Mastery By Crown Group, Batasan Baru Dunia Arsitektur di Australia

The Masters

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. (3/9/2018). Pengembang properti terkemuka Australia, Crown Group, mengumumkan pengembangan terbarunya yaitu Mastery by Crown Group.

Mastery by Crown Group membawa Sydney kepada tahapan baru dengan menggabungkan visi tiga pemimpin industri, yaitu Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, Arsitek Jepang terkenal di dunia Kengo Kuma, dan Arsitek pemenang penghargaan berbasis di Sydney, Koichi Takada.

Proyek pengembangan lima menara hunian ini meeupakan kolaborasi kali pertama bagi kota pelabuhan yang terkenal ini.

Kengo Kuma merupakan otak di balik proyek pengembangan yang sangat menarik perhatian ini, menara dengan 19 lantai yang inovatif menampilkan eksterior hijau dengan taman yang rimbun dan dirancang untuk menciptakan hutan vertikal.

Empat menara hunian lainnya yang terdiri dari tiga menara rancangan Koichi Takada Architects dan satu menara yang dirancang oleh arsitek yang berbasis di Sydney Silvester Fuller menambahkan perspektif lokal yang unik pada desain bangunan.

Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, visinya untuk Mastery by Crown Group adalah menciptakan komunitas yang dinamis dan beragam di pinggiran kota Sydney.

Terletak di 48 O’Dea Avenue Waterloo, Mastery by Crown Group nantinya terdiri dari 384 unit apartemen mewah, fasilitas bergaya resor termasuk kolam renang kantilever tanpa batas yang terletak di atap, ruang olahraga dan ruang komunitas, serta area ritel di lantai dasar yang terdiri dari restoran, kafe dan pertokoan.

Pemenang Urban Taskforce Property Person of the Year 2015, Iwan Sunito yang lahir di Surabaya, seperti diketahui berhasil meraih gelar Sarjana Arsitektur (Hons) dan Magister Manajemen Konstruksi dari UNSW, serta dianugerahi penghargaan UNSW Eric Daniels for Excellence in Residential Design sebelum menjadi Arsitek Terdaftar di tahun 1993.

Iwan Sunito mendirikan Crown Group bersama mitra bisnisnya Paul Sathio di tahun 1996.

Sejak itu Grup Crown memiliki portofolio proyek senilai Rp.50 triliun dalam lini usahanya.

“Melalui Mastery by Crown Group, kami menciptakan pusat kota baru, komunitas yang unik, di mana orang dapat bertemu, terhubung, belajar, bersantai, dan bermain bersama, serta menikmati kehidupan komunitas yang berwarna di daerah pinggiran kota yang sedang berkembang ini,” kata Iwan Sunito, “Kami sangat bangga menghadirkan Mastery by Crown Group di Sydney,” ujarnya.

“Adalah sebuah kehormatan yang istimewa bisa membuat Kengo Kuma dan Koichi Takada berkolaborasi untuk proyek tersebut,” tegas Iwan Sunito.

“Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya unik masing-masing dan etos mereka sendiri yang merupakan pemimpin sejati di bidangnya, dan mereka dikenal akan kreativitasnya,” ungkap Iwan Sunito.

“Saya merasa kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney,” tegas Iwan Sunito.

“Kami sangat gembira dapat mengambil langkah berikutnya untuk mendorong lebih jauh arah kota Sydney yang semakin diakui atas keunikan arsitekturnya,” kata Iwan Sunito.

Seperti diketahui, Kengo Kuma mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc di negara asalnya Jepang pada tahun 1990.

Tahun lalu perusahaan ini melakukan ‘invasi’ pertamanya ke Australia dengan merancang The Darling Exchange, yaitu sebuah gedung publik dengan enam lantai di Darling Harbour yang diikuti oleh sebuah hotel 25 lantai di Sydney’s Circular Quay.

Kengo belajar di Universitas Columbia di New York City, dan masuk dalam Dezeen Hot List tahun lalu.

Menara apartemen bergaya ‘hutan vertikal’ di jantung Mastery by Crown Group akan menjadi proyek hunian pertama bagi Kengo Kuma and Associates di Australia.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan suasana yang hangat dan alami kepada masyarakat dengan strategi desain yang unik,” kata Kengo Kuma tentang menara hunian 19 lantainya.

“Bagian puncak menara bertransformasi dengan mulus hingga bagian teras bawah, sehingga menciptakan keintiman antara skala bangunan dan trotoar pejalan kaki,” ungkap Kengo Kuma.

“Atap yang membungkus facade ditutupi oleh batangan kayu yang memberi kesan hangat pada area facade,” kata Kengo Kuma, “Seluruh facade menjadi hutan kota vertikal yang memiliki vegetasi di seluruh atap,” ujarnya.

“Pendekatan ini menciptakan kesan lembut pada profil bangunan, dan memberikan citra baru bagi Mastery by Crown Group di wilayah Waterloo,” kata Kengo Kuma.

Arsitek kelahiran Jepang yang berbasis di Sydney Koichi Takada akan merancang tiga dari lima menara Mastery by Crown Group.

Seperti diketahui Koichi Takada memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada tahun 1997.

Perusahaannya yaitu Koichi Takada Architects telah memenangkan banyak penghargaan untuk desain hunian, ritel dan hotel.

“Ini adalah sebuah kehormatan luar biasa bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan sensei Kuma, seorang master arsitektur Jepang,” kata Koichi Takada, “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya.

“Saya menggambar berdasarkan ide tentang ‘kemewahan hijau,’ dan mencari inspirasi dari alam,” kata Koichi Takada, “Setiap bangunan dirancang dengan ‘sentuhan manusia’ untuk mengekspresikan karakter arsitektur yang organik dan berbeda,” ungkapnya.

“Menanggapi visi Kengo Kuma untuk menara tertinggi dari lima menara hunian yang akan dibangun, saya bersemangat untuk merancang tiga menara Low-Rise yang menciptakan dialog arsitektur dinamis di dalam area proyek,” kata Koichi Takada.

Mastery by Crown Group terletak di area revitalisasi Green Square di Kota Sydney, sekitar 5 km dari CBD Sydney, 3 km dari Univerity of New South Wales dan 7 km dari Bandara Sydney.

Dengan lebih dari 40.000 pekerjaan yang diharapkan akan tercipta di kawasan Green Square pada tahun 2030, proyek hunian ini akan menjadi rumah bagi ratusan penduduk Waterloo saat selesai di tahun 2021.

“Visi Crown Group untuk Waterloo akan terus mendorong pemberdayaan positif lingkungan yang sebelumnya adalah kawasan pergudangan, menjadi sebuah lingkungan hijau yang ‘organik’ dan ‘sehat’,” kata Koichi Takada, “Dirayakan dengan gaya hidup resor khas Crown Group bagi para penghuninya dan budaya jalanan baru yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Koichi Takada.

Crown Group akan mulai menerima EOI atau tanda minat mulai 10 September 2018, sementara penjualan unit apartemen akan dimulai November 2018.

Konstruksi dijadwalkan selesai tahun 2021, untuk informasi lebih lanjut atau bagi yang berminat, dapat nengunjungi situs crowngroup.com.au .(BRH / RLS)

Comments are closed.