PT WIS Dukung Pemerintah Tanggulangi Pencemaran Lingkungan

Limbah-1

ARCOM.CO.ID ,Majalaya. Pabrik tekstil PT. Warna Indah Samajaya (WIS) yang berlokasi di Bale Kambang Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung mendukung Program Citarum Harum yang digagas Pangdam III Siliwangi.

Bentuk Dukungan PT WIS diantaranya melakukan pembenahan dan pembaharuan terhadap sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bahkan PT WIS telah memesan alat IPAL yang lebih mutakhir.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara PT. WIS Jamalludin Mansyur, Jumat, (9/2/2018), di PT.WIS, Bale Kambang Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.

“Instalasi IPAL PT WIS yang telah beroperasi mulai Januari 2018 sesuai standar pengolahan limbah,” tegas Jamalludin Mansyur, “PT WIS serius melakukan pembenahan dalam hal pengolahan limbah, mulai dari pembaharuan instalasi hingga akan memasang alat pengolahan yang mutakhir,” ujarnya.

Namun sayang, di tengah upaya perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan, PT WIS mengalami dua kali sidak oleh pihak Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

“Sidak pertama PT WIS sangat kooperatif dan perlu bimbingan dalam hal mengoperasikan instalasi terbaru IPAL,” ungkap Jamalludin Mansyur, “Saat sidak kedua, PT WIS menyangka akan ada bentuk pendampingan, namun ternyata PT WIS di BAP oleh Kepolisian,” ujarnya.

“Padahal PT WIS mendukung program Citarum Harum, karena kami menyadari sungai Citarum merupakan urat nadi masyarakat Jawa Barat,” kata Jamalludin Mansyur, “PT WIS selalu menyesuaikan dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, maka PT WIS mencoba dan berkeinginan memperbaiki kualitas hasil pengolahan hasil limbah PT WIS,” pungkasnya.

IMG-20180210-WA0003-1

HRD PT. WIS Tato Virgianto menegaskan, PT WIS selama ini sangat kooperatif terhadap arahan dan instruksi mengenai pengolahan limbah pabrik.

“Niat dan upaya yang dilakukan PT WIS dalam mengelola limbah pabrik hingga saat ini sudah mendekati maksimal, mulai dari instalasi terbaru, dan standar pengolahan secara kimia, biologi dan fisika sebelum limbah keluar dari pabrik telah dilakukan,” ungkap Tato Virgianto.

“Mungkin dahulu aspek IPAL dinomor sekiankan dalam menjalankan sebuah produk industri, namun saat ini pemilik PT WIS menegaskan masalah IPAL dinomor satukan,” kata Tato Virgianto.

Saat ini PT WIS memang belum mengantongi perpanjangan Surat Ijin Usaha, meski sudah dalam proses sejak 17 Januari 2016 lalu.

“Berkas dan persyaratan PT WIS sudah diterima oleh pihak perijinan, tetapi sudah hampir dua tahun belum juga diterbitkan oleh pihak terkait, padahal dalam list tersebut persyaratan sudah di ceklis semua,” ungkap Tato Virgianto.

“PT WIS berharap pemerintah objektif dan fair dalam melakukan penindakan, karena PT WIS telah berupaya semaksimal mungkin mendukung kelestarian lingkungan,” kata Tato Virgianto, “PT WIS berharap pemerintah melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap upaya yang PT WIS lakukan,” pungkasnya.

Instalasi IPAL milik PT WIS memiliki 6 operator utama dan 3 operator bantuan yang terbagi dalam 3 shift.

Proses awal pengolahan limbah PT WIS dilakukan secara kimia, biologi, menggunakan bakteri, hingga proses fisika, kemudian diteruskan proses pengendapan cairan sisa produksi atau limbah, sampai akhirnya mengalir keluar dari pabrik PT WIS. (ST / BRH)

Comments are closed.