Ketua Jurnalis Peduli Citarum Meninjau IPAL PT Kahatex Rancaekek

Screenshot_2018-07-05-18-09-29-1

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Sumedang. Terkait penutupan lubang limbah PT Kahatex Rancaekek dengan cara dicor oleh Satgas Citarum Harum Sektor 21 pada Senin, (25/6/2018), Ketua Jurnalis Peduli Citarum (JPC) Setio S.H., M.H., Komandan Sektor (Dansektor) 21 Inf. Yusep Sudrajat beserta rombongan akhirnya meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kahatex, Kamis, (5/7/2018).

Peninjauan ke IPAL PT Kahatex dilakukan Ketua JPC dan Dansekstor 21 untuk mengambil keputusan apakah cor-an di saluran lubang limbah PT Kahatex dapat dibongkar atau tidak, namun apabila limbah yang keluar dari PT Kahatex masih berwarna dan mencemari sungai, tentu saja cor-an tidak akan dibongkar.

Seusai meninjau IPAL PT Kahatex, Manajer Umum/Humas PT Kahatex Ludi Suteja, Dansektor 21, dan salah satu pemilik PT Kahatex Ken Hua menggelar Konferensi Pers.

“Hingga saat ini saya sudah
mengecor lubang limbah 19 pabrik yang tersebar di Kabupaten Bandung dan Cimahi, 7 pabrik diantaranya yang limbahnya dianggap sudah tidak mencemari sungai, cor-an lubang limbahnya sudah dibongkar,” kata Dansektor 21 saat sesi Konferensi Pers.

“Pengecoran yang saya lakukan bersama Satgas Citarum Harum Sektor 21 dilakukan bukan Untuk membunuh pabrik-pabrik, tetapi dilakukan untuk mengembalikan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” tegas Dansektor 21, “Karena selama ini banyak penduduk yang mengalami gatal-gatal dan korengan akibat limbah pabrik,” ujarnya.

20180705_114910

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, sebelum melakukan pengecoran lubang limbah pabrik, pihaknya selalu menjelaskan apa saja tugas Satgas Citarum Harum kepada pemilik pabrik agar tidak terjadi salah paham, “Perpres mengamanatkan kepada Satgas Citarum Harum untuk mengembalikan DAS Citarum,” ungkapnya.

“Saat Ini keadaan darurat, maka saya harap pabrik yang mencemari sungai jangan coba-coba berlindung di Dinas Lingkungan Hidup (LH) karena LH sudah saya anggap gagal,” tegas Dansektor 21, “Jangan lagi pabrik pembuang limbah kucing-kucingan lagi dengan saya, karena tugas Satgas Citarum Harum adalah 7 tahun, mau sampai kapan kucing-kucingan,” ujarnya.

“Saat ini saya telah memerintahkan anak buah saya untuk mencari lubang limbah siluman PT Kahatex, bila ditemukan, maka cor-an lubang limbah PT Kahatex tidak boleh dibongkar,” tegas Dansektor 21, “Karena akibat limbah yang keluar dari PT Kahatex dan pabrik yang ada di Kabupaten Bandung, sawah hancur semua,” ungkapnya, “Bila cor-an di Saluran Lubang Limbah PT Kahatex ingin dibongkar, maka saya perlu komitmen PT Kahatex terhadap kelestarian Sungai Citarum,” pungkasnya.

Manajer Umum/Humas PT Kahatex Ludi Suteja di hadapan para jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Citarum (JPC) mengatakan, temuan dari Dansektor 21 membuat PT Kahatex yang memiliki lahan seluas 112 hektar akan memperbaiki IPAL-nya, “Ke depan air limbah yang keluar dari PT Kahatex saya jamin akan bersih selamanya,” ujarnya, “Kami berkomitmen mendukung program Citarum Harum,” kata Ludi Suteja yang mengaku PT Kahatex tidak memiliki lubang pembuangan limbah siluman.

Seusai Konferensi Pers, Manajer Umum/Humas PT Kahatex Ludi Suteja, Dansektor 21, dan salah satu pemilik PT Kahatex Ken Hua menandatangani Surat Komitmen Bersama dengan nomor: 040/KH-UM/VII/2018.

20180705_120937

Isi Surat Komitmen Bersama adalah, Satgas Citarum Harum (Dansektor 21) dan PT Kahatex menyatakan berkomitmen untuk saling menjaga kelestarian Sungai Citarum melalui:

1. PT Kahatex berkomitmen untuk mengoptimalisasikan kinerja IPAL dan sanggup menghasilkan air limbah yang layak buang dengan contoh hasil pengolahan yang diambil pada hari Kamis, 5 Juli 2018.

2. Satgas Citarum Harum melalui Dansektor 21 akan terus mengawasi kinerja IPAL PT Kahatex.

Namun Ketua Jurnalis Peduli Citarum (JPC) Setio S.H., M.H., menyayangkan Surat Komitmen Bersama tidak bermaterai, “Bila tidak bermaterai, maka Surat Komitmen Bersama tidak sah secara hukum, cacat hukum, dan tidak bisa dibawa ke ranah hukum,” kata Ketua JPC.

Menanggapi hal tersebut, Dansektor 21 mengatakan, Surat Komitmen Bersama dibuat untuk pihaknya dan PT Kahatex, “Apabila hasil akhir limbah PT Kahatex masih kotor, maka saluran pembuangan limbahnya akan kita cor lagi, untuk urusan hukum biarkan PT Kahatex berurusan dengan pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup,” kata Dansektor 21. (BRH)

Comments are closed.