Pembongkaran SPBU Jalan Kebon Kawung Bandung oleh PT KAI Diduga Melanggar Prosedur

s1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Kebon Kawung Bandung seluas 1.800 m2 milik UD Mahkota atas nama Tubagus Setiawan yang berdiri di lahan PT KAI akhirnya ditertibkan oleh PT KAI, Selasa, (6/3/2018), dengan cara diratakan menggunakan alat berat berupa beko Excavator.

Namun Riri Angelita mewakili pihak Tubagus Setiawan yang menyewa lahan PT KAI melakukan perlawanan, dan menganggap pembongkaran / eksekusi yang dilakukan PT KAI terhadap bangunan SPBU jalan Kebon Kawung melanggar prosedur, karena pihak PT KAI tidak mampu menunjukkan Surat Eksekusi dari pihak Pengadilan.

Ditemui di lokasi pembongkaran SPBU jalan Kebon Kawung, Riri Angelita yang sebelumnya mencoba menghadang alat berat beko mengatakan, pihaknya menyesalkan pembongkaran yang dilakukan PT KAI terhadap bangunan SPBU Kebon Kawung Bandung, “PT KAI menyebutkan pembongkaran ini adalah penertiban, tetapi PT KAI tidak mampu menunjukkan Surat Penetapan Eksekusi dari PN Bandung,” tegasnya, “PT KAI tidak berpihak kepada warga yang ingin berusaha di jalur yang benar,” ujarnya.

s2Lebih lanjut Riri Angelita menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan keberatan kepada PT KAI melalui jalur hukum lanjutan, dan melaporkan ketidakadilan yang dialami pihak Tubagus Setiawan kepada pihak yang berwenang, “Kami menyadari lahan yang dijadikan SPBU Kebon Kawung milik PT KAI, namun kami mempersoalkan pihak PT KAI yang tidak menunjukkan Surat Eksekusi Pengadilan saat akan melakukan pembongkaran SPBU Kebon Kawung,” tegasnya.

Riri Angelita juga menyayangkan tindakan PT KAI yang dianggapnya diskriminasi karena hanya SPBU Kebon Kawung saja yang dilakukan pembongkaran, “Di luar sana masih banyak yang melanggar bahkan tidak membayar sewa kepada PT KAI tetapi dibiarkan dan tidak dibongkar,” ujarnya, “Saya mewakili pihak Tubagus Setiawan sebelumnya berharap PT KAI mempertimbangkan keberadaan SPBU Kebon Kawung sebagai lokasi penyedia bahan bakar bagi masyarakat yang melewati jalan Kebon Kawung,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan ratusan personel PT KAI dengan pengawasan dari anggota TNI dan pihak kepolisian yang hendak melakukan pembongkaran SPBU jalan Kebon Kawung Bandung sempat mendapatkan perlawanan dari Riri Angelita, namun wanita bertubuh mungil yang aktif di Lembaga bantuan Hukum ini tidak mampu menahan alat berat Beko Excavator yang menghancurkan bangunan SPBU Kebon Kawung Bandung yang berdiri sejak tahun 1994, “Di dalam bangunan yang dihancurkan masih banyak barang-barang kami yang tidak terselamatkan,” pungkasnya.

s3Manajer Humas Daop 2 PT KAI Joni Martinus ditemui di lokasi pembongkaran mengatakan, penertiban bekas SPBU Kebon Kawung baru bisa dilakukan Selasa pagi, (6/3/2018), “SPBU Kebon Kawung sudah tidak diperpanjang sejak tahun 2004, dan keputusan hukumnya sudah inkrah dari pengadilan tahun 2017,” ujarnya.

Lebih lanjut Joni Martinus mengatakan, eksekusi bekas SPBU Kebon Kawung telah menempuh proses hukum sejak 2004, “Tidak ada lagi kerjasama kontrak sewa lahan antara PT KAI dan penyewa,” ungkapnya, “PT KAI telah melakukan mediasi beberapa kali kepada pihak SPBU selaku penyewa lahan,” ujarnya, “Pihak PT KAI menawarkan kepada pemilik SPBU Kebon Kawung untuk merelokasikan usahanya di wilayah Cicalengka,” kata Joni Martinus.

Rencananya lahan bekas SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI akan digunakan untuk mengoptimalisasikan pelayanan PT KAI terhadap masyarakat, “Rencana revitalisasi dan keterlibatan dalam rencana pembangunan bekas SPBU Kebon Kawung merupakan kebijakan dan kewenangan pusat,” pungkas Joni Martinus. (BRH)

Comments are closed.