Disbudpar Kota Bandung Membangun Portal Ekonomi Kreatif “Patrakomala”

20180703_143334

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung akhirnya membangun portal digital yang diberi nama, “Patrakomala” dalam rangka mengarahkan pertumbuhan pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, dan mengumpulkan data pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung.

Perkenalan portal Ekonomi Kreatif “Patrakomala” dikemas dalam acara Soft Launching yang diadakan, Selasa, (3/7/2018), di Auditorium Bandung Creative Hub (BCH) jalan Laswi Bandung, turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari, S.Sos., MA., dan para pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung.

Saat sesi Konferensi Pers Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan, portal Ekonomi Kreatif Patrakomala merupakan wadah industri kreatif dan pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung, “Patrakomala akan mengumpulkan Startup yang mempunyai produk tetapi tidak memiliki fasilitas,” ujarnya.

“Nantinya Patrakomala akan memprioritaskan data base dan Mapping para pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung,” kata Dewi Kaniasari, “Patrakomala akan berjalan paralel dengan kegiatan kewilayahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dewi Kaniasari mengungkapkan, portal Ekonomi Kreatif Patrakomala dibangun oleh Disbudpar Kota Bandung untuk menjawab keraguan yang beranggapan peranan pemerintah kurang terhadap para pelaku ekonomi kreatif, “Dengan Patrakomala, kami ingin menjangkau Grassroot,” ujarnya.

20180703_142127

Dewi Kaniasari mengatakan, dari 16 sub sektor, nantinya Disbudpar Kota Bandung akan fokus di empat sub sektor, yaitu Fashion, Musik, Film, dan Kuliner, “Namun tetap lokomotifnya adalah sub sektor Fashion, karena Fashion dapat menarik sub sektor lainnya,” ungkapnya.

Terkait Patrakomala, Dewi Kaniasari menegaskan, pihaknya akan melakukan pembinaan secara internal, “Pelaku ekonomi kreatif yang akan menjual barang dan jasa di Patrakomala dipastikan terkurasi dengan baik,” ungkapnya, “Bahkan para pelaku ekonomi kreatif bisa datang ke kantor Disbudpar Kota Bandung untuk membicarakan berbagai hal, karena kami hanya Mediator,” ujarnya.

“Siapapun pelaku ekonomi kreatif dapat masuk dan bergabung di Patrakomala secara gratis, namun akan kita kurasi terlebih dahulu, baru kita Publish,” kata Dewi Kaniasari.

Di akhir paparannya, Dewi Kaniasari mengatakan, Grand Launching Patrakomala akan diadakan 15 September 2018 pada saat acara Hackathon, “Mudah mudahan Patrakomala dapat bermanfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Portal ekonomi kreatif Patrakomala dibangun sesuai dengan visi pariwisata kota Bandung serta penekanan terkait wisata perkotaan kreatif yang diamanatkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Bandung Tahun 2012-2025.

20180703_132045-1

Maka Pemerintah Kota Bandung perlu meningkatkan serta mengembangkan potensi dan sumber daya yang dimiliki agar pembangunan Kota Bandung sebagai destinasi wisata perkotaan yang kreatif tercapai.

Selain itu pembangunan ekonomi kreatif harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas sebagai upaya peningkatan lapangan pekerjaan, dan pengembangan budaya Kota Bandung secara kreatif.

Maka pada semester kedua tahun 2018, Disbudpar Kota Bandung mencoba membangun portal digital yang telah dikaji mampu mengarahkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif ke arah yang positif dengan dasar pengembangan Pentahelix (Academic, Business, Community, Government, Media).

Dengan berfokus pada Open Application Program Interface (A.P.I.) yang mengedepankan akses penuh dan informasi bagi publik, diharapkan tujuan pengembangan portal Patrakomala dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Patrakomala nantinya akan bersinergi dengan sistem dan jaringan yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung, yang pada akhirnya sinkronisasi data dapat selalu terhubung dengan baik secara digital dalam induk creativeconomy.bandung.go.id . (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.