Trademark Market ke-10 di Bandung Hadirkan Lorong Waktu

580 x 400 px

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Trademark Market di tahun 2018 kembali diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus hingga 2 September di The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung, tema Trademark Market kali ini ialah Time Machine, “10 to The Future”.

Dengan tema “10 to The Future”, Trademark Market ingin mengajak pengunjung mengarungi lorong waktu dan mengingat momen-momen terbaik Trademark Market dari event pertama hingga ke-9.

Trademark Market dengan pengalaman membuat 9 kali event, ingin membuat event ke-10 menjadi memorable bagi para Tenant maupun pengunjung.

Trademark Market seperti biasa berkonsep One-Stop Shopping, sehingga pengunjung tidak hanya disuguhi Brand fashion, namun disuguhi makanan dan Hobbies.

Sebanyak 150 Tenant akan memanjakan pengunjung selama 4 hari di Trademark Market ke-10 ini.

Selain pertunjukan Band seperti, Garhana, Munthe, The Suitcase dan Tiara Effendy, Trademark Market ke-10 akan dimeriahkan ini pertunjukan DJ seperti, WYL$, Weekendrounders, Skeii Gold, Badjoe, Cesareno, Alate, Boydroots, Flojo, Rookie x Jeremie, Krisztof, Eil, dan Arata, yang tentu saja menambah keseruan berbelanja.

Di balik kesuksesan Trademark Market setiap tahunnya, tidak lepas dari peran founder bersama timnya.

Bermula dari Founder Trademark Market Saira Nisar menemukan sebuah produk brand lokal yang menarik perhatiannya di Jakarta.

Setelah Saira Nisar mencari informasi tentang brand lokal tersebut, ternyata diketahui berasal dari Bandung.

Saira Nisar menyayangkan kala itu tidak ada wadah yang membantu brand-brand lokal untuk memasarkan produknya.

Akhirnya singkat kata, tercetuslah Trademark Market, Emporium fashion terbesar di Bandung sebagai usaha Saira Nisar memajukan bisnis brand-brand lokal Bandung.

Saira Nisar menginginkan brand-brand lokal bukan hanya terkenal secara Nasional, namun Internasional.

Saira Nisar yang merupakan lulusan Lasalle College International Jakarta, juga menjadi pencetus T-shirt Campaign, yaitu sebuah kampanye non-profit yang bertujuan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk mendukung produk-produk lokal.

Kampanye ini sudah berjalan selama 6 tahun, sejak dimulainya kampanye ini, tema kaus selalu selaras dengan tema event Trademark Market setiap tahunnya.

Kampanye ini semakin mudah diikuti dengan adanya hashtag khusus, yaitu, #Supportlocal serta akun Instagram @supportlocalbdg, di mana seluruh pencinta brand lokal dapat melihat usaha Trademark Market dalam mengajak pencinta brand lokal untuk berpartisipasi.

Kota Bandung seperti diketahui telah menjadi ikon tempat lahirnya brand-brand lokal berkualitas.

Maka Trademark Market diselenggarakan bertujuan memberikan kesempatan bagi brand-brand lokal untuk mempromosikan dan menjual produknya secara nasional.

Trademark Market sendiri merupakan event tahunan dengan tema unik dan berbeda di setiap event.

Dimulai dari tahun 2011, Trademark Market hingga saat ini telah diadakan sebanyak 9 kali, dengan rata-rata pengunjung sebanyak 70.000 dalam 4 hari di setiap eventnya. (BRH / RLS)

Comments are closed.