SD Muhammadiyah 7 Bandung Menggelar Kreasi Seni Siswa

20180403_102202

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 Bandung kembali menggelar Kreasi Seni Siswa Level 2 dan 3, Selasa, (3/4/2018), di Lapangan SD Muhammadiyah 7 jalan Kadipaten Raya No.4-6 Antapani Bandung.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Bandung Iwan Kurniawan, M.Ag., menjelaskan, SD Muhammadiyah 7 Bandung berkomitmen menyelenggarakan acara tematik bagi siswa-siswinya dan menyelenggarakan acara yang memiliki makna.

“Makna ini diwujudkan lewat penilaian akhir atau ekspresi sehingga anak dapat memaknai tema tersebut lewat berbagai kegiatan-kegiatan,” kata Iwan Kurniawan.

Lebih lanjut Iwan Kurniawan mengungkapkan, Kreasi Seni Siswa Level 2 dan 3 yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 7 Bandung kali ini menampilkan berbagai kesenian, kebudayaan, dan pembelajaran, “Kesemuanya diekspresikan lewat karya dan pentas,” ujarnya, “Selanjutnya diadakan Kreasi Seni Siswa Level 4, 5, dan 6,” ungkapnya.

20180403_103007

“Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh semua siswa SD Muhammadiyah 7 Bandung mulai dari kelas 1 hingga kelas 6,” ungkap Iwan Kurniawan.

SD Muhammadiyah 7 Bandung yang sarat dengan prestasi saat ini memiliki 1180 siswa, 36 kelas, dan 88 guru, sekolah ini setiap semester selalu mengadakan Assembly yaitu kegiatan dimana seluruh siswa, guru, dan orang tua berkumpul di satu tempat, hal ini dilakukan agar anak punya peluang untuk mengekspresikan dirinya.

Mengenai berbagai prestasi yang telah dicapai SD Muhammadiyah 7 Bandung, Iwan Kurniawan mengungkapkan, SD Muhammadiyah 7 sering mengikuti lomba tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional, “Kami selalu mengikuti berbagai kejuaraan baik yang diadakan oleh kedinasan ataupun bukan kedinasan,” ujarnya, “Alhamdulillah SD Muhammadiyah 7 Bandung telah meraih berbagai prestasi nasional maupun internasional,” ungkapnya.

“Belum lama ini siswa SD Muhammadiyah 7 Bandung meraih juara bidang keagamaan tingkat Provinsi, mendapat juara bidang Science yaitu kejuaraan Robotik di Singapura, dan Juara Olimpiade Matematika Internasional di Singapura,” ungkap Iwan Kurniawan.

20180403_102359

“Kami memahami bahwa semua anak memiliki multi kecerdasan, maka pihak sekolah memfasilitasi dan mewadahi kemampuan tersebut,” tegas Iwan Kurniawan, “Pada akhirnya pihak sekolah bisa memberikan anak-anak tempat untuk berekspresi dan mengembangkan seluruh bakatnya,” ujarnya.

Mengenai kendala pengajaran di SD Muhammadiyah 7 Bandung, Iwan Kurniawan mengungkapkan, kendala pengajaran memang ada, tetapi pihak sekolah berusaha tidak mengalah dan menyerah, justru pihak sekolah membuat langkah, teknik, dan strategi pengajaran agar pembelajaran bisa berlangsung dengan baik, “Saat ini ada perubahan kurikulum dari 2006 ke 2013, maka pihak sekolah harus pandai membuat pembelajaran yang menarik untuk anak,” ujarnya.

Mengenai larangan membawa Gadget ke sekolah, Iwan Kurniawan mengungkapkan, larangan membawa gadget bagi anak SD memang ada, tetapi masih ada beberapa anak yang membawa Gadget yang digunakan hanya untuk berkomunikasi dengan orang tua dengan kesepakatan pihak sekolah, “Tetapi Gadget tidak digunakan ketika ada pembelajaran di sekolah,” tegasnya.

Mengenai kurikulum Sekolah Dasar, Iwan Kurniawan mengungkapkan, saat ini kurikulum yang diharuskan pemerintah adalah kurikulum tahun 2013, tetapi ujiannya parsial, dan hal inilah yang menjadi masalah, “Bobot soal dan kedalaman soal kurikulum 2013 tidak sebanding dengan ujiannya sehingga ada beberapa yang perlu dipersiapkan oleh anak, karena bisa saja anak belum terbiasa,” ujarnya.

Mengenai metode pengajaran di SD Muhammadiyah 7 Bandung, Iwan Kurniawan mengungkapkan, pihak sekolah berupaya agar siswa-siswinya kuat akidahnya, benar ibadahnya, luas ilmunya, dan indah akhlaknya, “Itulah yang kita tuju,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.