visa bahkan tiket sudah dicetak, namun para Jamaah tidak jadi berangkat,” ujarnya, “Semoga seluruh Jamaah PT SBL yang belum berangkat ke Baitullah segera diundang dan Allah SWT memberi tanggal dan waktu yang tepat,” pungkas Dirut PT SBL Aom Juang Wibowo. (BRH)

Comments are closed.