The Papandayan Jazz Fest 2018 Ditutup Penampilan Isyana Sarasvati

ARCOM.CO.ID ,Bandung. The Papandayan Jazz Fest 2018 yang berlangsung selama tiga hari, (4-6/10/2018), di Hotel The Papandayan Bandung akhirnya berakhir, dan penyanyi Isyana Sarasvati didaulat untuk menjadi bintang penutup acara Jazz tahunan yang telah memasuki tahun ke-4.

Isyana Sarasvati di hari ketiga The Papandayan Jazz Fest 2018, Sabtu, (6/10/2018), tampil cukup memukau para penonton berbagai usia yang memenuhi Suagi Ballroom The Papandayan Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

Isyana Sarasvati yang tampil dengan busana bernuansa hitam dan rok di atas lutut tampil percaya diri dan sesekali berinteraksi dengan penonton, Isyana yang tampil sekitar satu jam membawakan lagu-lagu andalannya seperti, “Echo”, “MAD”, “Keep Being You”, Kau Adalah”, “Winter Song”, dan “Tetap Dalam Jiwa”, “Terpesona”, dan “Sekali Lagi”.

Menjelang lagu terakhir, para penonton dibuat heboh ketika Isyana ikut bermain drum di sesi solo drum yang dilakukan drummer pengiring Isyana, seusai bemain drum, Isyana langsung memamerkan keahliannya bermain piano, dan akhirnya menutup penampilannya sekitar pukul 11 malam.

Di hari terakhir The Papandayan Jazz Fest 2018, dimeriahkan 8 musisi lintas genre berbakat, seperti diketahui dihari pertama dan kedua, festival Jazz tahunan ini menorehkan kesuksesan yang luar biasa.

Venue Tropical Garden di hari terakhir The Papandayan Jazz Fest 2018 menjadi panggung pertama yang menampilkan  Curly & Me dengan genre folk, band ini cukup sukses menarik perhatian para penonton yang datang, lagu yang mereka bawakan serta gaya bermusik mereka seakan membawa penonton kembali ke tahun 50-an.

Seusai penampilan Curly & Me, Dhira Bongs juga tampil di Tropical Garden dengan membawakan lagu berjudul “Ice Cream” yang sangat menyenangkan untuk didengar, dilanjutkan penampilan Ary Juliyant yang membawakan lagu “Kopi Mulai Dingin” sembari meneguk kopi.

Mirten Lounge sebagai venue kedua di hari terakhir The Papandayan Jazz Fest 2018 menghadirkan Agis Kania yang membawakan lagu-lagu original dari albumnya, lagu-lagu bergenre ‘Black’ yang dibawakan Agis mampu menghipnotis para penonton yang menyaksikan penampilannya.

Sri Hanuraga Trio yang juga tampil di Mirten Lounge sukses membawakan musik yang terinspirasi dari pulau Kalimantan, sedangkan musisi jazz asal Bali, Yuri Mahatma tampil di TP Stage.

Sekitar pukul 8 malam sebelum penampilan Isyana Sarasvati, Suagi Ballroom sudah dipenuhi para penonton yang ingin menyaksikan penampilan Elfa’s Singers sekaligus melihat prosesi Closing Ceremony The Papandayan Jazz Fest, penampilan Elfa’s Singers cukup mengagumkan, dan di lagu terakhir yang berjudul “Pesta”, para penonton ikut menyanyi sambil bergoyang bersama

Acara Closing Ceremony The Papandayan Jazz Fest dibuka dengan sambutan dari General Manager The Papandayan Bobby Renaldi, dan Kurator The Papandayan Jazz Fest Vence Manuhutu serta Hari Pocang selaku kurator TP Jazz, dilanjutkan pemberian penghargaan kepada musisi jazz Indonesia legendaris Yongki. (BRH / RLS)

Comments are closed.