Lubang Pembuangan Limbah PT Indoputra Utamatex Diizinkan Dibuka Oleh Satgas Citarum

Screenshot_2018-08-08-08-26-01-1

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Lubang pembuangan limbah PT Indoputra Utamatex yang berlokasi di jalan Raya Nanjung, Cimahi Selatan akhirnya diizinkan dibuka oleh Satgas Citarum Sektor 21 Pimpinan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Selasa, (7/8/2018), karena kualitas hasil olahan limbah PT Indoputra Utamatex sudah terlihat bersih.

Seperti diketahui, sebelumnya perusahaan pencelupan produk tekstil ini pada 19 Juli 2018 lubang pembuangannya mengeluarkan limbah kotor berwarna hitam dan berbau, maka pada 23 Juli 2018 Satgas Citarum Sektor 21 Pimpinan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat melakukan penutupan lubang saluran pembuangan limbah PT Indoputra Utamatex dengan tujuan agar perusahaan ini segera membenahi proses IPAL-nya.

Saat pengecekan, Selasa, (7/8/2018), di PT Indoputra Utamatex jalan Raya Nanjung Cimahi Selatan, Dansektor 21 Satgas Citarum Kol Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran melihat langsung IPAL pabrik ini yang berkapasitas 2.000 meter kubik, turut hadir dalam pengecekan ini elemen masyarakat dan awak media.

Dari pantauan di lapangan, terlihat hasil olahan limbah PT Indoputra Utamatex sudah jernih, dan perusahaan ini membangun bak indikator yang berisi beragam jenis ikan dan tanaman kangkung.

Direktur PT Indoputra Utamatex Pieter Wijaya mengatakan, pihaknya menjanjikan hasil pengolahan limbah pabriknya akan selalu jernih.

“Kami menggunakan metode fisika, biologi dan kimia juga filtrasi,” kata Pieter Wijaya, “Selama lubang pembuangan limbah pabrik kami ditutup, akhirnya kami membenahi IPAL dengan cara mengganti media filter menjadi dobel filter,” tegasnya.

Lebih lanjut Pieter Wijaya mengatakan, pihaknya akan selalu terbuka bila Satgas Citarum melakukan pengecekan kembali, “Kami akan selalu terbuka bagi siapapun yang ingin masuk dan mengecek outlet kita, karena kami mendukung program Citarum Harum,” ujarnya.

Screenshot_2018-08-08-08-19-18-1

Pieter Wijaya menjelaskan, saluran air yang berada di dalam lingkungan PT Indoputra Utamatex, IPAL-nya sering terkena rembesan dari sawah di luar benteng dan air dari arah jalan tol, “Namun sekarang bisa dilihat hasil pembuangan olahan limbah pabrik dialirkan seluruhnya melalui meteran,” pungkasnya.

Manager Operasional PT Indoputra Utamatex Edi mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada jajaran Satgas Citarum dan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat karena sudah diperingatkan, “Saat ini persediaan air baku pabrik kami menjadi bertambah, hal ini dikarenakan proses recycle yang sudah pabrik kami lakukan, meskipun baru 50 persen,” ungkapnya.

Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, pihaknya sudah melihat IPAL PT Indoputra Utamatex mencukupi, “Oleh karena itu, waktu pembenahan tidak terlalu lama, sebenarnya saat saya berada di Tiongkok pihak PT Indoputra Utamatex sudah melaporkan hasil pembenahannya, maka saya izinkan lubang pembuangan limbahnya dibuka sedikit agar proses produksi bisa berjalan,” ungkapnya, “Maka hari ini kita buka lubang pembuangan limbah PT Indoputra Utamatex secara resmi,” tegasnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 menegaskan, semua perusahaan yang berada di wilayah Sektor 21sebenarnya bisa membuat Citarum cepat harum tanpa harus didorong, “Tetapi dengan adanya Satgas Citarum dapat memacu pabrik, karena banyak faktor yang membuat pabrik membuang limbahnya yang masih kotor,” ungkapnya.

“Saya berharap perusahaan di Cimahi dan Kabupaten Bandung yang berada di wilayah sektor 21 jangan menunggu pembuangan limbahnya ditutup, langsung saja segera benahi IPAL-nya, sehingga saat Satgas Citarum melakukan pengecekan, kondisi olahan limbahnya sudah bersih,” tegasnya.

Setelah melakukan kegiatan pengecekan IPAL, Dansektor 21 beserta jajaran PT Indoputra Utamatex, melakukan penandatanganan surat pernyataan.

Surat yang ditandatangani langsung Direktur Perusahaan PT Indoputra Utamatex isinya antara lain, pihak pabrik tidak akan lagi membuang limbah kotor.

Screenshot_2018-08-08-08-18-14-1

Setelah membuka cor saluran pembuangan limbah PT Indoputra Utamatex, Dansektor 21 berangkat menuju PT Blessindo jalan Cibaligo, Kota Cimahi.

Seperti diketahui, PT Blessindo pada 3 Agustus 2018 kedapatan membuang limbahnya dalam kondisi berwarna.

Saat dilakukan pengecekan pada 7 Agustus 2018 dengan disaksikan Direktur PT Blessindo Irwan, akhirnya kondisi hasil olahan limbahnya sudah jernih, namun sayang, saat dilaksanakan pengukuran pH, ternyata kondisinya tinggi yaitu diangka 13,” Silahkan PT Blessindo mencari yang bisa men-treatment hal ini,” tegas Dansektor 21.

“Benahi IPAL-nya, saya hanya memberi waktu tujuh hari, selanjutnya Satgas Citarum akan mengecek kembali, tetapi bila kondisinya belum ada perubahan, terpaksa kami tutup saluran pembuangan limbah PT Blessindo,” tegasnya.

“Kita dapat lihat sendiri, kualitas hasil olahan limbah PT Blessindo hari ini sudah bening, tetapi saat diukur pH, ternyata masih tinggi, dan limbah seperti itu tidak bisa dibuang ke luar, maka saya beri waktu untuk PT Blessindo perbaiki seluruhnya selama 7 hari,” tegas Dansektor 21.

“Nanti saya ingin lihat apakah sudah ada ikan yang hidup di situ, sehingga kita tahu jika ikan mas dan ikan koi bisa hidup, artinya olahan limbah tidak membahayakan di lingkungan luar,” ungkap Dansektor 21.

Direktur PT Blessindo Irwan mengatakan, pihaknya akan mulai membenahi IPAL PT Blessindo, “Hari ini kami akan memanggil semua bagian internal, dan kami akan laporkan perkembangannya,” pungkas Irwan. (BRH / ST)

Comments are closed.