Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran Selenggarakan Mimbar Pemimpin Indonesia

ika unpadARCOM.CO.ID ,Bandung. Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) pada 10 Maret 2018 akan menyelenggarakan kegiatan Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI) dengan tema, “Ngaruwat Kandidat Keur Ngarawat Jawa Barat” kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian IKA UNPAD dalam perhelatan Pilkada.

Untuk menjelaskan kegiatan MIMPI, IKA UNPAD mengadakan Konferensi Pers, Rabu, (28/2/2018), di Ruang Rapat Bumi Padjadjaran jalan Singaperbangsa Bandung, turut hadir Budayawan dan pakar semiotika Dr. Acep Iwan Saidi S.S., M.Hum, Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global Fisip Unpad Dr. Yusa Djuyandi, dan Ketua Panitia MIMPI Iman Kadarisman.

Budayawan dan pakar semiotika Dr. Acep Iwan Saidi S.S., M.Hum dalam paparannya mengatakan,para Calon Gubernur Jawa Barat yang ikut dalam Pilgub Jawa Barat 2018 harus mempunyai Grand Design yang jelas, memiliki visi ke depan, dan mampu berbicara di pentas nasional, “Selama ini tidak ada kemajuan yang berarti,” tegasnya.

Lebih lanjut Acep Iwan Saidi menegaskan, dirinya melihat pemimpin asal Jawa Barat di tingkat nasional sangat minim, “Padahal kita memiliki SDM yang luar biasa,” ujarnya, “Selama ini pemimpin dari Jawa Barat tidak ada yang tembus ke tingkat nasional, padahal Jawa Barat memiliki SDM yang unggul,” ungkapnya.

Dalam diskusi Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI), Acep Iwan Saidi menginginkan para pemimpin partai politik mempunyai visi dan misi yang jelas bagi kadernya agar siap di tingkat nasional, “Diperlukan rencana yang matang, setidaknya disiapkan pada Pilgub Jawa Barat saat ini,” ujarnya.

“Kaderisasi yang disiapkan  para pemimpin partai politik harus dibudayakan, sehingga ke depan akan lahir pemimpin nasional asal Jawa Barat yang hebat,” tegas Acep Iwan Saidi, “Saat ini kita sangat merindukan hadirnya pemimpin nasional asal Jawa Barat, saya berharap bibit pemimpin nasional dapat lahir dari Jawa Barat,” tegasnya.

Mengenai Calon Gubernur Jawa Barat, Acep Iwan Saidi berharap Cagub harus mampu memahami bahwa Jawa Barat memiliki potensi terbesar di Indonesia dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam, dan Budaya, “Gubernur yang nanti terpilih harus mampu menahan penduduk desa agar  terus berada di desa dengan cara memberikan fasilitas yang dapat mensejahterakan penduduk desa, atau biasa kita dengar yaitu “Hiji Desa Hiji Leuit Duit, Hiji Kampung Hiji bumbung,” ujarnya.

“Calon Gubernur yang akan datang harus dapat memahami kebudayaan Tangible dan Intangible, selain itu harus dapat memahami kepemimpinan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal,” kata Acep Iwan Saidi, “Jangan sampai semua kekayaan yang dimiliki Jawa Barat berbalik menjadi ancaman keamanan jika tidak dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global Fisip Unpad Dr. Yusa Djuyandi dalam diskusi MIMPI mengatakan, potensi ancaman keamanan  tidak hanya datang dari luar seperti ancaman fisik, konflik, dan militer saja, tetapi ada juga ancaman non fisik seperti ketersediaan pangan, karena dampaknya tidak hanya skala regional, namun dapat mempengaruhi stabilitas nasional, “Untuk menjaga stabilitas diperlukan sinergitas yang komperhensif  antara pemerintahan daerah dengan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Ketua Panitia MIMPI Iman Kadarisman dalam penjelasnnya mengatakan, Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI) yang diselenggarakan oleh IKA UNPAD  dilaksanakan sebagai aplikasi dari visi dan misi IKA UNPAD yaitu Kuat, Bermanfaat, dan Bermartabat.

Nantinya kegiatan MIMPI yang diadakan di bulan Juni 2018 digelar dalam bentuk Talkshow interaktif dimana para pasangan kandidat diberi ruang secara luas untuk mensosialisasikan diri ke berbagai kalangan, khususnya kalangan intelektual kampus.

“MIMPI akan menampilkan pasangan kandidat baik secara simultan maupun terpisah untuk digali lebih detail dan mendalam mengenai konsep mereka,” kata Iman Kadarisman, “Kami berharap melalui MIMPI, para kandidat dapat memaparkan konsep dan pemikiran utamanya dalam bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, serta pertahanan dn keamanan,” tegasnya.

Lebih lanjut Iman Kadarusman menegaskan, kehadiran dan ketidakhadiran para kandidat dalam kegiatan MIMPI sebagai Test Case sampai sejauh mana kepedulian para kandidat terhadap Unpad, Alumni Unpad, dan Mahasiswa Unpad, “Melalui MIMPI kita dapat mengetahui bagaimana para kandidat dengan cerdas, lugas dan manusiawi dapat mengoptimalkan keberagaman budaya dan agama,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.