Anak Calon Rektor Unpad Bantah Ayahnya Lakukan KDRT dan Perselingkuhan

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi yang merupakan anak dari Calon Rektor Unpad periode 2019-2024 Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., membantah tulisan yang menyudutkan ayahnya di situs Ngopibareng.id berjudul, “Dugaan KDRT Menggoyang Calon Kuat Rektor Unpad” .

Karena merasa dirugikan atas tulisan Ngopibareng.id yang ternyata saat ini tulisan tersebut tidak bisa diakses/error, Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi Melalui kuasa hukumnya Bintang Yalasena melakukan klarifikasi, Senin, (24/9/2018), di jalan Suci Bandung.

“Ernawati yang merupakan ibu kandung Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi yang juga mantan isteri Obsatar Sinaga merupakan narasumber pada situs tersebut,” kata Bintang Yalasena, “Dalam tulisan tersebut Ernawati menyebutkan dirinya telah menulis surat kepada Presiden RI Joko Widodo mengenai laporan ke Kepolisian tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Obsatar Sinaga saat masih menjadi suaminya yang terjadi pada 29 Maret 2002,” ungkapnya.

“Namun surat tersebut sudah lama dan telah dicabut, jika Ernawati ingin melaporkan kembali kasus tersebut  sudah tidak bisa, dan isi suratnya pun sudah tidak betul,” tegas Bintang Yalasena.

Bintang Yalasena menceritakan, pada awalnya Ernawati dan Obsatar Sinaga hidup rukun, namun saat terjadi suatu peristiwa yaitu neneknya Afgan dan Kahfi sering dimarahi oleh Ernawati hingga stroke kemudian meninggal dunia, di situlah awal mula keretakan rumah tangga Ernawati dan Obsatar Sinaga, “Apabila orang tua diperlakukan seperti itu, pasti anaknya akan marah,” ujarnya, “Tetapi tidak sampai terjadi pemukulan yang dilakukan Obsatar Sinaga,” tegasnya.

Lebih lanjut Bintang Yalasena mengungkapkan, bukti-bukti mengenai foto-foto adanya bengkak di wajah Ernawati harus dibuktikan secara hukum, “Saya selaku kuasa hukum Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi mempertanyakan validitasnya, apakah sudah sampai ke pengadilan?, dan ternyata belum,” ujarnya.

“Selain itu terdapat laporan Obsatar Sinaga mempersulit pergantian Nazhir tanah Wakaf di Jalan Atlas Bandung, dan kenyataannya saat ini telah selesai dan menjadi milik Yayasan Ummi Maktum, bahkan telah diurus ke Badan Pertahanan Nasional (BPN),” ungkap Bintang Yalasena.

Mengenai isu perselingkuhan Obsatar Sinaga dengan salah seorang mahasiswinya seperti ditulis di situs Ngopibareng.id, Bintang Yalasena menegaskan, hal tersebut perlu dibuktikan, “Perlu dibuktikan dengan KUHAP, jika hanya dibuktikan dengan foto mahasiswi duduk dengan Obsatar Sinaga tentu saja sulit dibuktikan,” ujarnya, “Perselingkuhan itu harus dibuktikan dengan rekaman video dan diuji di dalam persidangan,” ungkapnya, “Maka isu perselingkuhan tersebut tidak benar, dan kami secepatnya akan mengadukan hal tersebut kepada penyidik untuk klarifikasi,” tegasnya.

Bintang Yalasena menambahkan, dalam situs Ngopibareng.id disebutkan, Obsatar Sinaga pernah melakukan kekerasan fisik terhadap mantan isterinya Ernawati saat beribadah haji, menurut pengakuan Ernawati, dirinya disuruh membawa tas besar oleh Obsatar Sinaga, dan ditendang, “Hal tersebut sangatlah tidak mungkin, apabila Obsatar Sinaga melakukan tindak kekerasan di tanah suci, mungkin saat itu juga langsung diproses secara pidana,” tegasnya.

Bintang Yalasena mengungkapkan, mantan isteri Obsatar Sinaga yaitu Ernawati memiliki perangai yang keras dan suka berkata kasar, “Maka terjadilah perceraian di antara keduanya,” ungkapnya, “Jika Obsatar Sinaga memiliki perangai kasar, maka istri yang sekarang bisa saja diperlakukan sama, tetapi pada kenyataannya tidak terjadi tindakan kekerasan,” tegasnya.

“Maka tidak perlu fakta diputar balikkan, Obsatar Sinaga dengan isterinya yang sekarang hingga hari ini hidup harmonis, rukun, dan damai, bahkan anak-anak Obsatar Sinaga merasa nyaman dan hidup bahagia memiliki ibu yang baru, itulah faktanya,” ungkap Bintang Yalasena.

Bintang Yalasena menduga kasus ini merupakan upaya Ernawati menggagalkan rencana Obsatar Sinaga menjadi Rektor Unpad periode 2019-2024, “Sebelumnya hal seperti ini pernah terjadi saat Obsatar Sinaga mencalonkan diri menjadi Kompolnas,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Bintang Yalasena mengatakan, berkaitan dengan klarifikasi yang dilakukan kliennya yaitu Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi, hal yang dilakukan Ernawati masuk ke dalam ranah pidana, “Karena Ernawati telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo, dan mengirimkan tulisan ke situs Ngopibareng.id, maka hal tersebut melanggar Pasal 28 angka 2, UU ITE,” pungkasnya.

Putra Obsatar Sinaga yang bernama Afgan Prawira Erbi mengatakan, dirinya dan Muhammad Kahfi Erbi merasa terganggu dengan tulisan yang menyudutkan ayahnya di situs Ngopibareng.id, “Klarifikasi ini merupakan inisiatif kami berdua, seperti diketahui, ibu saya yang bernama Ernawati saat ini telah menikah lagi dan sudah memiliki suami lagi, dan ibu saya tinggal dan bekerja di salah satu BUMN di Jakarta,” ungkapnya.

Afgan Prawira Erbi menegaskan, gelagat ibunya yaitu Ernawati untuk menjegal Obsatar Sinaga menjadi Rektor Unpad sudah terasa sejak masa penjaringan 8 peserta Calon Rektor Unpad, “Pada saat masa penjaringan berita negatif tentang ayah saya sudah dikirimkan  kepada panitia pemilihan Rektor, tetapi saat itu tidak mempan, bahkan diteruskan melapor kepada Majelis Wali Amanat tidak mempan juga, dan saat ini dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo,” ujarnya.

Afgan Prawira Erbi mengungkapkan, dirinya dan Muhammad Kahfi Erbi yang saat ini tinggal bersama ayahnya merasa tidak simpati terhadap ibunya yaitu Ernawati karena terlalu sering menyudutkan ayahnya, “Padahal ayah tidak pernah menyudutkan ibu,” ungkapnya lirih, “Selama tinggal dengan ibu, kami kurang mendapatkan perhatian, bahkan untuk kepentingan pendidikan dan pendukung lainnya sekalipun,”  pungkasnya.

Seperti diketahui, Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., atau biasa disapa Prof Obi merupakan kandidat terkuat Rektor Unpad periode 2019-2024, Prof Obi akan bersaing dengan Aldrin Herwany, S.E., M.M., Ph.D., dan Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. (BRH / IIP)

Comments are closed.