Ulama Jawa Barat Deklarasi Anti Hoax

IMG-20180315-WA0025

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Puluhan Ulama dan umat Islam se-Jawa Barat mendeklarasikan anti hoax dan mendukung terciptanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat yang damai dan kondusif.

Kegiatan Deklarasi Anti Hoax dikemas dalam sebuah pengajian ini di Masjid Al-Munawwaroh, Rancabentang, Cibeureum Bandung, Rabu malam, (14/3/2018).

Pembina Majelis Taklim Sayyidul Wujud Habib Ahmad Kazim Al-Kaff mengatakan, deklarasi anti hoax diadakan dengan tujuan memerangi berita bohong yang saat ini ramai beredar terutama di kalangan generasi muda di Jabar.

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff mengatakan, generasi muda saat ini perlu dibimbing agar tidak termakan isu berita bohong atau hoax yang dapat memecah belah umat.

“Generasi muda perlu bimbingan, terutama untuk mencegah hal-hal yang dapat memecah belah keadaan dan norma agama ataupun antar umat beragama,” kata Habib Ahmad Kazim Al-Kaff.

“Diantara mereka kadang tidak mengerti bagaimana bersikap, terutama di Sosial Media, karena di Sosmed kita harus bijak menggunakannya, oleh karena itu sedikit demi sedikit kita arahkan untuk bijak menggunakan Sosmed, tegas Habib Ahmad Kazim Al-Kaff .

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff menambahkan, betapa pentingnya masyarakat dalam menggunakan Sosmed untuk terciptanya kondusifitas negara, “Apalagi belakangan ini banyak pihak tertentu yang kerap menggunakan Sosmed untuk menyebarkan berita bohong,” ungkapnya.

“Kebijakan menggunakan Sosmed sangat penting, jangan sampai disalahgunakan untuk memecah belah umat, terutama saling fitnah dengan cara mengedarkan berita bohong,” tegasnya.

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff mengatakan, saat ini banyak dampak negatif dari beredarnya hoax, “Salah satunya saling fitnah tanpa didasari kebenaran,” ujarnya.

“Luar biasa dampak hoax, mereka saling menghujat, saling memaki dengan tidak ada kepastian fakta,” kata Habib Ahmad Kazim Al-Kaff.

“Mereka selalu berkata bohong, dan menyebarkannya seperti penyakit,” ungkap Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, “Penyakit ini yang harus kita obati, dan mereka-mereka yang menyebarkan hoax harus diberi pengertian, apalagi saat ini telah ada UU ITE yang siap menjerat para pelaku hoax,” tegasnya.

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff mengatakan, masyarakat khususnya umat Islam agar tidak termakan hoax yang akan berakibat bagi dirinya sendiri, “Hal itu melanggar Undang-Undang negara, jangan sampai mereka terkena dampaknya, baik dari hukum negara maupun siksa akhirat,” tegasnya.

Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, di Jawa Barat, Habib Ahmad Kazim Al-Kaff mengatakan, peran ulama sangat diperlukan untuk memerangi berita-berita bohong.

“Bagi para Ulama, Assatidz, Ustad dan majelis taklim, Pilkada Jabar saat ini sedang berlangsung, maka tugas kami menjaga kondusifitas, keamanan, dan kebersamaan umat di Jabar agar selalu bersatu,” tegas Habib Ahmad Kazim Al-Kaff.

“Apapun keputusannya, dan siapapun pemenangnya, kami para Ulama harus bersatu dan menyatakan cinta Jabar,” ujar Habib Ahmad Kazim Al-Kaff.

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff berharap deklarasi anti hoax dapat menyebar ke seluruh pelosok negeri.

“Kami berharap deklarasi ini bisa menular ke tempat lain agar mereka tahu, dan sadar hoax itu salah, dan mudah-mudahan tidak hanya di Jabar saja, namun di seluruh Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI,” pungkas Habib Ahmad Kazim Al-Kaff. (BRH / ASP)

Comments are closed.