Panwaslu Kota Bandung Akan Tindak Lanjuti Temuan Media Terkait Pelanggaran Pilkada 2018

p1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyyah menegaskan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Bandung akan menindak lanjuti temuan-temuan dari Media terkait pelanggaran yang dilakukan para Calon Walikota Bandung  dan Calon Wakil Walikota Bandung di Pilkada Serentak 2018.

Hal ini ditegaskan Farhatun Fauziyyah di kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan Media Massa di Kota Bandung dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2018 bertajuk, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, Kamis, (5/4/2018), di d’best Hotel Sofia jalan Tengku Angkasa Bandung.

“Temuan dari Media sangat potensial, dan akan kami tindak lanjuti,” kata Farhatun Fauziyyah di awal paparannya, “Kami berharap Media dapat ikut berpartisipasi mensukseskan Pilkada Serentak 2018, dan Panwaslu Kota Bandung berharap tahapan kampanye dapat disosialisasikan oleh Media kepada masyarakat,” ujarnya, “Namun Media juga dapat menjadi peredam sekaligus pemicu di Pilkada Serentak 2018,” tegasnya,

Lebih lanjut Farhatun Fauziyyah mengatakan, Panwaslu Kota Bandung genap berusia 10 tahun, “Lembaga kami perlu diekspose kepada masyarakat,” tegasnya, “ Panwaslu Kota Bandung ada mulai dari tingkat Kelurahan, dan kami akan melantik pengawas Kelurahan untuk mengawasi jalannya Pileg dan Pilpres,” ungkapnya.

“Kami memiliki Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) yang honornya tidak seberapa sebagai pintu masuk semua pengaduan dari masyarakat,” ungkap Farhatun Fauziyyah, “Sudah pasti PPL tidak akan mampu mengcover semua pengaduan, oleh karenanya kami mengharapkan partisipasi media dan masyarakat, karena kedaulatan ada di tangan masyarakat,” pungkasnya.

p2Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kota Bandung Zacky Muhammad Zam Zam mengatakan, kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan Media Massa di Kota Bandung dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2018 merupakan kegiatan pertama kali Panwaslu Kota Bandung yang mengundang Media, “Terkadang Panwaslu Kota Bandung kerepotan dengan berita-berita dugaan pelanggaran yang ditayangkan oleh Media,” ungkapnya, “Oleh karena itu kami mengharapkan independensi dan netralitas Media di Pilkada Serentak Tahun 2018,”  tegasnya,

Lebih lanjut Zacky Muhammad Zam Zam mengungkapkan, Pilkada di Kota Bandung memiliki masa kampanye terpanjang yaitu lebih dari tiga bulan, “Maka diperlukan sinergitas untuk menciptakan Pilkada yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Zacky Muhammad Zam Zam mengatakan, beberapa isu penting di Pilkada Serentak Tahun 2018 diantaranya, kampanye hitam di media sosial, isu SARA, netralitas ASN  dan Money Politics, “Panwaslu Kota Bandung mengalami dilema saat bulan Ramadhan, karena dipastikan Paslon akan memberikan sumbangan kepada masyarakat dalam bentuk zakat dan shodaqoh, dan tidak mungkin kami melarang paslon memberikan zakat dan shodaqoh,” ujarnya.

“Selain itu untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus hati-hati ketika berfoto dengan Paslon, dan jangan menggunakan kode jari untuk memperlihatkan no urut Paslon, karena sanksinya adalah meminta maaf kepada publik melalui media massa,” pungkas Zacky Muhammad Zam Zam. (BRH)

Comments are closed.