Keluarga Besar Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat Berkumpul di Kota Bandung

IMG-20180409-WA0025-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Keluarga Besar Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dari berbagai daerah akhirnya berkumpul di kota Bandung untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan doa restu.

Kegiatan bertajuk Silaturahmi Keluarga Besar Sudrajat berlangsung, Senin, (9/4/2018), di RM Sindang Reret jalan Surapati Bandung.

Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dalam sambutannya mengatakan, dirinya dan beberapa keluarga besar telah bertahun-tahun tidak bertemu, “Akhirnya saya bertemu dengan keluarga yang berasal dari Jakarta, Bogor, Soreang, Garut, Bandung, dan beberapa daerah lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Sudrajat mengatakan dirinya saat ini selalu dimonitor dan dalam pengawasan Panwaslu maupun KPU, “Saya tegaskan kegiatan silaturahmi keluarga ini bukan kampanye,” ujarnya, “Tetapi kalau Keluarga Besar Sudrajat tidak disuruh juga pasti nyoblos saya,” ujarnya, “Tetapi yang pasti cucu-cucu saya tidak bisa saya ajak karena ada aturannya,” ungkapnya.

Sudrajat dalam kesempatan ini memohon pamit kepada keluarga besarnya, “Saya mohon pamit dan minta doa restu di Pilkada Jabar,” ujarnya.

Sudrajat mengungkapkan dirinya sudah pernah berkarir menjadi Jenderal dan Duta Besar, “Sebelum maju menjadi Calon Gubernur Jabar saya sedang menikmati masa pensiun dan merintis di perusahaan,” ungkapnya, “Saya mendapat uang pensiunan Dubes 4 juta rupiah, dan uang pensiunan Jenderal 4 juta rupiah juga,” ujarnya.

Sudrajat di depan keluarga besarnya kembali menceritakan komunikasinya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, “Pada tanggal 5 Oktober 2017 Prabowo menelpon saya dan meminta ijin untuk datang ke rumah saya, namun akhirnya kami bertemu di tempat netral,” ungkapnya.

“Pada saat itu Prabowo kesulitan mencari Calon Gubernur Jabar yang memiliki 5 syarat,” ungkap Sudrajat, “Lima syarat tersebut adalah, Nyunda, Nyantri, Nyakola, Nyantika, dan Nyatria,” ujarnya.

“Nyunda disini artinya paham tentang Jawa Barat, tidak mesti orang Sunda, tetapi orang yang mengetahui nilai-nilai Kesundaan,” tegasnya.

20180409_150228-1

“Seperti kita ketahui bersama, 93 persen orang Jawa Barat beragama Islam, maka diperlukan pemimpin yang bertakwa,” tegas Sudrajat, “Selain itu di Jawa Barat terdapat 12 ribu Pesantren dan 150 ribu Masjid,” ungkapnya.

“Pemimpin Jawa Barat sekolahnya harus benar atau Nyakola, sedangkan Nyantika artinya profesional dan punya pengalaman memimpin orang dan tahu tata pemerintahan,” tegas Sudrajat.

“Kembali ke obrolan saya dengan Prabowo, saat itu Prabowo mengatakan dirinya tidak punya calon lain sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, dan meminta saya menjadi Cagub Jabar,” ungkap Sudrajat, “Akhirnya saya meminta waktu satu bulan untuk berpikir,” ujarnya.

“Akhirnya isteri mengikhlaskan saya untuk berkarir lagi dan menjadi Calon Gubernur Jawa Barat,” ungkap Sudrajat, “Isteri mewakafkan saya untuk Jawa Barat,” ujarnya.

“Maka ketika saya nanti terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat maka Bos saya adalah masyarakat Jabar,” tegas Sudrajat, “Ini resiko yang harus saya ambil, dan merupakan suatu panggilan bagi seorang prajurit, karena akhir pengabdian prajurit adalah tembakan salvo di udara,” ujarnya.

“Usia efektif saya tinggal 5-10 tahun lagi, maka tua dan mati itu sudah pasti, tetapi yang tidak boleh berhenti adalah tumbuh lewat prestasi dan bakti, itulah filosofi saya,” kata Sudrajat.

“Akhirnya satu bulan berlalu, Prabowo kembali menghubungi saya, dan kami bertemu pada 9 November 2017,” ungkap Sudrajat.

“Saat bertemu dengan Prabowo yang ingin mengusung saya menjadi Calon Gubernur Jawa Barat, saya katakan bahwa saya tidak memiliki banyak uang dan tidak mampu menyediakan logistik,” kata Sudrajat, “Namun Prabowo bilang bahwa masalah biaya tidak perlu dipikirkan, Prabowo berpesan agar saya bekerja dan berbakti untuk Jawa Barat,” ungkapnya, ”

“Jadi sampai detik ini saya tidak pernah keluar uang sedikitpun untuk kampanye, kecuali acara silaturahmi keluarga besar yang uangnya dari saya pribadi,” ujar Sudrajat.

IMG-20180409-WA0024

“Padahal biaya untuk menjadi Calon Gubernur Jawa Barat adalah sebesar 300 miliar rupiah,” ungkap Sudrajat,

Sudrajat menegaskan, dirinya menjamin Pilkada Jawa Barat tidak akan Chaos, “Memang benar masyarakat Indonesia tersekat-sekat semenjak peristiwa 212,” ungkapnya, “Namun kita jangan diombang-ambingkan oleh hoax,” pungkasnya.

Adik Sudrajat, Edi Kuswaedi sebagai pemrakarsa Silaturami Keluarga Besar Sudrajat mengatakan, acara ini diadakan karena seluruh keluarga besar ingin bertemu dengan Sudrajat, “Akhirnya saya inventarisir dan saya cari momentumnya,” ujarnya.

“Keluarga Besar Sudrajat ingin mendukung Sudrajat secara pribadi dan secara keluarga, serta ingin memberikan doa restu,” ungkap Edi Kuswaedi.

“Acara ini diadakan karena Keluarga Besar Sudajat sudah lama tidak pernah bertemu Sudrajat, bahkan ketika Lebaran keluarga yang berkumpul tidak lengkap,”kata Edi Kuswaedi, “Akhirnya kali ini bisa kumpul walaupun belum semua,” ujarnya.

“Ide acara ini dari saya, bekerjasama dengan keluarga yang ada di daerah-daerah, kebetulan saya sudah pensiun maka saya mengkoordinir keluarga besar per wilayah, dan menanyakan siapa saja yang mau hadir, akhirnya kami tetapkan pertemuan di kota Bandung,” ungkap Edi Kuswaedi.

“Keluarga besar berharap Sudrajat bisa amanah, dan bila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat bisa melaksanakan aspirasi masyarakat Jawa Barat,” tegas Edi Kuswaedi.

“Tetapi yang paling penting keluarga besar Sudrajat tidak mau KKN, dan hal itu sudah kita tanamkan sejak dulu,” kata Edi Kuswaedi, “Jangan takut miskin dan kerja dengan apa adanya,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.