Pusat Studi Politik dan Demokrasi FISIP Unpad Bahas Perilaku Masyarakat Jabar Jelang Pemilu 2019

unpad 1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menjelang Pemilu 2019, Pusat Studi Politik dan Demokrasi FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Diskusi Politik bertajuk, “Perilaku Memilih dan Peta Politik Jawa Barat Jelang Pemilu 2019”, Selasa, (10/7/2018), di Gedung E Kampus FISIP Unpad jalan Bukit Dago Utara No.25 Bandung.

Turut hadir dalam diskusi politik ini, Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Herdiansah, S.Sos., M.Si., Ph.D , Peneliti Pusat Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjajdjaran Firman Manan, S.IP., M.A., dan Kepala Pusat Studi Keamanan Nasional dan Global Universitas Padjadjaran Dr. Yusa Diuvandi,S.IP., M.Si., selaku moderator.

Seusai acara Diskusi Politik, Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Herdiansah mengatakan, kemenangan Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jawa Barat di Pilgub 2018 bisa menjadi indikasi Pilpres 2019 ke depan para pemilih di Jawa Barat akan memilih figur yang membawa perubahan serta keadaan yang lebih baik dari sisi program kerja.

“Namun sentimen yang menginginkan ganti Presiden atau Presiden Baru masih tinggi di Jawa Barat,” ungkap Ari Ganjar Herdiansah, “Di satu sisi terdapat pemilih rasional, tetapi di sisi lain ada sentimen, maka untuk ke depan Jawa Barat masih tergantung terhadap isu-isu,” ujarnya, “Tetapi apabila kandidat Petahana bisa meyakinkan masyarakat Jawa Barat, maka bisa jadi pemilih rasional di Jawa Barat akan memilih Petahana,” tegasnya.

Lebih lanjut Ari Ganjar Herdiansah mengatakan, saat Pilgub kemarin sosok Ridwan Kamil menjadi magnet bagi pemilih di Jawa Barat,” kata Ari Ganjar Herdiansah, “Kecuali untuk pemilih Asyik (Sudrajat – Syaikhu), mereka solid karena isu ganti Presiden,” tegasnya.

Mengenai kinerja pemerintah saat ini, Ari Ganjar Herdiansah mengungkapkan, menurut survei, masih banyak masyarakat Jawa Barat yang menganggap kinerja pemerintah sekarang kurang baik, “Masyarakat Jabar yang puas terhadap kinerja pemerintah kurang dari 50 persen,” ungkapnya, “Maka pemerintah harus meningkatkan kinerja di Jawa Barat agar masyarakat Jabar puas,” ujarnya.

“Basis massa Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) mendukung Ridwan Kamil karena sosok, namun untuk dibawa mendukung Joko Widodo saat Pilpres 2019 belum tentu bersedia, karena masih ada 30 persen dari basis Rindu yang mendukung gerakan Ganti Presiden,” ungkap Ari Ganjar Herdiansah.

unpad 2

Ari Ganjar Herdiansah mengungkapkan, dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur, elektabilitas Joko Widodo di Jawa Barat masih rendah, yaitu masih di bawah 50 persen, “Di sinilah peran Ridwan Kamil meyakinkan masyarakat Jawa Barat agar memilih Joko Widodo menjadi Presiden kembali saat Pilpres 2019,” ujarnya, “Di Jawa Barat jumlah pemilih pemula sekitar 30 persen, dan pemilih pemula bisa dioptimalkan oleh Ridwan Kamil,” tegasnya.

Lebih lanjut Ari Ganjar Herdiansah mengatakan, kemungkinan besar Joko Widodo di Pilpres 2019 akan berpasangan dengan Capres dari kalangan Islam tradisional, “Apabila itu terjadi bisa saja masyarakat Jabar akan berubah dan memilih Joko Widodo,” ujarnya.

Mengenai Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang berlangsung kemarin, Ari Ganjar Herdiansah mengatakan, setelah hasil Pilkada Jawa Barat diumumkan, terlihat para pemilih di Jawa Barat masih religius, “Mereka yang memilih berdasarkan agama masih tinggi, sekitar 80 sampai 90 persen, dan pemilih ini memilih pasangan Asyik,” ungkapnya.

“Namun yang menarik, mereka yang memilih pasangan Rindu berkarakteristik rasional, mereka memilih karena program kerja Ridwan Kamil -Uu dianggap mampu merubah Jawa Barat, Ridwan Kamil di mata mereka ada bukti nyata kinerja, dan dianggap berpengalaman di pemerintahan,” kata Ari Ganjar Herdiansah.

“Karakteristik rasional bisa kita baca sebagai trend yang positif, di mana ke depannya para pemilih di Jawa Barat dapat lebih cerdas lagi dalam memilih, lebih melihat ke depan isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka seperti isu-isu ekonomi,” ungkap Ari Ganjar Herdiansah, “Meskipun faktanya di lapangan masih ada isu etnisitas dan primodial, tetapi lebih banyak pemilh yang signifikan memilih dengan alasan yang rasional,” tegasnya.

Ari Ganjar Herdiansah mengungkapkan, kecenderungan pemilih di Jawa Barat rasional, “Kita lihat Ridwan Kamil menang hampir di seluruh wilayah Jawa Barat kecual Depok dan Kabupaten Bogor, hal itu menjadi indikasi mayoritas pemilih percaya kepemimpinan Ridwan Kamil, percaya akan program-program yang akan digulirkan Ridwan kamil di Jawa Barat, dan percaya Ridwan Kamil berpengalaman serta mampu membawa perubahan di Jawa Barat,” tegasnya, “Maka Pemilu ke depan trend seperti ini bisa dipertahankan,” ujarnya.

Di akhir paparannya Ari Ganjar Herdiansah mengatakan, saat ini masyarakat Jabar sudah melek informasi dengan selalu membaca isu-isu terkini di internet, “Masyarakat Jawa Barat dominan memilih karena pilihannya sendiri dan bukan karena ikut-ikutan, maka itulah ciri-ciri pemilih yang rasional,” pungkasnya.

Saat Pilpres 2019, calon yang akan maju diharapkan memperhatikan isu-isu yang dapat mempengaruhi masyarakat Jawa Barat, isu tersebut diantaranya, isu masih tingginya angka pengangguran, masih tingginya angka kemiskinan, perlunya pemimpin yang bersih dan bebas KKN, rendahnya tingkat kesejahteraan, infrastruktur perlu ditingkatkan, dan isu kerusakan sungai Citarum. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.