Cegah Paham Radikalisme, Desa Bojongmalaka Terapkan Peraturan Tamu Wajib Lapor

bojongmalaka1ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Pemerintah Desa Bojongmalaka saat ini melakukan kegiatan rutin seminggu sekali yang di hadiri seluruh Aparat Pemerintah Desa, mulai dari RT hingga RW, tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan, untuk itu Pemerintah Desa Bojongmalaka menerapkan aturan tamu wajib lapor untuk mengantisipasi masuknya kembali paham radikalisme dan pelaku teror di Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Kepala Desa Bojongmalaka Asep Deni S.E., dalam keterangannya, Sabtu, (31/3/2018), mengatakan, di Desa Bojongmalaka telah terjadi penyebaran paham radikalisme, hal ini dibuktikan dengan di tangkapnya salah satu warga Bojongmalaka yang di duga sebagai pelaku teroris ISIS, sehingga saat ini perangkat Desa Bojongmalaka selalu mengadakan pengawasan rutin untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi.

“Tujuan pertemuan rutin ini sebagai pengawasan terhadap paham radikalisme, dan supaya paham radikalisme ini tidak masuk kembali ke desa Bojongmalaka,” tegas Asep Deni, “Memang paham radikalisme pernah ada di tahun 2015, dan ada penangkapan teroris yang mana kejadian tersebut tidak kami ketahui, sehingga kami sebagai Pemerintah Desa merasa kecolongan dengan kejadian tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Asep Deni mengungkapkan, dalam pertemuan ini dibicarakan bagaimana peningkatan pengamanan tamu wajib lapor, sehingga ada pengawasan khusus dari pemerintah dan masyarakat terhadap para pendatang, “Sebenarnya yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah pendatang, dan khusus pendatang wajib lapor,” tegasnya.

bojongmalaka 2Asep Deni mengatakan, Pemerintah Desa berkomitmen dengan para RW untuk menjalankan pengamanan tamu wajib lapor, “Wajib lapor kami terapkan di setiap RW yang ada di Bojongmalaka,” ungkapnya, “Kami sudah berkoordinasi dengan para RW yang ada di Desa Bojongmalaka, dari RW 1 sampai RW 17,” ujarnya.

Asep Deni menegaskan, sebagai tindakan prepentif, Pemerintah Desa Bojongmalaka menegaskan agar paham radikalisme tidak menular kegenerasi muda, “Selain melakukan sosialisasi, kita juga sudah menyebarkan brosur mengenai tamu wajib lapor khusus untuk para pendatang,” ujarnya, “Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan prepentif dari kita, agar jangan sampai paham radikalisme menular kepada generasi muda yang ada di Desa Bojongmalaka,” tegasnya.

“Kita tegaskan, paham radikalisme sangat bertentangan dengan konsep negara kesatuan Republik Indonesia, dan paham radikalisme mengancam generasi muda, sehingga seluruh elemen masyarakat serta pemerintah menolak keras kehadiran paham radikalisme dan pelaku teror,” tegas Asep Deni.

Di akhir paparannya, Asep Deni menegaskan, paham radikalisme sangat bertentangan dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sangat berbahaya bagi generasi muda, “Sehingga kami bersama-sama masyarakat dan Pemerintah Bojongmalaka sangat menolak kehadiran paham radikalisme teroris,” pungkas Asep Deni. (BRH /ASP)

Comments are closed.