Dodo Suhendar: Rumah Sakit Harus Layani Pasien Miras Oplosan

20180411_181925

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar menegaskan, semua Rumah Sakit yang ada di Jawa Barat harus melayani pasien kasus miras oplosan tanpa melihat pasien tersebut memiliki biaya atau tidak.

Hal ini ditegaskan Dodo Suhendar saat Konferensi Pers Kejadian Luar Biasa Miras Oplosan, Rabu, (11/4/2018), di Ruang Rapat Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat jalan Pasteur Bandung.

“Rumah Sakit harus melayani pasien kasus miras oplosan, dan pihak Provinsi akan membantu sarana apa saja yang dibutuhkan Rumah Sakit,” kata Dodo Suhendar di awal paparannya.

Lebih lanjut Dodo Suhendar mengatakan, kasus keracunan minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Bandung merupakan kasus yang tragis, “Bahkan pasien korban miras oplosan yang dirawat pihak RSUD Cicalengka mencapai 103 orang dan 31 orang meninggal,” ungkapnya, “Saya berharap Rumah Sakit jangan sampai tidak siap dan kekurangan infus,” tegasnya.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, yang terpenting saat ini adalah bagaimana upaya pencegahan secara sinergis,” tegas Dodo Suhendar.

20180411_180811

“Kasus miras oplosan terjadi salah satunya adalah ketidakpahaman korban terhadap zat kimia tertentu,” ungkap Dodo Suhendar, “Miras oplosan tidak ada pengawasan yang jelas, bahkan dicampur Autan, Spirtus, dan alkohol murni yang bila diminum cepat merusak organ tubuh” ujarnya.

“Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berharap agar kasus miras oplosan di Kabupaten Bandung menjadi kejadian yang terakhir, dan kami terus berupaya memberikan pelayanan terhadap korban dan memberikan status darurat Kejadian Luar Biasa di Kabupaten Bandung agar semua pihak terlibat,” ujar Dodo Suhendar.

Dodo Suhendar menegaskan, detoxifikasi racun dan pengambilan sampel darah serta urine korban miras oplosan harus dilakukan agar diketahui apa saja kandungan di dalam miras oplosan, “Setelah dilakukan pengujian ternyata para korban mengalami keracunan metanol yang biasanya dipakai untuk bahan bakar,” ungkapnya.

“Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan melakukan langkah-langkah preventif agar masyarakat sadar dan mengertahui bahaya miras oplosan,” kata Dodo Suhendar, “Ada gejala lemahnya daya tahan masyarakat, sehingga ketika stres mereka lari ke minuman keras,” pungkasnya.

Sebanyak 339 Rumah Sakit yang ada di Jawa Barat siap menangani korban miras oplosan yang hingga saat ini sudah mencapai 145 orang (Kabupaten Bandung), dengan kematian mencapai 41 orang.

Bahkan di RSUD Cicalengka, korban miras oplosan yang dirawat mencapai 103 orang dan 31 orang meninggal, sedangkan di RSUD Majalaya terdapat 60 pasien yang dirawat dan 3 orang meninggal, untuk RS AMC korban miras oplosan yang dirawat sebanyak 16 orang dan meninggal 7 orang. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.