Forum Penyelamat Olah Raga: Kepengurusan KONI Jabar Periode 2014-2018 Cacat Hukum

eka 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Koordinator Forum Penyelamat Olah Raga (FPOR) Eka Santosa menegaskan, sejak awal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Kepengurusan 2014-2018 cacat hukum dan menyalahi undang-undang, salah satunya yaitu Ketua KONI Jabar dijabat oleh TNI aktif.

Hal ini diungkapkan Eka Santosa saat Jumpa Pers Forum Penyelamat Olah Raga, Senin, (6/8/2018), di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa jalan Pasir Impun Atas, turut hadir mantan pengurus KONI Jabar, dan para Ketua Cabor seperti, Achmad Riza Alhabsyi, Syarief Bastaman, Ali Racman, Nandang, dan Wakil sekum Silat Deni.

Selain menegaskan Kepengurusan KONI Jabar yang cacat hukum, Eka Santosa juga menyoroti dugaan rencana atau rekayasa penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan digelar KONI Jabar sebelum pelantikan Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil, “FPOR mendesak agar KONI Jabar membatalkan rencana penyelenggaraan Musorprov yang digelar 12 September 2018, sementara pelantikan Gubernur Jawa Barat dijadwalkan tanggal 17 September 2018, ini sama saja menodong Gubernur Jawa Barat ,” tegasnya, “Sebaiknya Musorprov dilakukan usai Porda Jabar XIII di Bogor pada Oktober 2018 atau dibawah kepengurusan transisi yang diperpanjang sesuai ketentuan,” tegasnya.

eka 2“Seperti diketahui Kepengurusan KONI Jabar akan berakhir Oktober 2018, sehingga Gubernur Jabar yang baru diharapkan mengetahui rencana Musorprov tersebut yang terlihat sangat dipaksakan,” ungkap Eka Santosa, “Karena selama kepemimpinan Gubernur yang lama, seolah-olah ada pembiaran atas keluhan FPOR Jabar tentang berbagai permasalahan Kepengurusan KONI Jabar 2014-2018,” tegasnya, “Saya dan kawan-kawan berkali-kali mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar sebelumnya, namun tidak pernah digubris, maka apabila sekarang ada niat yang tidak prosedural dari Kepengurusan KONI Jabar 2014-2018 maka FPOR akan mengingatkan Penjabat Gubernur Jawa Barat saat ini dan Gubernur Jawa Barat terpilih,” ujarnya.

Lebih lanjut Eka Santosa mengatakan berbagai permasalahan di kepengurusan KONI Jabar harus segera diselesaikan, “KONI Jabar kepengurusan 2014-2018 sudah melenceng dari marwah keolahragaan dan tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujarnya.

eka 3Eka Santosa yang saat ini masuk ke dalam Tim Optimasi Sinkronisasi (TOS) Gubernur Jawa Barat terpilih mengatakan, dirinya akan segera membahas persoalan ini agar tidak menjadi batu sandungan bagi Gubernur Jawa Barat yang akan datang, “Persoalan ini akan dibahas dengan Erry Riyana Hardjapamekas dan anggota TOS lainnya,” pungkasnya.

Dalam pertemuan Forum Penyelamat Olah Raga bersama para wartawan terungkap, para Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dimintai menyetujui adanya Musorprov pada tanggal 12 September 2018, permintaan tersebut dilakukan secara gerilya agar para Pengurus Cabor mau menandatangani surat persetujuan, namun sebanyak 38 Cabang Olahraga, 21 Konida dan 5 Badan Fungsional menolak jika Musorprov digelar pada tanggal 12 September 2018. (BRH / DUD / HS)

Comments are closed.