Jelang Masa Jabatan Berakhir, Ketua KPPU dan Komisioner Temui Jurnalis Bandung

20180420_174638

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menjelang masa jabatan Ketua dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berakhir, Ketua KPPU Syarkawi Rauf dan para Komisioner KPPU menemui para Jurnalis kota Bandung di acara Forum Jurnalis, Jumat, (20/4/2018), di Crowne Plaza jalan Lembong Bandung.

Berbagai permasalahan mengenai persaingan usaha selama lima tahun terakhir dibahas oleh Ketua KPPU dan para Komisioner KPPU, diantaranya permasalahan akuisisi Uber oleh Grab.

“Terkait akuisisi Uber oleh Grab, pihak Grab sudah melapor kepada KPPU dan telah memberikan dokumen yang KPPU minta,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf di awal paparannya, “Kami mengakui hal ini akuisisi yang tidak biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut Syarkawi Rauf mengatakan, dalam akuisisi ini pihak Grab membeli aset Uber, dimana Uber sebagai perusahaan tetap eksis dan tidak ada perubahan kendali di Uber, “Namun aset-aser Uber beralih ke pihak Grab,” ujarnya.

20180420_175704

Namun yang membuat KPPU tidak bisa mengambil tindakan atas akuisisi Uber oleh Grab dikarenakan notifikasi penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan diberitahukan kepada KPPU setelah penggabungan, peleburan dan pengambilalihan dilakukan.

“Terkait akuisisi Uber oleh Grab, masih banyak kasus akuisisi yang tidak dilaporkan, karena beberapa perusahaan tidak paham, padahal secara aturan Badan Usaha yang diambil alih,” tegas Syarkawi Rauf.

Selain itu kewenangan KPPU begitu terbatas untuk mendapatkan alat bukti dugaan pelanggaran, karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk melakukan upaya paksa, penyitaan dan penggeledahan.

Bahkan proses eksekusi putusan KPPU tidak efektif, sehingga banyak putusan komisi yang sudah berkekuatan hukum tetap tidak dilaksanakan oleh pelaku usaha.

20180420_162250

Seusai membahas akuisisi Uber oleh Grab, Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, 27 April 2018 masa jabatannya akan berakhir, “Selama lima tahun salah satu strategi KPPU adalah menggandeng Media,” ujarnya, “Forum Jurnalis selalu diadakan oleh KPPU, karena bermanfaat sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat apa saja tugas-tugas KPPU, sehingga masyarakat semakin mengenal KPPU,” tegasnya.

“KPPU berharap bila ada informasi mengenai persaingan usahan yang tidak benar agar disampaikan kepada KPPU, karena banyak kasus persaingan usaha yang informasinya diperoleh dari media,” kata Syarkawi Rauf, “Apabila ada pihak yang mendistorsi pasar segera laporkan kepada KPPU,” tegasnya.

“Selama ini KPPU Concern menjaga hubungan baik dengan para wartawan,” kata Syarkawi Rauf, “Bahkan KPPU-nya Australia dan Korea selalu menggelar Press Conference bila ada masalah terkait Persaingan Usaha,” ungkapnya, “Selain itu KPPU-nya Korea dan Jepang bila ada yang ingin di dorong oleh mereka, maka partner aliansinya adalah media,” tegasnya, “Oleh sebab itu KPPU selalu menjalin hubungan baik dengan para wartawan di Indonesia,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Syarkawi Rauf mengatakan, masih banyak kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip persaingan usaha.

Concern KPPU selama lima tahun terakhir adalah pola kemitraan yang benar, tanpa eksploitasi, dan kemitraan yang sehat serta saling mempercayai. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.