De Paviljoen Gelar Coffee Journey dan Kunjungi Perkebunan Kopi di Pangalengan

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Hotel De Paviljoen Bandung, Siki Coffee dan para awak Media dalam rangka memperingati International Coffee Day menggelar kegiatan “Coffee Journey”, dengan mengunjungi pabrik Siki Coffee dan perkebunan kopi di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung, Senin, (1/10/2018).

Para awak Media didampingi Marketing Communication Manager Hotel de Paviljoen Bandung Malinda Dinangrit seusai sarapan langsung berangkat pukul 07.30 WIB menuju pabrik Siki Coffee yang terletak di jalan raya Pangalengan Jagabaya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung.

Rombongan tiba di pabrik Siki Coffee sekitar pukul 09.00 WIB, setelah beramah tamah dengan pemilik Siki Coffee Asep Tarhono dan para Barista, rombongan berangkat menuju kebun kopi yang terletak di puncak Haruman gunung Puntang Pangalengan Kabupaten Bandung.

Untuk menuju ke kebun kopi di puncak Haruman, rombongan ditemani pemilik Siki Coffee Asep Tarhono dan para Barista harus berjalan melalui jalan setapak yang curam dan berdebu sejauh 1 km, bahkan seorang jurnalis wanita dari media cetak mengalami mual-mual dan kram sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di puncak Haruman, Asep Tarhono menjelaskan kondisi kebun kopi seluas lebih dari 350 hektar yang biji kopinya diolah oleh Siki Coffee sehingga menghasilkan berbagai varian kopi seperti Asia Afrika, Banceuy, Lembong, Lengkong, Ciumbuleuit, Cihampelas, Cisangkuy, Cikapundung, Citarum, dan Cimenteng Luwak Coffee.

“Kita bisa lihat banyak pohon kopi yang kering dan tidak berbuah akibat musim kemarau yang terjadi selama 3 bulan,” kata Asep Tarhono dihadapan para awak media, “Banyak pohon kopi yang tidak terkena air sehingga meranggas,” ujarnya.

Lebih lanjut Asep Tarhono berharap pemerintah lebih memperhatikan petani kopi, “Banyak lahan di Puncak Haruman ini ditanami sayur-sayuran, sehingga apabila hujan dapat mengakibatkan banjir,” ungkapnya, “Selain itu lahan di sini banyak terdapat pohon pinus yang sangat rakus terhadap air, padahal kami ingin pohon Lamtoro atau Petai Cina sebagai pendamping pohon kopi,” tegasnya.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu petani kopi di daerah sini dengan bantuan berupa mesin pulper otomatis untuk mengupas kulit ceri kopi, karena petani di sini sangat membutuhkan mesin pulper,” ungkap Asep Tarhono.

Di akhir paparannya, Asep Tarhono berharap awak media yang mendaki puncak Haruman di gunung Puntang dapat merasakan bagaimana jerih payah petani kopi bertani kopi sehingga dapat tersaji dalam secangkir kopi, “Semoga kita lebih menghargai kopi,” pungkasnya.

Terjadi insiden kecil ketika jurnalis wanita salah satu media cetak dua kali jatuh ketika menuruni Puncak Haruman, dan akhirnya kakinya harus terkilir dan celananya penuh debu.

Sesampainya di pabrik kopi sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan seusai makan siang masih harus menahan keinginannya mencoba kopi buatan Siki Coffee, karena pabrik Siki Coffee terkena giliran mati listrik dari PLN selama setengah jam lebih.

Marketing Communication Manager Hotel de Paviljoen Bandung Malinda Dinangrit ditemui di pabrik Siki Coffee mengatakan, kegiatan Coffee Journey yang diadakan Hotel De Paviljoen Bandung dan Siki Coffee diadakan dalam rangka merayakan hari kopi sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, “Kegiatan ini diadakan untuk memperlihatkan bagaimana proses yang terjadi di pabrik kopi Siki Coffee, dan melihat kegiatan petani kopi di Puncak Haruman gunung Puntang Pangalengan Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Malinda Dinangrit menegaskan, masyarakat sudah mengetahui bagaimana enaknya biji kopi asal Jawa Barat, “Kopi Jawa Barat harus lebih dipromosikan, dan kegiatan ini salah satu cara memperkenalkan kopi dari Jawa Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut Malinda Dinangrit mengungkapkan , saat ini Hotel de Paviljoen Bandung telah menggunakan biji kopi asal Jawa Barat bekerjasama dengan Siki Coffee, “Hotel de Paviljoen Bandung menyediakan berbagai varian kopi seperti, kopi Asia Afrika, Cikapundung, Lengkong Banceuy, dan yang paling favorit adalah kopi Lembong,” ujarnya, “Masyarakat banyak yang datang ke Hotel de Paviljoen untuk menikmati kopi asal Jawa Barat, karena masih banyak kedai kopi yang belum meyediakan kopi dari Jawa Barat.

Mengenai pengalaman dirinya mendaki puncak Haruman gunung Puntang untuk melihat kebun kopi, Malinda Dinangrit mengatakan, dirinya semakin sadar naik bahwa pembuatan kopi sangat panjang dan tidak semudah yang dibayangkan, “Mulai dari memetik biji kopi, melepaskan kulit ceri-nya, menjemur, meroasting, meng-grinder, hingga menjadi secangkir kopi,” pungkasnya.

Rombongan awak media dan tim Hotel de Paviljoen Bandung akhirnya tepat pukul 16.30 WIB pulang menuju Bandung dengan membawa banyak pengalaman dan cerita mengenai kopi, dan akhirnya rombongan tiba di Bandung tepat pukul 18.00 WIB. (BRH)

Comments are closed.