Lawangwangi Creative Space Dukung Penuh Bandung Short Film Festival 2018

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pemilik Lawangwangi Creative Space yang juga Direktur ArtCSociates Indonesia Dr. Andonowati mendukung penuh kegiatan Bandung Short Film Festival yang digelar selama tiga hari, (4-6/10/2018), di Warung Salse Lawangwangi Creative Space jalan Dago Giri No.99-101 Bandung.

Untuk menjelaskan kegiatan Bandung Short Film Festival, pihak penyelenggara menggelar Press Conference di Ruang Pertemuan Lawangwangi Creative Space, Sabtu, (6/10/2018), turut hadir Penanggung Jawab Bidang Kebudayaan & Komunikasi Institut Francais Indonesia (IFI) Ricky Arnold, Bandung Short Program Director Dimas Jayasrana, dan Juri Bandung Short Film Festival Ifan Ismail.

“Saya mendukung penuh kegiatan Bandung Short Film Festival karena saya suka kompetisi, bahkan rumah saya juga dahulu desainnya dikompetisikan,” kata Pemilik Lawangwangi Creative Space yang juga Direktur ArtCSociates Indonesia Dr. Andonowati di awal paparannya.

Lebih lanjut Andonowati mengatakan, dirinya berharap Bandung Short Film Festival yang digelar untuk pertama kalinya ke depan harus Sustain atau berlanjut terus, bahkan menghasilkan Revenue.

“Saya menekankan Intellectual Property Rights sangat penting bagi penulis skenario atau Script Writter, karena saya mengamati banyak kompetisi bagi penulis skenario film yang kemudian hari idenya dicuri oleh pihak tertentu, dan saya harap Bandung Short Film Festival tidak seperti itu,” tegasnya.

Andonowati berharap ada program Residensi bagi para penulis skenario film, “Saya harap pemenang dari Bandung Short Film Festival ada yang dikirim ke luar negeri dan ikut program Residensi,” ujarnya.

Di akhir paparannya Andonowati mempersilahkan para pelaku film atau sutradara film menggunakan Lawangwangi Creative Space untuk lokasi pembuatan film, “Sudah ada beberapa pihak yang mengambil lokasi di Lawangwangi untuk pembuatan film layar lebar,” pungkasnya.

Bandung Short Program Director Dimas Jayasrana mengungkapkan, dalam edisi perdananya, Bandung Short Film Festival 2018 telah menjaring 339 naskah cerita, dan tim selector akan mensortir naskah cerita yang masuk menjadi 15 finalis terpilih, “Nantinya dari 15 finalis tim juri akan menyeleksi menjadi 8 naskah terbaik, dan satu naskah terbaik akan mendapat hadiah utama yaitu diproduksi menjadi sebuah film,” ungkapnya.

Mengenai film pendek, Dimas Jayasrana mengatakan, terdapat 269 film pendek dari seluruh Indonesia yang ikut berkompetisi dan bersaing di Bandung Short Film Festival 2018, “Tim Selector nantinya akan memilih 10 film pendek terbaik untuk diseleksi oleh para juri, dan para juri akan memilih 3 film terbaik,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Dimas Jayasrana mengakui pihak penyelenggara dan peserta masih gagap dalam kompetisi Short Film dan Script Competition yang digelar Bandung Short Film Festival 2018, “Tetapi pastinya Bandung Short Film Festival 2018 mengkhususukan pada Story Development dan pekerjaaan rumah ke depan adalah perlindungan karya bagi penulis skenario dan pembuat film pendek,” pungkasnya.

Penanggung Jawab Bidang Kebudayaan & Komunikasi Institut Francais Indonesia (IFI) Ricky Arnold yang ikut dalam kepanitiaan Bandung Short Film Festival 2018 mengatakan, Bandung Short Film Festivalmerupakan sebuah festival perayaan cerita dan ide yang diselenggarakan oleh ArtSociates Indonesia.

“Bandung Short Film Festival menyediakan platform untuk penulis dan pembuat film pendek dari Indonesia untuk mengasah kualitas dan memperluas kesempatan untuk terdistribusi dan terhubung dengan industri secara luas,” ungkap Ricky Arnold.

“Bandung Short Film Festival selama tiga hari diisi rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan film pendek,” ungkap Ricky Arnold, “Selain kompetisi film pendek, juga diselenggarakan kontes penulisan naskah film pendek yang pemenangnya mendapat kesempatan mengikuti Script Writing Masterclass, dan berkesempatan naskahnya diproduksi menjadi sebuah film pendek,” ujarnya.

“Bandung Short Film Festival terbuka bagi para pelaku film dan penulis skenario profesional maupun amatir,” kata Ricky Arnold, “Sayangnya peserta dari kota Bandung hanya sedikit, dan lebih banyak peserta dari luar kota,” ungkapnya, “Pemenang film pendek dan penulis skenario di Bandung Short Film Festival 2018 akan mendapatkan total hadiah senilai 100 juta rupiah,” pungkas Ricky Arnold.

Para pelaku film yang terlibat di Bandung Short Film Festival 2018 diantaranya, Sammaria Simanjuntak, Sofyana Ali Bindiar, dan Perdana Kartawiyudha sebagai Juri Script Competition, untuk Script Competition Selector yaitu, Jason Iskandar dan Zacky Aulia.

Sedangkan Juri Short Film di Bandung Short Film Festival 2018 yaitu, Gorivana Ageza, Dien Fakhri Iqbal Marpaung, dan Ifan Ismail, untuk Short Film Competition Selector yaitu Gayatri Nadya dan Muhammad Rasyid Baihaqi.

Bandung Short Programmer yang terlibat di Bandung Short Film Festival diantaranya, Dimas Jayasrana (Bandung Short Program Director), Yustinus Kristianto (Bandung Short Programmer), dan Lintang Aulia (Bandung Short Programmer).

Untuk pengisi acara diskusi dan seminar di Bandung Short Film Festival 2018 diantaranya, Dewananda Wardhana (Bali Pustaka), Christina Udiana (Kepustakaan Populer Gramedia/KPG), Risa Saraswati (penulis Danur), Lele Laila, Adhyatmika (Viddsee), Vivian Idris (Akatara Bekraf), untuk moderator yang terlibat diantaranya, Adrian Jonathan Pasaribu, Abdalah Gifar, dan Albertus Wida.

Berikut 10 Film pendek terbaik pilihan tim juri Bandung Short Film Festival 2018:

Sepatu Septu (Sutradara: Wiwid Septiyardi-Sebelas Sinema Pictures), Kasarean (Adlino Dananjaya-Weekend Film), Kawula Tua (Kairun Najim-FFTV-IKJ), Kertas Merah (Revin Palung-FFTV-IKJ), HitLove (Ibnu Rusd Larantuka-1/2 Rantau Production), For The Sun (Iqbal Ariefurahmman-Cinema Komunikasi UMY), Garwo (Muhamad Bagas Satrio-JFA-Aranck Projects), Amak (Ella Angel-Relarugi Foundation Film), Sudi Mampir (Sandi pangestu-FFTV-IKJ), Pungkasaning Pangarep (Anjas Mulia-FFTV-IKJ).

(Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.