Pemilik PT Adetex Janji Tidak Akan Cemari Sungai Citarum

20180604_190749

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Terkait penutupan lubang limbah PT Adetex di jalan Raya Banjaran Kabupaten Bandung yang diduga mencemari sungai Citarum oleh Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum Harum pada Kamis siang, (31/5/2018), akhirnya Pemilik PT Adetex, Wewen didampingi juru bicaranya Agus Safari bersedia menemui Dansektor 21, Senin, (4/6/2018), di Hotel Luxton jalan Ir.H.Juanda (Dago) Bandung, dan Wewen melalui juru bicaranya berjanji tidak akan mencemari sungai Citarum.

Pertemuan Pemilik PT Adetex, Wewen dan Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat yang dikemas dalam suasana Konferensi Pers, turut dihadiri para Jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Citarum (JPC).

Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dihadapan Pemilik PT Adetex, Wewen mengungkapkan, saat ini negara merugi Rp.1,9 triliun, dan Rp.1,2 triliun diakibatkan masyarakat yang sakit karena tercemar sungai Citarum kemudian menggunakan kartu BPJS.

“Menurut data yang saya miliki, orang gila dan stroke terbanyak ada di Jawa Barat, dan kebanyakan berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” ungkap Dansektor 21.

“Masyarakat yang tinggal di DAS Citarum saat ini tidak ada yang berani meminum air sumur yang sumbernya berasal dari Sungai Citarum,” kata Dansektor 21, “Masyarakat di sana selalu membeli air kemasan, karena memang sumur mereka tercemar, dan yang membuat Sungai Citarum tercemar adalah pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarangan,” tegasnya, “Bahkan banyak ikan sapu-sapu mati dan setelah kita telusuri ternyata di atas ada PT Adetex dan PT Papirus yang diduga membuang limbah,” ujarnya.

20180604_192347

“Dari temuan itulah akhirnya saya dan Satgas Citarum Harum menutup lubang limbah PT Adetex, untuk perkara hukumnya itu ranah pihak kepolisian,” ujar Dansektor 21, “Kami dari Satgas Citarum Harum hanya bisa mencegah pembuangan limbah sampai di situ saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengungkapkan, dahulu masih banyak anak-anak yang berenang di sungai Cisangkuy, namun sekarang sudah tidak ada lagi yang berani berenang, karena memang airnya tercemar, “PT Adetex sudah lebih dari 20 tahun berdiri, saya harap kembalikan Citarum seperti dulu walaupun memang perlu dana lebih,” ujarnya.

Dansektor 21 mengungkapkan, dirinya sebagai Komandan Sektor tidak bisa masuk ke ranah hukum terkait permasalahan PT Adetex, “Bisa saja pembuangan limbah PT Adetex yang saya cor dibuka, tetapi apabila air pembuangan limbah PT Adetex masih kotor, maka akan saya cor selamanya,” tegasnya.

Dansektor menegaskan PT Adetex jangan berlindung di balik Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung, “Dinas Lingkungan Hidup sudah lama kita tinggalkan, karena yang mereka kelola sudah tidak benar, lihat saja nanti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan turun tangan,” tegasnya.

Mengenai saran air pembuangan limbah pabrik-pabrik bermasalah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa, Dansektor tidak menyanggupinya, “Saat ini terdapat 600 pabrik yang tersebar di Cimahi dan Kabupaten Bandung, dan kami hanya dibantu 200 prajurit, saran saya pabrik membuat kolam pembuangan di pabrik dan ditanami ikan koi dan ikan emas, bila ikan tersebut hidup, berarti air pembuangan limbah pabrik tersebut tidak bermasalah, karena biaya pemeriksaan air di Lab mencapai lima juta rupiah,” tegasnya.

20180604_191126

Terkait pertemuan dirinya dengan pemilik PT Adetex, Dansektor 21 menegaskan, dirinya tidak pernah mau bertemu pemilik pabrik seorang diri, “Saya selalu membawa wartawan karena saya tidak mau ‘masuk angin’,” tegasnya.

“Saat ini saya berperang melawan sampah dan limbah, dan saya lebih baik pulang tinggal nama daripada gagal di medan tempur,” tegas Dansektor 21.

Di akhir paparannya Dansektor 21 mengatakan, pabrik yang membuang limbah ke sungai Citarum boleh disebut sebagai penjahat lingkungan, “Tetapi untuk disebut sebagai Teroris Lingkungan jangan dulu, biarkan negara yang nantinya memberi predikat tersebut,” pungkasnya.

Juru Bicara PT Adetex Agus Safari mewakili Pemilik PT Adetex mengatakan, pihaknya tidak pernah kucing-kucingan membuang limbah ke sungai Citarum, “PT Adetex dalam membuang limbah selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan kami setiap bulannya memberi laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup, bahkan hingga saat ini kami belum pernah mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

“Memang pembuangan limbah kami sempat bermasalah karena ada motor mesin pengolahan limbah yang mati, dan untuk memperbaikinya memakan waktu, namun kami berjanji akan kami perbaiki dan mudah-mudahan dalam waktu dua minggu kembali berjalan normal,” ungkapnya, “Pastinya PT Adetex akan berusaha menjadi lebih baik dalam pengelolaan air limbah, dan tidak mencemari Sungai Citarum,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.