KPU Jabar Gelar Sosialisasi Pilgub Jabar Bagi Media Massa

20180104_105643-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 Bagi Media Massa, Kamis, (4/1/2018), di The Newton Hotel jalan R.E. Martadinata (Jalan Riau) Bandung.

Turut hadir dalam acara sosialisasi ini, Komisioner KPU Jabar Bidang Sosialisasi dan SDM Nina Yuningsih, Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis Endun Abdul Haq, dan para awak Media baik cetak, elektronik, maupun Online.

“Selain melakukan sosialisasi bagi Media Massa, KPU Jawa Barat juga akan melakukan Sosialisasi dalam bentuk tatap muka seperti pameran di Car Free Day, tatap muka dengan Ormas, OKP, Mahasiswa, Parpol, Tokoh masyarakat, Stakeholder, penyandang disabilitas, pemilih pemula, dan kaum perempuan,” kata Komisioner KPU Jabar Bidang Sosialisasi dan SDM Nina Yuningsih di awal paparannya.

“Selain itu KPU Jawa Barat akan melakukan sosialisasi di tingkat Kecamatan, kreasi sosial tingkat Kecamatan, jalan sehat tingkat Kecamatan, dan kreasi sosial tingkat desa,” ungkap Nina Yuningsih.

Lebih lanjut Nina Yuningsih mengatakan, Sosialisasi Pilgub Jabar 2018 bagi Media Massa dalam rangka menyongsong tahapan pemutakhiran data pemilih dan pendaftaran bakal pasangan calon, “KPU Jabar akan mengadakan Election Expo di Kab/Kota yang ada di Jawa Barat selama tiga hari, yang turut serta diantaranya organisasi, dan LSM NGO di bidang kepemiluan,” ujarnya.

20180104_105746

Nina Yuningsih menegaskan, pada 8 hingga 10 Januari 2018 merupakan pendaftaran bagi bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, “Pada 13 Februari 2018 merupakan penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, dan pada 15 Februari 2018 dilaksanakan pengundian nomor urut calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang dikemas secara Live di Sabuga Bandung dengan peserta sebanyak 3000 orang,” ujarnya.

Mengenai perhatian terhadap penyandang disabilitas, Nina Yuningsih mengatakan, KPU Jawa Barat menyiapkan leaflet dalam huruf Braille, “Kami akan distribusikan kepada para penyandang disabilitas,” ujarnya.

“KPU Jawa Barat juga memperbolehkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mengadakan alat peraga kampanye agar semarak, namun dibuat sebanyak yang dibuat KPU Jawa Barat, dan tidak boleh melebihi,” pungkas Nina Yuningsih.

Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis Endun Abdul Haq menegaskan, KPU Jawa Barat untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalan Pilgub Jabar 2018, pihaknya akan mengepung masyarakat Jawa Barat melalui darat dan udara, “Untuk darat merupakan tugas KPU Jabar, sedangkan udara menjadi tugas Media,” ujarnya.

Lebih lanjut Endun Abdul Haq mengatakan, dalam Analisis Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4), KPU Jabar akan melakukan pengecekan, verifikasi dan validasi meliputi cakupan wilayah, total pemilih, pemilih pemula, status perkawinan, kelompok umur, dan penyandang disabilitas.

20180104_102529

“Saat ini jumlah pemilih di Jawa Barat berjumlah 32.532.229 pemilih,” ungkap Endun Abdul Haq, “Sebanyak 16.127.560 merupakan pemilih perempuan, dan 16.404.669 merupakan pemilih laki-laki, sedangkan pemilih pemula sebanyak 2.343,906 pemilih,” ujarnya, “Syarat pemilih yaitu berusia 17 tahun, sudah menikah atau pernah menikah,” kata Endun Abdul Haq.

Endun Abdul Haq menegaskan, nantinya masyarakat Jawa Barat jangan kaget bila rumahnya didatangi petugas KPU Jabar untuk melakukan sensus Pilgub Jabar 2018, “Kami menyiapkan Petugas sensus Pilgub sebanyak 75.400 orang lebih, para petugas akan dibekali pengetahuan, skill, dan atribut formal dari KPU Jabar,” ungkapnya.

“Memang di Jawa Barat banyak terdapat perumahan elit, komplek TNI dan Polri, serta apartemen, namun KPU Jabar akan menyiapkan strategi kapan petugas datang dengan tepat, pastinya semua rumah akan didatangi oleh petugas KPU Jabar,” tegas Endun Abdul Haq.

“Pada 20 Januari 2018 semua unsur KPU Jawa Barat akan terjun ke lapangan, dan targetnya 1 petugas KPU Jabar akan mendatangi 5 rumah, dan rumah yang telah didatangi akan ditempel stiker,” kata Endun Abdul Haq, “Semua petugas KPU Jabar nantinya dibekali data by Name by Address,” ujarnya.

Endun Abdul Haq menegaskan terdapat lima hal wajib bagi Parpol pengusung pada saat mendaftarkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ke KPU Jawa Barat, “Calon Gubernur dan Wakil Gubernur wajib hadir langsung ke KPU Jabar,” kata Endun Abdul Haq.

20180104_114220

“Ketua dan Sekretaris Partai pengusung wajib hadir ke KPU Jabar,” kata Endun Abdul Haq, “Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar wajib membawa kelengkapan formulir pencalonan seperti Model B-KWK Parpol, B.1-KWK Parpol, B.2-KWK Parpol, B.3-KWK Parpol, dan B.4-KWK Parpol,” tegasnya, “Formulir tersebut harus ditandatangani oleh ketua DPD/DPW dan sekretaris Partai dengan tanda tangan dan stempel basah, sedangkan untuk formulir B.1-KWK Parpol, harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjend Partai,” tegasnya.

“Parpol pengusung juga harus membawa SK Kepengurusan Partai dan Dokumen syarat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat,” kata Endun Abdul Haq.

Endun Abdul Haq menyarankan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat segera membuat SKCK di Polda Jabar, “Segera dibuat, ditakutkan nantinya SKCK menumpuk di Polda,” ujarnya.

Lebih lanjut Endun Abdul Haq mengatakan, masa kampanye Pilgub Jabar berlangsung selama 129 hari mulai 15 Februari hingga 23 Juni 2018, “Petahana wajib cuti di luar tanggungan negara,” tegasnya, “Selain itu KPU Jabar akan memeriksa kesehatan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar di RS Hasan Sadikin,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Endun Abdul Haq mengatakan, Pilgub Jabar 2018 merupakan wisata politik bagi masyarakat Jawa Barat, Indonesia dan masyarakat Dunia, “Pada saat pendaftaran di KPU Jabar dipastikan ribuan massa pendukung akan hadir, namun yang bisa masuk ke kantor KPU Jawa Barat hanya 100 orang termasuk Media,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.