Wira Tani Makmur dan Sarottama Dharma Kalpariksa Wujudkan Program Joko Widodo

IMG-20180626-WA0082-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dr. Ir. Antonius YPBC Widyatmoko, MAgr sebagai Perwakilan CV Wira Tani Makmur mengatakan, pihaknya akan memberikan yang terbaik bagi tanah Indonesia melalui produk pupuk Wira Tani Makmur.

Hal ini ditegaskan Antonius saat Rapat kerjasama antara CV Wira Tani Makmur selaku produsen pupuk merk Komsah dengan PT Sarottama Dharma Kalpariksa Minggu, (24/06/2018), di Hotel Asrillia jalan Pelajar Pejuang Bandung.

Rapat kerjasama kedua belah pihak ini merupakan salah satu perwujudan dari program yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu melalui penanaman tanaman Sorghum yang menjadi salah satu bahan baku tepung selain Jagung, Ketela dan Padi.

Antonius yang akrab dipanggil Wiwid dalam Rapat ini mewakili CV Wira Tani Makmur, sementara  Nuniek Sri Martini mewakili PT Sarottama Dharma Kalpariksa yang merupakan salah satu perusahaan Agribisnis yang mampu meningkatkan hasil budidaya Jagung di beberapa daerah di Jawa Barat dan NTT.

“Pupuk merk Komsah yang kami produksi telah diekspor  ke Jepang selama 10 tahun terakhir, dan merupakan salah satu pupuk terbaik dan cukup mahal yang digunakan oleh negara Jepang untuk membudidayakan tanaman bunga di sana,” kata Wiwid, “Pupuk kami juga sangat baik digunakan untuk tanaman holtikultura dan Serealia seperti Jagung, Ketela dan Sorghum,” ujarnya.

Wiwid yang merupakan lulusan S3 Universitas Kyushu Jepang dan Peneliti Genetika Molekuler mengungkapkan, bahan baku dari pupuk Komsah adalah Seresah dari berbagai macam tanaman, “Seresah untuk bahan baku Komsah merupakan daun-daun yang berguguran secara alamiah, dan banyak terdapat di Indonesia,” ungkapnya.

Ketertarikan Wiwid untuk mengembangkan pupuk merk Komsah bermula setelah selama 6 tahun Wiwid menjalani pendidikan S2 dan S3 di Jepang, Wiwid memperhatikan bagaimana pola masyarakat Jepang  dalam hal penggunaan dan produksi pupuk bagi budidaya tanamannya.

“Dengan memperhatikan pola masyarakat Jepang, akhirnya saya mencoba memproduksi pupuk dengan menggunakan bahan baku Seresah,” ungkap Wiwid.

Wiwid juga menerangkan, usaha memproduksi pupuk telah dilakukan sejak tahun 2007, dan sudah melakukan kegiatan ekspor ke Jepang.

“Baru tahun 2017 kemarin saya mulai mendirikan perusahaan dengan nama CV Wira Tani Makmur,” ungkap Wiwid.

Wiwid juga menjelaskan, produk pupuk Komsah yang saat ini diproduksi berupa pupuk padat dan cair.

Pupuk Komsah yang diproduksi untuk Indonesia berbeda dengan yang selama ini diekspor ke Jepang.

Melalui penelitian sejak tahun 2015 dengan mengkombinasikan bahan baku Seresah dengan bahan baku alami lainnya, akhirnya dihasilkan pupuk Komsah yang lengkap sebagai pupuk dasar, dan untuk mendukung pertumbuhan dan produktifitas tanaman di Indonesia.

Dari beberapa kasus yang Wiwid temukan saat meneliti hasil dari produk pupuknya, Wiwid yakin pupuk ini mampu memperbaiki kualitas tanah.

Menurut Wiwid, saat digunakan oleh seorang Petani padi di Klaten, Petani tersebut mengakui tanah yang ia injak menjadi lebih gembur, dan hasil panennya meningkat setelah menggunakan pupuk Komsah, “Perlu ditegaskan pupuk kami adalah pupuk organik,” tegasnya.

Terkait kerjasama yang dilakukan dengan PT Sarottama Dharma Kalpariksa, Wiwid mengungkapkan pihaknya ingin berkontribusi terhadap program tepung nasional yang saat ini mulai digarap oleh PT Sarottama Dharma Kalpariksa yang telah membudidayakan tanaman Sorghum sebagai tanaman bahan baku tepung.

“Satu kesempatan yang tidak boleh kami lewatkan dalam rangka memberikan yang terbaik melalui produk pupuk kami, dengan harapan mampu membudidayakan tanaman Sorghum hingga mencapai produk yang maksimal baik secara kualitas maupun kuantitas,” pungkas Wiwid.

Nuniek Sri Martini yang mewakili PT Sarottama Dharma Kalpariksa menjelaskan, kerjasama yang dilakukan dengan CV Wira Tani Makmur merupakan hasil pemilihan beberapa produsen pupuk yang ada di Indonesia.

“Perusahaan kami telah mampu mengembangkan tanaman jagung dengan skala besar, artinya kerjasama yang  dilakukan dengan CV Wira Tani Makmur dengan produk pupuk Komsah-nya merupakan pilihan yang terbaik untuk membudidayakan dan mengembangkan tanaman sorghum sebagai bahan baku tepung,” tegas Nuniek.

“Apalagi kami telah melakukan koordinasi dengan pelaku tepung terbesar di Indonesia yaitu PT Bogasari untuk  mendukung program tepung nasional menjadi wujud yang nyata,” ungkap Nuniek.

Tanaman sorghum seluas 4 hektar saat ini tengah dibudidayakan oleh PT Sarottama Dharma Kalpariksa di daerah Purwakarta.

“Sorghum yang kami tanam di Purwakarta merupakan percontohan bagi budidaya serupa yang akan ditanam di seluruh Indonesia dengan jaminan pasar PT Bogasari,” tegas Nuniek.

“Jika penjamin pasarnya perusahaan sekelas Bogasari, tentu saja mutu yang harus ditetapkan dalam tanaman Sorghum yang kami tanam dari proses pembenihan, penanaman, panen harus sesuai dengan standar mutu Bogasari,” tegasnya.

Nuniek sendiri sangat yakin jika pupuk Komsah yang diproduksi oleh CV Wira Tani Makmur mampu memberikan hasil yang sesuai dengan standar mutu Bogasari.

Dalam kesempatan yang sama, Nuniek mengungkapkan akan digelarnya sebuah Event bertajuk Soft Launching Penanaman Tanaman Bahan Baku Tepung yang disandingkan dengan program Citarum Harum pada bulan Oktober 2018.

“Event ini di gelar di kota Bandung oleh sebuah  organisasi bernama Gerakan Masyarakat Peduli Tepung Nasional Indonesia atau GMPTNI,” ungkap Nuniek.

Nuniek menjelaskan, PT Sarottama dan CV Wira Tani Makmur akan ikut dalam acara tersebut sebagai salah satu pelaku dalam penanaman simbolis tanaman bahan baku tepung.

“Banu yang merupakan Ketua Umum GMPTNI dan juga ketua Panitia selama ini menginginkan tepung yang selama bertahun-tahun diimpor bisa dikembangkan, dan Indonesia mampu menjadi Negara swasembada tepung,” ungkap Nuniek

“Banu meminta PT Sarrotama untuk membantu mendorong event GMPTNI agar menjadi sebuah perhelatan besar,” kata Nuniek, “Event ini nantinya akan dihadiri oleh beberapa pejabat  negara dan perusahaan yang ingin berkontribusi dalam program tepung nasional,” ungkapnya.

“Beberapa perusahaan seperti Bogasari, Indofood, dan beberapa perusahaan yang berkaitan dengan tepung serta pemanfaatan tanaman Sorghum sebagai pakan ternak akan berkontribusi dalam acara ini,” pungkas Nuniek. (BRH /RLS)

Comments are closed.