Kaesang Pangarep Jualan Naget Pisang di Kota Bandung

20180218_135614-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pengusaha serba bisa Kaesang Pangarep yang juga putra dari Presiden RI Joko Widodo membuka usaha Naget Pisang di kota Bandung yang dinamakan “Sang Pisang”.

Hal ini terungkap saat Grand Opening Gerai Naget Pisang, “Sang Pisang,” Minggu, (18/2/2018), di Mall Braga Citywalk jalan Braga Bandung, turut hadir partner bisnis Kaesang Pangarep sekaligus Owner Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” untuk wilayah Bandung Marshal Chandra.

“Saya rencananya akan membuka Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” di seluruh Indonesia,” kata Kaesang Pangarep di awal wawancara, “Cita-cita saya memang menjadi pengusaha serba bisa,” ujarnya.

Kaesang Pangarep yang datang dengan kaos oblong tidak segan-segan melayani secara langsung puluhan pembeli Naget Pisang “Sang Pisang” di Mall Braga Citywalk Bandung.

“Pisang saya datangkan dari distributor Lampung karena di sana harga pisang murah,” ungkap Kaesang Pangarep, “Biasanya untuk gerai di Jakarta bisa menghabiskan pisang sebanyak satu ton,” ujarnya.

Lebih lanjut Kaesang Pangarep mengakui dirinya masih berkuliah di Singapura jurusan Marketing, “Untuk usaha Naget Pisang “Sang Pisang” tidak ada bantuan sama sekali dari kakak saya Gibran, namun ada kolaborasi antara usaha Markobar milik Gibran dengan Sang Pisang, yaitu sharing” ungkapnya, “Dapat dilihat logo Sang Pisang merupakan maskot Markobar,” ujarnya.

“Saya ingin memajukan makanan lokal lewat Sang Pisang,” ungkap Kaesang Pangarep, “Insha Allah Sang Pisang akan Go International, karena Sang Pisang sudah ada yang menawarkan untuk masuk ke negara Singapura, Malaysia, dan Filipina,” ujarnya, “Namun karena Sang Pisang baru buka dua bulan dan masih ada kesulitan ijin usaha, maka Sang Pisang fokus dulu di Indonesia,” ungkapnya.

Kaesang Pangarep mengungkapkan, Sang Pisang buka ketika dirinya pulang ke Indonesia, “Jadi teman-teman kuliah saya di Singapura belum mencoba Sang Pisang,” ujarnya, “Sang Pisang sendiri telah ada sejak November 2017 tepatnya di ITC Cempaka Mas Jakarta,” ungkapnya.

Kaesang Pangarep menjelaskan, untuk pengantaran, Sang Pisang sudah bekerjasama dengan Grab, dan untuk pembayaran bekerjasama dengan PayTren, “Kita ke depannya ingin membuka Sang Pisang dengan konsep Cafe seperti di Makassar, namun konsep awal Sang Pisang memang Take Away, karena lebih mudah dan lebih cepat,” tegasnya.

“Semua menu Sang Pisang di setiap kota sama, hanya setiap tempat punya favorit rasa yang berbeda-beda, seperti pelanggan di Jakarta yang tidak suka rasa Blueberry karena katanya rasanya seperti sabun colek, tetapi di Makassar rasa Blueberry paling favorit, jadi pelanggan tiap daerah memang unik-unik,” ungkap Kaesang Pangarep.

20180218_132016-1

Mengenai persaingan, Kaesang Pangarep mengungkapkan, di kota Bandung antusiasme besar, namun persaingannya berat seperti di Jakarta, sedangkan di Makassar persaingan usaha belum terlalu berat, “Tapi saya optimis menjalankan Sang Pisang, karena saya melihat banyak kesempatan, dan saya senang dapat membantu banyak orang,” tegasnya.

“Sang Pisang merupakan bisnis terbaru saya yang keempat selain bisnis pakaian,” kata Kaesang Pangarep, “Mengapa saya senang membuka usaha, karena saya senang dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran, bahkan di Sang Pisang pekerjanya sudah mencapai ratusan,” ujarnya.

“Mau ada pisang atau tidak ada pisang di tiap daerah, saya akan tetap buka Sang Pisang,” tegas Kaesang Pangarep, “Karena harapan saya dapat membuka lapangan kerja sebanyak mungkin,dan bisa bayar uang kuliah saya biar saya bisa lulus, karena bapak saya tidak membiayai kuliah saya,” ungkapnya.

Mengenai resep Sang Pisang, Kaesang Pangarep mengakui resepnya bukan dari dirinya, “Resep dari Partner saya,” ungkapnya, “Ke depan saya akan ada usaha lain, dan saya sudah dapat resep untuk membuka sebuah usaha baru, mungkin dua bulan lagi akan saya buka usaha tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, partner bisnis Kaesang Pangarep sekaligus Owner Gerai Naget Pisang “Sang Pisang” untuk wilayah Bandung Marshal Chandra mengatakan, dirinya senang dapat bekerjasama dan menjadi partner bisnis Kaesang Pangarep, “Saya memang ingin bisnis kuliner, sayalah yang mengajukan kerjasama, dan akhirnya terpilih,” ungkapnya.

“Saya terpilih mungkin karena kesiapan modal dan pengalaman bisnis, sebelumnya saya usaha hasil bumi, baru sekarang saya bisnis kuliner,” ungkap Marshal Chandra, “Perasaan saya senang karena dapat menyisihkan 400 orang yang mendaftar menjadi partner Sang Pisang,” ujarnya.

“Resep Sang Pisang dari tim Kaesang, kita hanya kelola dari bahan baku sampai jadi,” ungkap Marshal Chandra, “Mengapa Sang Pisang membuka gerai di Braga CityWalk, karena tempat ini berada di tengah kota Bandung, dan ke depannya, Sang Pisang akan buka di mall lainnya, sepert di Cimahi, Jatos, dan PVJ,” ujarnya.

“Gerai Sang Pisang di Bandung merupakan gerai ke-enam, dan merupakan yang pertama di kota Bandung,” ungkap Marshal Chandra, “Kami menargetkan setiap hari terjual 500 box,” tegasnya.

“Rasa Sang Pisang ada banyak, harganya pun cukup terjangkau hanya 20 ribu rupiah, dan tinggal menambah 5 ribu rupiah untuk topping, sedangkan isinya 10 buah,” ungkap Marshal Chandra.

“Sang Pisang menjadi unik karena rasanya, dan proses pembuatannya memang sulit, sehingga susah ditiru, selain itu ada faktor Kaesang Pangarep,” pungkas Marshal Chandra. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.