Perwiranusa Jabar Siap Bangun Rumah Rakyat Sesuai Standar Pemerintah

20180310_121330

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Umum Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa) Pusat Arief Suryo Handoko menegaskan, Perwiranusa saat ini sedang berusaha satu suara untuk membangun rumah rakyat yang baik dan benar sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah.

Hal ini ditegaskan Arief Suryo Handoko di sela-sela Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa) Provinsi Jawa Barat Masa Bhakti 2018-2023, bertajuk, “Membangun Rumah Rakyat Untuk Jawa Barat”, Sabtu, (10/3/2018), di Ballroom Hotel Bidakara Grand Savoy Homann jalan Asia Afrika Bandung.

Turut hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Umum DPW Perwiranusa Provinsi Jawa Barat Yan Permana, dan jajaran pengurus Perwiranusa Provinsi Jawa Barat.

“Kendala yang terjadi saat ini di bidang properti yaitu, tidak semua pengembang mau membuat rumah murah karena keuntungannya tipis,” kata Ketua Umum DPP Perwiranusa Arief Suryo Handoko di awal paparannya, “Namun untuk menyiasati hal tersebut Perwiranusa yang concern membangun rumah rakyat bermain kuantitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Arief Suryo Handoko mengakui, kontribusi Perwiranusa dalam program satu juta rumah memang masih sedikit, “Tetapi Perwiranusa di tahun 2018 berusaha untuk lebih baik, dan kami berharap untuk ke depannya kontribusi Perwiranusa untuk program satu juta rumah bisa mencapai 15 sampai 20 persen,” tegasnya.

Arief Suryo Handoko mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan, Perwiranusa akan membangun perumahan di wilayah timur Indonesia, “Karena di wilayah timur peluang untuk membangun rumah rakyat sangat banyak,” ujarnya.

Mengenai konsep satu hektar per Kecamatan, Arief Suryo Handoko mengatakan, konsep tersebut bagus, hanya untuk memulainya tidak mudah, “Kita saat ini sedang berusaha membuat satu suara untuk membangun rumah yang baik dan benar sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah, itu dahulu, setelah itu baru kita bicara target-target,” ujarnya.

20180310_104656

Mengenai Perwiranusa, Arief Suryo Handoko mengungkapkan, visi dan misi Perwiranusa adalah membangun bangsa dengan properti, “Karena di Indonesia masih kekurangan 13 juta rumah rakyat, dan di Jawa Barat masih kekurangan 5 juta rumah rakyat,” tegasnya.

“Hal yang paling penting adalah menjaga mutu rumah, terutama untuk kalangan rumah murah, karena saat ini masih banyak pengembang yang menyepelekan dan sekedar asal bangun rumah,” ungkap Arief Suryo Handoko, “Kasihan jika tentara dan polisi yang menempati rumah baru sudah bocor,” ujarnya.

“Saat ini Perwiranusa berusaha membangun rumah yang terbaik, dan kami membangun rumah bukan untuk proyek, tetapi untuk industri,” tegas Arief Suryo Handoko, “Perwiranusa saat ini paling banyak membangun rumah untuk TNI dan Polri, dan kami membangun rumah dengan hati,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Arief Suryo Handoko mendukung ide Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk membangun Condo Cluster di kota Bandung.

Ketua Umum DPW Perwiranusa Provinsi Jawa Barat Yan Permana mengungkapkan, anggota Perwiranusa adalah para Kontraktor, Suplier dan Multi Profesi yang memiliki keahlian dan menunjang pembangunan perumahan rakyat, “Dengan jargon Bumi Kanggo Sadaya, Perwiranusa Provinsi Jawa Barat adalah mitra pemerintah dan berusaha bermanfaat nyata bagi konsumen dan masyarakat untuk membangun rumah layak huni,” ujarnya.

Lebih lanjut Yan Permana mengatakan, Perwiranusa Provinsi Jawa Barat mendukung program 1 juta rumah untuk rakyat Indonesia, “Namun kami memerlukan kerjasama dari semua pihak baik, perbankan dan pemerintahan kabupaten maupun kota,” tegasnya.

“Semoga kepengurusan Perwiranusa Provinsi Jawa Barat dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat Jawa Barat untuk membangun rumah rakyat layak huni dan dengan harga terjangkau,” ungkap Yan Permana.

20180310_110846

Saat sesi wawancara, Yan Permana mengatakan, pengembang yang bergabung di Perwiranusa Jawa Barat dipastikan mencapai targetnya, “Karena di Perwiranusa banyak dari pihak Bank yang bergabung bersama baik itu Bank BUMN maupun Bank swasta,” tegasnya.

Lebih lanjut Yan Permana mengatakan, pengemudi Ojek Online sebenarnya dapat membeli rumah apabila pendapatan mereka dikumpulkan, “Perwiranusa Jawa Barat dapat membantu pengemudi Ojek Online, dengan melakukan Collect setiap hari selama satu bulan sampai tercapai Paymentnya,” ungkapnya.

Mengenai konsep, Yan Permana mengatakan, Perwiranusa Jawa Barat telah memiliki konsep dari kementerian PUPR bahwa untuk membangun rumah harus menggunakan bahan bangunan sesuai standar Kementerian PUPR, “Jadi setiap pengembang nantinya akan diperiksa dan diaudit,” ujarnya, “karena apabila pengembang membangun rumah yang tidak sesuai standar, maka pengembang sendiri yang akan rugi, karena ada Buy Back Guarantee dari Pengembang,” pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam sambutannya mengatakan, saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di bidang perumahan rakyat, “Rakyat punya hak untuk mendapatkan rumah layak,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kebanyakan pengembang membangun perumahan menengah ke atas, padahal di tahun 2018 pasar menengah ke atas sedang lesu, “Terima kasih untuk Perwiranusa yang concern membangun perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR, karena bila fokus hasilnya pasti baik,” ujarnya.

“Saya menegaskan, rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah harus memiliki tiga kamar, dan untuk mewujudkannya harus disubsidi besar-besaran, sayang jabatan saya tinggal 3 bulan lagi, jadi silahkan nantinya Perwiranusa Jawa Barat bekerjasama dengan Gubernur Jawa Barat yang baru,” pungkas Gubernur.

Seperti diketahui, sejak tanggal 24 Desember 2018, Asprumnas berubah menjadi Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa), Perwiranusa sendiri merupakan wadah profesi bagi para pengembang Rumah Rakyat di Indonesia. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.