Mugi Sujana Dukung 1000 Persen Cawawalkot Bandung Yana Mulyana

20180329_094528-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Tokoh Masyarakat Kota Bandung Mugi Sujana saat ditemui seusai meninjau Pasar Palasari Bandung, Kamis pagi, (29/3/2018), menegaskan, dirinya secara pribadi mendukung 1000 persen Calon Wakil Walikota (Cawawalkot) Bandung Yana Mulyana menjadi Wakil Walikota Bandung mendampingi Oded M. Danial.

Hal ini ditegaskan Mugi Sujana yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Ormas BBC, “Saya akan mendukung penuh Pasangan Calon Walikota Bandung Oded M. Danial dan Calon Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana,” tegasnya, “Saya secara pribadi mendukung Yana Mulyana menjadi Calon Wakil Walikota Bandung, Insha Allah warga Bandung mendukung juga, karena Yana Mulyana orang Bandung asli, ‘piraku’ masyarakat Bandung ‘teu nyaah’ kepada warganya sendiri yang hendak mencalonkan menjadi Wakil Walikota Bandung,” ujarnya.

“Saya secara pribadi 1000 persen mendukung Yana Mulyana, karena Yana Mulyana sederhana, mau bekerja, berpendidikan, dan banyak bergaul di kalangan bawah maupun atas,” ungkap Mugi Sujana, “Inilah figur Yana Mulyana yang nantinya mampu memimpin kota Bandung,” tegasnya.

“Memilih Walikota Bandung dan Wakil Walikota Bandung harus sesuai hati nurani, yang pasti hati nurani saya mendukung Yana Mulyana menjadi Calon Wakil Walikota Bandung, ‘piraku’ ketuanya mendukung tapi anggota tidak medukung,” kata Mugi Sujana.

Seusai Mugi Sujana dan Calon Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengunjungi Pasar Palasari, Mugi Sujana memberikan beberapa pandangannya, “Saya sebagai warga Palasari menginginkan pasar yang bersih, indah, dan nyaman, agar masyarakat tidak merasa jijik untuk pergi ke pasar tradisional,” ungkapnya, “Saya lihat beberapa pasar tradisional sering terkena banjir, maka drainase harus segera dibetulkan,” tegasnya.

20180329_084758

Lebih lanjut Mugi Sujana mengatakan, ada beberapa masalah di kota Bandung yang harus segera dibenahi oleh Walikota dan Wakil Walikota Bandung terpilih, “Harga sembako saat ini sangat tinggi, mungkin saja ke depan, pemerintah bisa menstabilkan harga sembako, karena APBD kota Bandung cukup besar, mudah mudahan Pemkot Bandung bisa bekerjasama dengan para pengusaha sehingga harga sembako di kota Bandung stabil,” ujarnya.

“Saat ini beberapa golongan masyarakat di kota Bandung sudah tidak mampu berbelanja ke pasar, karena harga sembako sangat mahal,” ungkap Mugi Sujana, “Bahkan saya lihat beberapa golongan masyarakat di kota Bandung sarapannya hampir setiap hari mie instant,” ujarnya.

“Permasalahan selanjutnya di kota Bandung yang harus dibenahi, adalah masalah drainase,” tegas Mugi Sujana, “Drainase di kota Bandung harus diperbaiki, karena memang saluran air di kota Bandung belum sempurna, sehingga sering mengakibatkan banjir,” ujarnya.

“Masalah berikutnya adalah masalah perparkiran,” ungkap Mugi Sujana, “Sebagai contoh, di Pasar Palasari kemacetannya sangat fatal, sedangkan di dalam pasar Palasari banyak lahan kosong, maka saya mohon kepada Walikota Bandung terpilih agar kendaraan di sekitar jalan Palasari dapat dipindahkan ke dalam pasar, dan jangan parkir di badan jalan,” pungkasnya.

Calon Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana ketika diwawancara di Pasar Palasari Bandung mengatakan, ketika harga-harga bahan pokok menyentuh harga psikologis atau mahal, maka pemerintah harus melakukan operasi pasar bahkan memberikan subsidi kepada masyarakat golongan tertentu, “Hal ini dilakukan agar harga kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat,” tegasnya.

20180329_084512

Lebih lanjut Yana Mulyana menegaskan, pemerintah harus hadir pada saat terjadi gejolak harga, “Kenaikan harga bahan pokok terpengaruh Supply dan Demand, apabila Supply kurang karena demand tinggi di saat bulan puasa dan lebaran, maka hanya pemerintah yang bisa mendorong Supply bahan pokok lewat operasi pasar,” ujarnya.

Mengenai revitalisasi pasar di kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, dirinya telah beberapa kali mengunjungi pasar yang ada di Bandung, “Saya lihat pasar yang ada di kota Bandung harus direvitalisasi, contohnya lantai diperbaiki, saluran air diperbaiki, atap pasar diperbaiki tanpa perlu pedagang dipindahkan,” tegas Yana Mulyana, “Tidak perlu membangun pasar yang mewah, karena pasar punya nilai-nilai tradisional,” ujarnya.

“Kita harus ada keberpihakan kepada masyarakat karena saya lihat di pasar-pasar yang ada di kota Bandung terdapat penurunan pengunjung dan penurunan daya beli,” ungkap Yana Mulyana, “Karena mungkin pasar dianggap oleh konsumen sudah tidak nyaman untuk berbelanja, bahkan ada anggapan berbelanja ke pasar harus menggunakan sepatu bot,” ungkapnya.

“Pasar harus kembali ke konsep awal, yaitu sebagai pusat transaksi masyarakat,” tegas Yana Mulyana, “Kunci revitalisasi pasar adalah pasar dirapihkan, dibuat nyaman, terang, dan bersih bukan hanya untuk pedagang tapi buat konsumen,” ujarnya.

Mengenai aset-aset Pemkot Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, aset pemkot seperti pasar tradisional harus diperhatikan, “Kita tahu Kota Bandung tidak meraih predikat WTP karena masalah aset,” ujarnya, “Apabila masalah aset selesai, maka pemkot Bandung jika ingin bekerjasama atau membangun dengan pihak lain akan lancar,” ungkapnya, “Aset Pemkot Bandung ada kurang lebih 1000 hektar, bila semua terdata dan bersertifikat semua bentuk kerjasama akan lancar,” tegasnya.

20180329_083826

Mengenai kemacetan di Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, seperti diketahui, Kota Bandung banyak perlintasan kereta api, dan terlalu banyak persimpangan pendek, “Maka ke depan bisa diatasi dengan teknologi dengan cara membangun Fly Over atau terowongan,” ujarnya.

Ketika ditanya keluhan masyarakat kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, keluhan masyarakat masih didominasi tentang kemacetan, banjir, dan kesejahteraan.

Ketika ditanya awak media tentang permasalahan sampah di kota Bandung, Yana Mulyana yang juga Pendiri Radio Rase FM dan Ketua FKPPI Jawa Barat mengatakan, masyarakat kota Bandung harus mulai merubah kultur dalam membuang sampah, “Ke depan Bak sampah besar berwarna kuning di TPS dan pasar diharapkan sudah tidak ada tetapi yang ada adalah mesin pengolah sampah yang bersisian dengan Bank Sampah,” tegasnya.

“Di satu sisi kita harus berterima kasih kepada para pemulung karena sudah memilah sampah, nantinya sampah yang bermanfaat dimasukkan ke Bank Sampah, dan yang tidak bermanfaat dimasukkan ke dalam mesin pengolahan sampah,” pungkas Yana Mulyana. (BRH)

Comments are closed.