Pemilik PT PJA Memohon Saluran Limbah Pabriknya Dibuka Kembali

20180611_185547

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pemilik PT Pranata Jaya Abadi (PJA) Lukman Pranata di hadapan para Jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Citarum (JPC) memohon kepada Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat untuk membuka kembali saluran pembuangan limbah PT PJA di jalan Raya Banjaran yang sempat dicor oleh Dansektor 21 dan jajaran Satgas Citarum Harum.

Permohonan Lukman Pranata diungkapkan saat Konferensi Pers PT PJA, Senin, (11/6/2018), di Hotel Santika jalan Sumatera Bandung.

“Tindakan saya mengecor saluran pembuangan limbah PT PJA sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018
Tentang Percepatan Pengendalian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum,” kata Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat di awal paparannya.

“Tugas kami menjaga dan mengembalikan ekosistem sungai Citarum, oleh karena itu saluran pembuangan PT PJA kami tutup dan cor karena kami melihat limbah yang keluar dari PT PJA telah mencemari ekosistem sungai,” tegas Dansektor 21, “Kami juga menjaga agar limbah pabrik tidak mencemari wilayah masyarakat, maka saya melokalisir agar limbah tidak mencemari lingkungan masyarakat karena memang itulah wewenang saya,” ujarnya, “Namun saya akan membuka cor saluran limbah PT PJA jika memang air pembuangan limbah PT PJA sudah sesuai aturan dan tidak mencemari sungai,” tegasnya.

“Saya tegaskan kembali, pasal 9 ayat 2 di Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 mengatakan Satgas berkewajiban melokalisir kerusakan ekosistem,” tegas Dansektor 21, “Jadi janganlah Peraturan Presiden kita kangkangi, tetapi harus kita junjung tinggi,” ujarnya.

“Banyak perusahaan dan pabrik yang mengatakan Dansektor 21 galak, tetapi ke depannya Dansektor yang lain akan bertindak sama seperti saya, karena memang kewajiban Dansektor seperti itu,” kata Dansektor 21.

20180611_185614-1

Dansektor 21 mengungkapkan, Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan Perpres Nomor 15 Tahun 2018 karena merespon pemberitaan yang mengatakan Sungai Citarum merupakan sungai terkotor di dunia.

“Maka kami Satgas Citarum Harum bekerja menjaga ekosistem sungai Citarum sejak Februari 2018, dan dalam waktu 4 bulan Alhamdulillah sampah di permukaan Sungai Citarum serta anak sungainya telah terangkat sebanyak 80 persen,” tegas Dansektor 21.

Lebih lanjut Dansektor 21 menegaskan pihaknya memang diperintahkan untuk mengembalikan ekosistem sungai Citarum, “Terdapat 23 Dansektor yang menjaga sungai Citarum, Dansektor 1 hingga Dansektor 20 bertugas di aliran sungai Citarum, Dansektor 22 bertugas di Bandung, dan Dansektor 21 bertugas di Kabupaten Bandung dan kota Cimahi,” Dansektor 21.

Pemilik PT Pranata Jaya Abadi (PJA) Lukman Pranata setelah mendengarkan penjelasan Dansektor 21, berjanji pihaknya akan membenahi pembuangan limbah pabriknya agar lebih baik lagi.

Konsultan PT Pranata Jaya Abadi (PJA) Yusman mengatakan, saat ini IPAL di PT PJA sudah dilakukan perbaikan, “Saya juga terkejut dengan adanya pengecoran saluran limbah PT PJA, karena selama ini tidak ada masalah,” ungkapnya, “Mungkin saat itu operator kurang banyak memasukan bahan kimia,” ujarnya.

“Pastinya saya selaku konsultan berharap lubang limbah PT PJA dibuka kembali, karena ke depan kami berkomitmen untuk lebih baik lagi, dan saya pastikan lubang limbah PT PJA hanya satu lubang, dan tidak ada lubang lain,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.