Ada Penghargaan Saini KM dan Konsep Citarum Harum di Peringatan Dies Natalis 50 Tahun ISBI Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Peringatan Dies Natalis 50 tahun Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung akan digelar selama tiga hari, (5-7/10/2018), di Kampus ISBI Bandung dengan tema, “Berbagai Budaya Jawa Barat dan Nusantara dalam Bayangan & Mandala: “ISBI Bandung Keur Tatar Sunda Jeung Nusantara”.

“Tema tersebut menjadi pemicu semangat ISBI Bandung agar terus berkontribusi untuk Tatar Sunda dan Nusantara, dan diharapkan adanya kesadaran dari berbagai pihak yang terkait dan masyarakat umum mengenai pentingnya seni dan budaya Bangsa Indonesia,” kata Rektor ISBI Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., saat Konferensi Pers Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung, Rabu, (3/10/2018), di Kampus ISBI jalan Buah Batu Bandung.

“Berbagai macam rangkaian acara dengan konsep artistik “Citarum Harum”  akan memeriahkan peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung selama tiga hari dan dibuka untuk umum,” ungkap Een Herdiani, “Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung melibatkan seluruh civitas akademika ISBI Bandung seperti tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni,” ujarnya, “ISBI Bandung juga akan mengikutsertakan siswa-siswi SDN 119 Cijagra serta anak-anak Panti Asuhan amanah Bunda,” ungkapnya.

Lebih lanjut Een Herdiani mengatakan, rangkaian acara Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung di hari pertama, (5/10/2018) dimulai dengan ISBIAN GAMES, “Malam harinya akan digelar pertunjukan Wayang Golek dari Putra Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya serta Sule Prikitiw sebagai bintang tamu yang juga alumni ISBI Bandung,” ujarnya.

“Sedangkan di hari kedua, (6/10/2018), Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung akan digelar acara Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dengan Ferdiansyah dari Komisi X DPR RI yang juga perancang Undang-Undang Kebudayaan sebagai pembicara,” ungkap Een Herdiani, “Dilanjutkan peluncuran dua buku yang berjudul “Wacana Pemajuan Kebudayaan” dan “80 Tahun Saini KM: Guru, Humanis, Inspirator”, ujarnya, “Selain itu akan ada acara Parancah Budaya, dan Pemecahan Rekor Permainan Sarung Terbanyak yang melibatkan siswa-siswi sekolah dasar dan anak-anak panti asuhan,” ungkapnya.

“Sebagai bentuk rasa syukur, ISBI Bandung menggelar acara Berbagi Kebahagiaan melalui seni budaya bersama anak-anak panti asuhan, dan Pada malam harinya digelar Seni Budaya Rakyat serta Pemutaran Film karya Mahasiswa dan Dosen dari Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung,” kata Een Herdiani, “Rangkaian acara Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung akan ditutup acara Apresiasi Seni dan Penghargaan untuk 80 tahun Saini KM,” ungkapnya.

Mengenai konsep artistik “Citarum Harum” di Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung, Een Herdiani mengatakan, permasalahan Sungai Citarum saat ini kembali diangkat oleh Pemerintah, “Kami mencoba menyambungkan Citarum dengan Seni dan Budaya, dan kami juga rencananya akan mengundang Komandan Sektor 22 Satgas Citarum,” pungkasnya.

Pendiri Komunitas Hong Mohammad Zaini Alif yang juga Penanggung Jawab Acara dan Artistik mengatakan, Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung akan menampilkan konsep artistik “Citarum Harum”, yang akan mengajak dan memberikan sindiran halus atau sasmita terhadap masyarakat dan generasi sekarang tentang nilai-nilai kearifan lokal, dan bagaimana seharusnya memperlakukan sungai Citarum.

“Instalasi “Citarum Harum di Kampus ISBI akan memamerkan ratusan alat penangkap ikan tradisional atau Bubu dengan jumlah dan skala ukuran yang berbeda-beda,” ungkap Zaini Alif, “Selain Bubu akan dipamerkan alat-alat yang digunakan dan berkaitan dengan sungai seperti Posong, Ayakan, dan Sirip,” ujarnya, “Ukuran Bubu paling besar tingginya mencapai 7 meter, dan akan dipajang ratusan Bubu dengan berbagai ukuran yang lebih kecil,” ungkapnya.

“Alat-alat yang digunakan dan berkaitan dengan sungai seperti Bubu, Posong, Ayakan, dan Sirip sudah kurang dikenal generasi sekarang karena memang sungainya dalam hal ini Sungai Citarum sudah tidak layak lagi untuk dipasang alat-alat tersebut,” tegas Zaini Alif.

“Dengan mengangkat konsep artistik “Citarum Harum”, diharapkan seniman bukan hanya sekedar kontribusi pada penghiburan masyarakat, namun berkontribusi pada pemikiran-pemikiran yang lebih luas, salah satunya berkontribusi pada Sungai Citarum,” kata Zaini Alif.

Di akhir paparannya Zaini Alif mengingatkan agar masyarakat berpartisipasi di acara ISBIAN GAMES, “Nantinya akan ada perlombaan Gotong Goong, Sepeda Halang Rintang, Lari Berbusana Tradisional, dan Angkat Ancak,” pungkasnya.

Ketua Tim Relawan 80 Tahun Saini KM, Hermana HMT mengatakan, Penghargaan 80 tahun Saini KM di Peringatan Dies Natalis 50 tahun ISBI Bandung diadakan karena Saini KM merupakan salah satu sosok yang tidak bisa dilupakan dalam sejarah kemajuan kebudayaan Indonesia.

“Saini KM yang merupakan Budayawan humanis merupakan seorang guru, motivator, dan telah menginspirasi banyak orang dengan menulis naskah drama, puisi, cerita rakyat, novel, juga esai,” ungkap Hermana.

“Di usianya yang menginjak 80 tahun di tahun 2018 ini, sangatlah layak seorang Saini KM mendapat penghormatan, yaitu dengan sebuah penghargaan terhadap dedikasi dan karyanya yang sudah memberi banyak kontribusi bagi pemajuan kebudayaan di tanah air,” tegas Hermana.

Di akhir paparannya, Hermana mengatakan, Saini KM tidak semata melahirkan karya besar, di balik itu Saini KM juga seorang pendidik, “Buah pikirannya banyak menginspirasi, dan lewat tangannya terlahir seniman teater dan sastrawan besar yang sampai saat ini turut menghidupkan khazanah budaya Indonesia,” ungkapnya, “Aura kesederhanaan terpancar dari sosok Saini KM, dan menjadi suri tauladan bagi penggiat seni dan birokrat tempat Saini KM mengabdi,” pungkasnya.

Sebagai penghormatan pada sosok penting Saini KM, telah digelar Bulan 80th Saini KM, meliputi gelar kesenian karya Saini KM dan karya seniman lainnya.

Beberapa kelompok seni dan seniman yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya: Teater Awal Bandung, Lena Guslina, IA ISBI Banten, Magican’s, Japa Ethnic Art (Oga Wilantara), Pantomim (Duo Mime), Jaipongan (Supukaba), Djaleuleu Percussion, Jetreng Jamret  Milenia (Iik Setiawan), Monolog (Nur Rahmat SN-Teater Alit Jakarta), Musik Rusli Keleeng, Rigas Studio (Rosikin), Gondo Art Production, Longser Antar Pulau, Ega Robot Ethnic Percussion (Ega Robot), Datam Dance Company, Padepokan Daeng Udjo, Monolog (Teater Alibi), Baca Puisi (Yesmil Anwar), DMT (Cep Gorbachep), Ferry Curtis, Malire, Acil Bimbo, Jingga Buana, Putri Pamayang, Tisna Sanjaya, Joko Kurnaen, Toonel Bandung, dan Bandoengmooi.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak 24 September 2018 dengan menyuguhkan pertunjukan teater “Ben Go Tun’ karya Saini KM produksi Teater Awal Bandung, Lena Guslina pertunjukan tari “Sisipus” inspirasi puisi karya Saini KM pada 4 Oktober 2018 di Wot Batu Dago dan Lomba Baca Puisi se Provinsi Banten pada 4 Oktober 2018.

Adapun gong kegiatan yang melibatkan sekitar 250 seniman akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2018 di Gedung Sunan Ambu ISBI jalan Buah Batu Bandung, sekaligus pemberian penganugerahan pada Saini KM dari ISBI Bandung dan Ikatan Alumni ISBI Bandung. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.