Kementerian Pariwisata Gelar FDG West Java Hot Deal di Kota Bandung

20180703_154121-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dr. Anang Sutono, MM., CHE., mengatakan, kegiatan Focus Group Discussion (FDG) West Java Hot Deal yang diadakan Asisten Deputi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata, Selasa,(3/7/2018), di Crowne Plaza jalan Lembong Bandung, bertujuan meningkatkan hunian kamar hotel pada saat Weekday.

Lebih lanjut Anang Sutono yang pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung mengatakan, sebelum kegiatan Focus Group Discussion (FDG) Hot Deal Visit Wonderful Indonesia diadakan, Kota Bandung telah menjadi bidikan Kementerian Pariwisata dan diprioritaskan untuk di Hot Deal-kan.

“Hal ini dikarenakan potensi Jawa Barat dan Kota Bandung pada khususnya sangat luar biasa, seperti potensi budaya, alam dan kreativitasnya,” ungkap Anang Sutono, “Selain itu masyarakat Jawa Barat dan kota Bandung sudah tidak diragukan lagi kreativitasnya,” tegasnya.

“Hot Deal di Jawa Barat dan kota Bandung pada khususnya merupakan sebuah keniscayaan, dan ada suatu kepastian Hot Deal dapat meningkatkan jumlah hunian kamar hotel,” ungkap Anang Sutono, “Di kota Bandung terdapat 26.000 kamar hotel yang tersedia, namun tingkat huniannya baru mencapai angka 60 persen, dan masih ada 40 persen yang belum dioptimalkan,” ujarnya.

“Apabila agen-agen travel dapat menjual paket wisata yang lebih menarik, maka dipastikan hunian kamar hotel di saat weekday akan terisi lebih baik lagi,” tegas Anang Sutono.

Mengenai kehadiran Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Anang Sutono mengatakan, Bandara Kertajati menjadi salah satu pemantik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Jawa Barat, “Apalagi Bandara Kertajati akan menjadi tempat pemberangkatan Haji dan Umroh,” ujarnya.

20180703_154105

“Dengan mulai beroperasinya Bandara Internasional Kertajati, mudah-mudahan dapat menyasar pangsa pasar wisatawan lokal dan mancanegara, dengan penyusunan paket pariwisata yang menarik serta menawarkan paket wisata yang menjual keunikan Jawa Barat dan Kota Bandung dan Jabar,” tegas Anang Sutono.

“Potensi wisatawan mancanegara khususnya Timur Tengah memiliki prospek yang baik karena telah beroperasinya Bandara Kertajati yang akan memberangkatkan rombongan Haji,” ungkap Anang Sutono.

“Wisatawan Middle East dipastikan akan tertarik dengan paket wisata Halal Tourism, apalagi Jawa Barat dan kota Bandung memiliki wisata pegunungan, dan pantai, ditunjang dengan akses jalan jalur selatan, tol Cipali, dan Bocimi,” kata Anang Sutono, “Wisatawan dari Timur Tengah sangat suka wisata alam, apalagi ditambah keramahan masyarakat Jawa Barat, maka wisatawan dari Timur Tengah dapat menambah devisa,” ujarnya.

“Saya sangat yakin pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di Jawa Barat dan kota Bandung akan tumbuh, dan yang penting ada sinerginitas dalam menyusun platform baru,” kata Anang Sutono.

Mengenai portal ekonomi kreatif Patrakomala yang telah diluncurkan Disbudpar Kota Bandung, Anang Sutono telah mengetahuinya karena Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari telah memaparkannya di Focus Group Discussion (FDG) West Java Hot Deal.

“Setelah saya mendengarkan presentasi Kepala Disbudpar Kota Bandung mengenai Portal Patrakomala yang berfungsi sebagai portal data base digital yang menawarkan menjual produk dan event ekonomi kreatif seperti fashion, kuliner, musik dan film, maka portal Patrakomala dapat menjadi salah satu Selling Point Kota Bandung,” tegas Anang Sutono, “Portal Patrakomala menurut saya sangat keren dan jarang ada di kota lain,” pungkasnya.

Kegiatan Focus Group Discussion (FDG) West Java Hot Deal yang diadakan Asisten Deputi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata, turut dihadiri para pelaku usaha wisata seperti ASITA dan PHRI. (BRH / IIP)

Comments are closed.