Dansektor 21 Mengecor Saluran Limbah Beracun Pabrik di Cimahi

20180519_084437

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum, Sabtu pagi, (19/5/2018), mendatangi empat pabrik di kawasan Industri Cimahi yang masih saja membuang limbah beracun ke Anak sungai Cibabat.

Empat Pabrik di kawasan Industri Cimahi yang didatangi oleh Dansektor 21 karena masih membuang air limbah berwarna hitam pekat dan berbau yaitu PT Mewah Niaga Jaya, PT Matahari Sentosa Jaya (jalan Joyodikromo), PT Matahari dan PT GMP.

Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat diwawancara oleh para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH) mengatakan, pihaknya bersama jajaran akan mengecor saluran pembuangan air limbah pabrik-pabrik yang masih membuang limbah beracun ke sungai.

“Setelah kami memantau, akhirnya kita mengecor saluran pembuangan air limbah PT Mewah Niaga Jaya, karena memang pabrik ini yang membuang air limbah berwarna hitam pekat dan berbau ke sungai,” kata Dansektor 21, “Setelah kita cor, kita nanti akan lihat, apakah air sungai di sekitar Cimahi masih hitam dan berbau atau tidak.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, pihak pabrik yang didatangi mengakui pihak yang membuang air limbah hitam pekat dan berbau ke sungai keterlaluan, “Padahal mereka sendiri yang membuang limbah,” ungkapnya.

20180519_085405

“Sebenarnya pihak pabrik paham pengolahan air limbah yang benar, tetapi mereka tidak mau menambah cost, maka cost untuk membeli zat penjernih air mereka kurangi untuk mendapatkan keuntungan lebih,” ungkap Dansektor 21.

Dansektor 21 menegaskan, pihaknya sudah melempar 17 kasus pencemaran air sungai oleh Pabrik di kawasan Cimahi ke Kepolisian, dan ke Dinas Lingkungan Hidup, “Hasilnya setelah mereka sidak, ternyata kualitas air sungai di bawah baku mutu, dan sedang menunggu proses, sehingga untuk mempercepat hal ini, sementara kami biarkan pabrik membuang air limbah ke sungai, tapi hanya di wilayah mereka sendiri, dan jangan masuk ke wilayah lain,” ungkapnya.

“Kita akan cor saluran pembuangan air limbah mereka, sehingga air limbah berputar di wilayah pabrik mereka sendiri,” kata Dansektor 21, “Karena saat ini hukuman bagi pabrik pembuang limbah itu lama dan kurang efektif,” ujarnya.

Dansektor 21 menegaskan, pihaknya setiap hari kami akan melakukan sidak ke pabrik-pabrik yang ada di kawasan Cimahi, “Seperti diketahui terdapat lebih dari 230 pabrik di kawasan Cimahi,” ungkapnya, “Saya tidak ingin ada anak buah saya yang “masuk angin” jika ada, maka akan saya pindahkan mereka ke Papua,” pungkasnya.

Ketua RW 09 Kelurahan Utama Apidin yang juga tokoh masyarakat Cimahi mengatakan, pihaknya selaku warga masyarakat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI dengan program Citarum Harumnya yang telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan instruksi Presiden.

20180519_105747

“Saya harap akan selalu ada tindakan nyata dari pihak TNI dan pemerintah untuk mengatasi air limbah yang mengalir ke sungai di sekitar jalan Industri Cimahi,” kata Apidin, “Untuk pihak TNI, saya harap bisa sidak ke dalam pabrik untuk mengetahui apakah ada IPAL atau tidak, meskipun ada IPAL saya harap pengelolaannya baik, dan saya berharap ke depannya air sungai di sekitar jalan Industri Cimahi bersih,” ujarnya.

Apidin mengungkapkan, pabrik celup di jalan Industri Cimahi khususnya di kawasan RW 09 hampir semua mengeluarkan air limbah hitam pekat dan berbau, “Saya harap pabrik memperhatikan lingkungan dan kesehatan masyarakat, jangan hanya mengambil keuntungan saja,” tegasnya.

“Saya ingat ketika saya kecil, sungai di jalan Industri Cimahi masih jernih sehingga dipakai tempat mencuci, dan menjadi tempat bermain anak-anak, namun sekarang sungai ini hitam pekat dan berbau,” ungkapnya.

Lebih lanjut Apidin mengungkapkan, warga masyarakat secara resmi pernah melaporkan kasus pencemaran sungai kepada pemerintah Cimahi bagian Lingkungan Hidup, “Tapi sampai saat ini masih dalam tahap proses, belum ada tindakan nyata ke lapangan,” ujarnya.

“Masya