SMP Muhammadiyah 8 Bandung Menggelar Kegiatan Spiritual Building Training

training 3ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 8 Bandung menggelar Kegiatan Spiritual Building Training, Selasa, (3/4/2018), di Lantai 3 SMP Muhammadiyah 8 jalan Kadipaten Raya No.4 Antapani Bandung, kegiatan ini diadakan guna memotivasi dan mengembangkan karakter keislaman para siswa dan siswinya.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Bandung Taofik Yusmansyah saat diwawancara oleh awak media mengatakan, kegiatan Spiritual Building Training sifatnya motivasi, dan merupakan rangkaian kegiatan yang telah dirancang sejak awal tahun 2018 oleh pihak sekolah.

“SMP Muhammadiyah 8 Bandung biasa mengadakan kegiatan yang sifatnya Outdoor, Indoor, dan kegiatan motivasi mulai dari semester satu dan dua,” kata Taofik Yusmansyah, “Kegiatan Spiritual Building Training merupakan kegiatan dari sekolah yang sifatnya untuk pengembangan diri anak,” ujarnya.

Lebih lanjut Taofik Yusmansyah mengatakan, pihak sekolah mengakui terkadang ada siswanya yang mengalami penurunan semangat belajar, “Maka untuk meningkatkan semangat belajar siswa, pihak sekolah menggelar kegiatan motivasi ini,” ungkapnya, “Sifat manusia ada malas dan bosan, oleh karena itu pihak sekolah merancang kurikulum dan membuat variasi untuk mengatasinya,” ujarnya, “Apabila siswa di kelas terus dari pagi sampai sore pasti akan timbul kebosanan, maka kita variasikan dengan Team Building di luar kelas, seperti baru-baru ini kita ajak siswa ke tempat wisata Kampung Bamboo,” kata Taofik Yusmansyah.

Taofik Yusmansyah menjelaskan, ketika siswa ingin memotivasi dirinya, maka siswa harus mendekatkan diri kepada Allah, “Maka kegiatan Spiritual Building Training dilaksanakan karena pihak sekolah percaya spirit keagamaan harus diutamakan,” tegasnya.

“Narasumber kegiatan Spiritual Building Training merupakan rekanan SMP Muhammadiyah 8 Bandung yaitu Penerbit Tiga Serangkai, namun pihak sekolah membuka kerjasama bagi semua penerbit yang ingin mengadakan kegiatan serupa,” ungkap Taofik Yusmansyah, “Kebetulan yang mempunyai program motivasi adalah Penerbit Tiga Serangkai,” ujarnya.

Taofik Yusmansyah menegaskan, manfaat kegiatan Spiritual Building Training bagi siswa SMP Muhammadiyah 8 Bandung yaitu, siswa memiliki jeda dari kegiatan belajar di kelas, dan siswa merasakan kegiatan lain yang berkenaan dengan motivasi belajar mereka, “Pada akhirnya siswa paham bahwa dalam kegiatan belajar tidak hanya dalam bentuk materi pelajaran saja,” ujarnya.

“Selain kegiatan Spiritual Building Training yang merupakan rangkaian kegiatan pengembangan karakter keislaman, SMP Muhammadiyah 8 Bandung juga mengadakan Tahajud bagi para siswa di setiap Semester Pertama,” ungkap Taofik Yusmansyah, “Untuk siswa kelas 7,8, dan 9, minimal dalam satu semester mereka melakukan Tahajud bersama-sama di sekolah, selain itu pihak sekolah juga menanyakan kepada siswa, apakah di rumah sering melakukan tahajud, shaum, sholat Dhuha, dan membaca hadits setelah Dhuhur,” ujarnya.

Mengenai prestasi SMP Muhammadiyah 8 Bandung, Taofik Yusmansyah mengungkapkan, pihaknya telah banyak meraih prestasi dan piala dari berbagai kejuaraan, “Prestasi terbaru kami adalah baru-baru ini kami mendapat Piala Gubernur di kejuaraan robot, dan meraih penghargaan di ajang MTQ,” ujarnya.

training 2Mengenai penerimaan siswa baru, Taofik Yusmansyah menjelaskan, saat ini terdapat 12 ruangan kelas bagi 372 siswa, mulai dari kelas 7, 8, dan 9, “Untuk penerimaan siswa baru di SMP Muhammadiyah 8 Bandung, kami dari pihak sekolah tidak menargetkan harus banyak yang mendaftar, karena target kami bukan kuantitas,” tegasnya, “Dari segi pendaftaran bisa saja kami menerima banyak pendaftar, tapi untuk menjaga kualitas, kami hanya menyediakan  empat ruangan kelas untuk siswa baru kelas 7, dan satu kelas paling banyak berisi 32 siswa, namun idealnya satu kelas diisi 28 sampai 30 siswa,” pungkas Taofik Yusmansyah.

Bagian Kurikulum SMP Muhammadiyah 8 Bandung Cepi Aunilah yang ditemui di sela-sela Kegiatan Spiritual Building Training mengatakan, materi kegiatan Spiritual Building Training diantaranya tentang Muhasabah atau evaluasi ibadah para siswa, “Ternyata siswa dalam beribadah masih ada yang belum sempurna, sehingga dalam kegiatan ini siswa menyadari akan kekurangannya,” ujarnya.

“Selain tentang Muhasabah, pemateri kegiatan ini menyampaikan potensi-potensi peserta didik, dilanjutkan materi motivasi untuk menjadi orang yang sukses dengan persiapan yang matang,” ungkap Cepi Aunilah, “Pemateri memiliki tujuan membangun karakter siswa agar mampu menjalankan segala sesuatu yang baik sesuai yang diinginkan,” ungkapnya, “Setelah siswa mengikuti kegiatan ini, pihak sekolah akan memperhatikan perilaku dan akhlak siswa di sekolah dan dirumah dengan bekerjasama dengan orang tua siswa,” ujarnya.

Mengenai kurikulum di SMP Muhammadiyah 8 Bandung, Cepi Aunilah mengungkapkan, di kurikulum SMP Muhammadiyah 8 Bandung para siswa bukan hanya sekedar menghafal, atau mengerjakan soal-soal, “Kurikulum kami berupaya membangun karakter mental siswa agar tangguh, dan cakap dalam menghadapi era globalisasi di abad 21,” tegasnya.

Mengenai maraknya penggunaan Gadget di sekolah-sekolah, Cepi Aunilah menegaskan, bagi anak SMP, Gadget belum terlalu bermanfaat, “Karena di usia mereka, Gadget kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang negatif dan membuang-buang waktu,” ujarnya.

“Seperti kita ketahui, Gadget dapat membuat anak memiliki dua karakter, contohnya, di dunia nyata anak berbicara halus, namun ketika Chatting, anak berbicara kasar, itulah salah satu hal yang berbahaya dari Gadget,” ungkap Cepi Aunilah.

“SMP Muhammadiyah 8 Bandung memiliki aturan yaitu, siswa dilarang membawa Gadget ke sekolah,” ungkap Cepi Aunilah, “Kami larang siswa membawa Gadget ke sekolah, karena akan mengurangi konsentrasi belajar, untuk itu kami menyediakan telepon di sekolah secara bebas bagi anak yang ingin berkomunikasi dengan orangtua,” ujarnya.

“Bila ketahuan siswa membawa Gadget, maka Gadget akan diambil oleh Wali Kelas, dan nantinya yang mengambil Gadget harus orang tua siswa,” kata Cepi Aunilah, “Walaupun hal ini diprotes oleh orang tua siswa, tetapi setelah diberi pemahaman, para orang tua siswa akhirnya mengerti,” pungkas Cepi Aunilah. (BRH)

Comments are closed.