Kemenko Maritim Ajak Netizen Jakarta Tinjau Program Citarum Harum di Bandung

kemenkomaritimARCOM.CO.ID ,Bandung. Kemenko Maritim Biro Informasi dan Hukum selama satu hari penuh, Kamis, (2/8/2018), mengajak para Netizen, Blogger, dan Vlogger asal Jakarta untuk meninjau dan mengikuti kegiatan para Dansektor dan Satgas Citarum di beberapa titik.

Sekitar 35 orang Netizen, Blogger, dan Vlogger asal Jakarta didampingi Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenko Maritim Latief Nurbana dan Sekertaris BPLHD Provinsi Jawa Barat berangkat dari Hotel Grand Mercure jalan Setiabudi Bandung menuju lokasi yang berhubungan dengan penanganan sampah permukaan, limbah industr, dan penghijauan di kawasan hulu Sungai Citarum.

Lokasi pertama yang dikunjungi para Netizen adalah CV Perajutan Sahabat dan PT Teguh Jaya Pranata, seperti diketahui, kedua pabrik tersebut lubang pembuangan limbahnya sempat ditutup oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum pimpinan Komandan Sektor (Dansektor) 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat karena membuang limbah tanpa proses yang optimal ke aliran sungai, tetapi saat ini kedua pabrik tersebut hasil pengolahan limbahnya sudah jernih

Dansektor 21 mengatakan kepada para Netizen, pabrik-pabrik setelah ditutup lubang saluran pembuangan limbahnya dalam kurun waktu delapan hari akhirnya sanggup membenahi proses IPAL-nya, “Hasilnya sekarang kita bisa lihat sendiri, jernih dan ikan dapat hidup di dalamnya,” tegasnya.

Setelah mengunjungi CV Perajutan Sahabat dan PT Teguh Jaya Pranata, para Netizen beranjak menuju IPAL komunal yang dikelola oleh PT MCAB, kedatangan para Netizen disambut Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi dan Manajemen PT MCAB.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, IPAL komunal yang melayani melayani 24 perusahaan industri yang ada di sekitar Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung pengelolaan limbahnya tidak maksimal dan terendam banjir saat dilakukan penutupan saluran Cisuminta yang menjadi titik pembuangan hasil IPAL.

kemenkomaritim 2Saat ini IPAL komunal sedang dibenahi dengan menambah fasilitas Post Treatment dan sistem Dissolved Air Floatation (DAF) yang diperkirakan Agustus 2018 sudah mampu mengolah dengan baik sebanyak 3.500 meter kubik limbah per hari.

Salah satu Netizen yang bernama Dede mengatakan, dirinya tidak menyangka gerakan program revitalisasi Sungai Citarum progress-nya bisa secepat ini, “Salut karena sungai Citarum yang disebut terkotor di dunia ternyata sekarang sudah berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.

“Selama kami hanya mengetahui berita Sungai Citarum media, namun saat ini kami bisa bertemu langsung dengan Komandan Sektor,” kata Dede, “Sekarang kami sudah melihat fakta langsung di lapangan dan mendapat penjelasan langsung dari para Komandan Sektor, dan kami berharap Sungai Citarum dapat berangsur bersih,” pungkasnya.

Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenko Maritim Latief Nurbana mengatakan, sebelumnya kegiatan Field Trip bersama Media rutin dilaksanakan Kemenko Maritim Biro Informasi dan Hukum, “Tahun 2018 kami mengajak para Netizen, dikarenakan mereka memiliki efek multiplier terhadap pemerintahan,” ujarnya, “Maka kegiatan Field Trip kali ini kita bungkus dengan isu yang sedang digalakkan, yaitu pengendalian dan penataan Daerah Aliran Sungai Citarum,” tegasnya, “Kemenko Maritim Biro Informasi dan Hukum ingin mengajak Netizen langsung melihat ke lokasi, agar mereka mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Latief Nurbana mengatakan, target utama Field Trip bersama Netizen adalah bagaimana mempublikasikan program Citarum Harum yang selama ini dikomandani oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman kepada masyarakat luas, “Kemenko Maritim Biro Informasi dan Hukum membawa Netizen ke lapangan untuk melihat, menilai, dan mempublikasikan secara objektif program Citarum dan kami harap par Netizen dapat memberi masukan kepada para pengambil kebijakan,” pungkasnya. (BRH / ST)

Comments are closed.