Limbah PT Central Georgette Nusantara Tidak Membahayakan Ekosistem Sungai

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. PT Central Georgette Nusantara (PT CGN) yang berlokasi di Cibaligo Cimahi bergerak cepat membenahi Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) setelah sebelumnya ada temuan dari Satgas Citarum Sektor 21 yang menganggap kualitas hasil olahan limbahnya belum optimal.

Setelah PT Central Georgette Nusantara membenahi IPAL, akhirnya hasil olahan limbah pabrik ini jernih, bahkan ikan koi yang hidup di kolam dengan air hasil olahan limbah PT CGN dapat hidup.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat yang melakukan pengecekan ulang IPAL PT Central Georgette Nusantara, Rabu (26/9/2018), mengapresiasi langkah yang dilakukan pabrik ini.

“Saya selaku Dansektor 21 Satgas Citarum mengucapkan terima kasih atas usaha yang dilakukan perusahaan dalam membenahi limbahnya,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan Direktur PT Central Georgette Nusantara Afandi Hermawan, Manajemen PT CGN, dan para awak media.

“Langkah yang dilakukan PT Central Georgette Nusantara akan kami jadikan contoh bagi pabrik lain dalam mengelola limbahnya,”  tegas Dansektor 21 Satgas Citarum, “Karena saya dan Satgas Citarum Sektor 21serta awak media telah melihat hasil di outlet IPAL pabrik ini jernih, bahkan PT CGN membuat beberapa kolam ikan yang di dalamnya hidup ikan-ikan koi,” ujarnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 Satgas Citarum mengungkapkan, PT Central Georgette Nusantara dalam mengolah air limbah sudah memenuhi parameter yang sederhana , “Dapat kita lihat ikan koi dapat hidup dan air hasil olahan limbahnya PT CGN jernih,”  ujarnya, “Apabila parameter sederhana telah terpenuhi, maka minimal air hasil olahan limbah tidak membahayakan ekosistem di lingkungan sungai, tetapi harap diingat hal ini harus tetap konsisten,” tegasnya.

Seperti diketahui, PT Central Georgette Nusantara (CGN) telah beberapa kali diperingatkan dan dilakukan sidak oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21 pada Agustus 2018, sehingga PT CGN berkomitmen mengolah limbah secara optimal.

Direktur PT Central Georgette Nusantara Afandi Hermawan melalui perwakilannya yang bernama Trisno mengatakan, pihaknya akan bereaksi cepat apabila terdapat temuan limbah yang keluar dan belum optimal, “Tentu saja pihak pabrik akan merespon dengan cepat hal ini dan dicari di mana permasalahannya,” tegasnya.

Bagian Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) PT Central Georgette Nusantara (CGN) Rohendi mewakili Afandi Hermawan mengatakan, PT CGN saat ini mampu melakukan Recycle air limbah sebesar 90 persen berkat motivasi dari Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Pada Agustus 2018, pabrik ini hanya mampu melakukan Recycle air limbah sebesar 75 hingga 85 persen,” pungkasnya.

Di penghujung kegiatan pengecekan ulang IPAL PT Central Georgette Nusantara, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat meminta Direktur PT Central Georgette Nusantara Afandi Hermawan melakukan penandatanganan komitmen demi menjaga kualitas hasil olahan limbah PT CGN, dan mendukung Program Citarum Harum. (BRH / ST)

Comments are closed.