PT Matahari Sentosa Benahi IPAL Demi Program Citarum Harum

IMG-20180804-WA0007

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Pemilik PT Matahari Sentosa I Roger Sung akhirnya membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabriknya, setelah pembuangan limbahnya, pada, (5/6/2018), ditutup oleh jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 21 karena beberapa kali dipergoki membuang limbah tanpa melalui pengelolaan IPAL yang memadai ke aliran sungai.

Roger Sung sendiri mengundang Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, awak media, dan elemen masyarakat, Jumat (3/8/2018), di PT Matahari Sentosa I jalanJoyodikromo Cimahi untuk melaporkan pembenahan IPAL yang telah dilakukan perusahaannya.

Pertemuan tersebut diadakan sekaligus sebagai upaya pengecekan secara langsung ke lokasi IPAL perusahaan yang memproduksi resleting.

Diketahui, setelah selama hampir dua bulan saluran pembuangan limbahnya ditutup, tampaknya pihak perusahaan telah menambah beberapa fasilitas agar dapat mengoptimalkan hasil olahan limbah, bahkan saat ini hasilnya sudah jernih dan telah melakukan recycle air limbah hingga 100 persen.

“Tindakan sebelumnya dengan menutup lubang pembuangan limbah PT Matahari Sentosa I oleh saya dan jajaran semata-mata untuk melindungi serta menjaga ekosistem Sungai Citarum dan sekitarnya,” tegas Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Kita menjalankan tugas berdasarkan Perpres No. 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum,” ujar Dansektor 21.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, pihaknya menutup lubang pembuangan limbah bukan dimaksudkan untuk mempersulit pabrik, “Kepentingan kami yaitu limbah yang keluar dari pabrik, itulah yang harus kami jaga,” ungkapnya.

“Satgas hanya menjaga agar limbah kotor tidak mencemari wilayah masyarakat,” tegas Dansektor 21, “Kami hanya melokalisir limbah kotor agar tidak merusak lingkungan sungai masyarakat,” ujarnya.

“Kami bekerja untuk saat ini dan masa depan, mari sama-sama kita perbaiki ekosistem di kawasan DAS Citarum,” kata Dansektor 21.

“Kami pun mengucapkan terima kasih atas kerjasama pihak pabrik, karena tekad dan niat yang baik dari pemilik pabrik untuk segera mengembalikan ekosistem DAS Citarum,” kata Dansektor 21.

“Meski sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar, proses recycle air limbah yang dilakukan pihak pabrik cukup membantu pemerintah dan masyarakat, karena pihak pabrik sudah tidak banyak menggunakan air tanah atau air permukaan,” pungkas Dansektor 21.

Direktur PT Matahari Sentosa I Roger Sung mengatakan, pihaknya selama satu bulan setelah penutupan saluran pembuangan limbah, akhirnya menghentikan dulu produksi dan memilih membenahi IPAL.

“Dengan bantuan konsultan, sekarang kami sanggup melakukan recycle air limbah sebesar 100 persen,” tegas Roger Sung, “Kami dari perusahaan mendukung penuh program Citarum Harum,” ujarnya.

“Untuk pembenahan fasilitas IPAL, kami telah menginvestasikan dana kurang lebih Rp 400 juta, termasuk mendatangkan mesin press B3,” pungkas Roger Sung.

Seusai kegiatan pengecekan lokasi IPAL dan mendengarkan penjelasan dari Dansektor 21, kegiatan ditutup dengan penandatangan surat pernyataan bermaterai antara pemilik perusahaan yang isinya antara lain tidak akan membuang air limbah dalam kondisi kotor ke aliran sungai. (BRH / ST)

Comments are closed.