PT Sinar Pangjaya Mulia Dukung Program Citarum Harum

20180607_192828

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Terkait penutupan lubang limbah (pengecoran) Pabrik PT Sinar Pangjaya Mulia selama hampir 10 hari oleh Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum Harum yang diduga mencemari aliran sungai Cibabat Cimahi, akhirnya Pemilik PT Sinar Pangjaya Mulia Edy Sukandar didampingi kuasa hukumnya Benny Wulur menemui Dansektor 21, Kamis, (7/6/2018), di Hotel Holiday Inn Pasteur Bandung, Edy Sukandar berjanji setelah lubang limbah dibuka oleh Dansektor 21, pihaknya tidak akan lagi mencemari aliran sungai Cibabat Cimahi dan mendukung penuh Program Citarum Harum.

“Saat lubang limbah PT Sinar Pangjaya Mulia dicor oleh Kolonel Yusep, saat itu IPAL kami sedang mengalami perbaikan sehingga air limbah yang keluar terlihat kotor,” kata Pemilik PT Sinar Pangjaya Mulia Edy Sukandar saat sesi Konferensi Pers yang dihadiri Jurnalis Peduli Citarum (JPC).

“Saya yakin pabrik kami bisa memperbaiki IPAL tersebut,” tegas Edy Sukandar, “Sejak awal PT Sinar Pangjaya Mulia dibangun, kami telah mengikuti aturan Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

“Ketika saluran limbah kami dicor, terpaksa kami menggunakan air limbah daur ulang limbah kebutuhan produksi kami,” ungkap Edy Sukandar.

“Maka kami pastikan, saat ini IPAL yang ada di pabrik kami telah ditambah dan diperbaiki,” tegas Edy Sukandar, “Kami mempunyai itikad baik untuk selalu berusaha mengikuti aturan yang ada,” ujarnya, “Bahkan kami telah menambah fasilitas alat penjernihan air dengan kapasitas 125.000 kubik,” pungkasnya.

20180607_192929

Kuasa Hukum PT Sinar Pangjaya Mulia Benny Wulur mengungkapkan, karena saluran limbah pabrik dicor, maka PT Sinar Pangjaya Mulia terpaksa merumahkan beberapa karyawannya,” Produksi pabrik juga telah dikurangi dari 10 ton per hari menjadi 5 ton per hari,” ungkapnya.

“Saya selaku kuasa hukum meminta agar pemberitaan di beberapa media menulis seolah-olah pabrik PT Sinar Pangjaya Mulia tidak memiliki IPAL agar diluruskan,” tegasnya.

“Kapasitas mesin IPAL PT Sinar Pangjaya Mulia sebesar 3500 meter kubik, dan pengeluaran limbah kami sekitar 2000 meter kubik, maka kami yakin IPAL pabrik kami cukup baik,”ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut pihak PT Sinar Pangjaya Mulia melalui kuasa hukumnya meminta agar coran yang menutup saluran limbah PT Sinar Pangjaya Mulia agar dibuka, hal ini dilakukan agat pihaknya dapat membuktikan apa yang telah dilakukan setelah pengecoran bisa dilihat langsung hasilnya oleh masyarakat sekitar.

“Bagaimana kami bisa membuktikan IPAL kami menjadi jauh lebih baik jika saluran limbah kami ditutup,” kata Benny Wulur, “Kami butuh pemasukan agar dapat membeli peralatan yang berkaitan dengan pengolahan limbah,” ujarnya, “Artinya kapasitas produk kami harus kembali ditambah agar dapat mendapatkan dana yang cukup untuk membeli pendukung IPAL yang baik,” pungkasnya.

Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat berharap, apabila cor pembuangan limbah PT Sinar Pangjaya Mulia dibongkar oleh Satgas Citarum Harum, dirinya meminta PT Sinar Pangjaya Mulia jangan mengulang kembali kesalahan yang sama, “Apabila PT Sinar Pangjaya Mulia kembali membuang limbah yang tidak benar maka akan kami cor selamanya,” tegasnya. (BRH / BNU)

Comments are closed.