Calon Rektor Unpad Diduga Keras Lakukan KDRT dan Perselingkuhan

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Koordinator Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran yang juga mantan Ketua Dewan Mahasiswa Unpad 77-78 Dindin S. Maolani, SH menegaskan, terkait seleksi dan rekruitmen Rektor Unpad, diduga keras salah satu kandidat Rektor Unpad melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan melakukan perselingkuhan.

Hal ini ditegaskan Dindin S. Maolani saat Konferensi Pers Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran, Jumat, (12/10/2018), di Sekretariat Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran jalan Cimandiri Bandung, turut hadir Sekretaris Eksekutif MWA Unpad Prof. Dr. Erri Megantara, M.S.

“Mencermati proses, mekanisme, dinamika seleksi dan rekruitmen Rektor Unpad periode 2019-2024, Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran memandang perlu menyampaikan pokok pemikiran sebagai sikap untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan oleh Majelis Wali Amanat Unpad,” kata Dindin S. Maolani di awal paparannya.

Lebih lanjut Dindin S. Maolani mengungkapkan, dalam perjalanan penjaringan Calon Rektor Unpad, pihaknya dikejutkan adanya masukan secara pribadi dari lingkungan Unpad maupun media sosial tentang adanya Calon Rektor Unpad dalam hal ini Prof. Dr. Obsatar Sinaga yang diduga keras telah melakukan tindakan KDRT kategori cukup berat.

Dindin S. Maolani menegaskan, korban KDRT yang bernama Erna telah menyampaikan data dan bukti awal KDRT kepada Majelis Wali Amanat (MWA), “Namun sangat disayangkan MWA sebelum memutuskan terpilihnya tiga orang calon Rektor Unpad, tidak melakukan klarifikasi dan investigasi atas surat dan bukti awal tersebut, dan korban yang bernama Erna tidak pernah didengar keterangannya  dan diklarifikasi,” tegasnya.

“Sudah selayaknya Majelis Wali Amanat di dalam menjalankan tugasnya bertindak transparan, objektif, tidak memihak, teliti, dan bertanggungjawab agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari atau kegaduhan ,” kata Dindin S. Maolani, “MWA harus berani mengadakan penjaringan ulang Rektor Unpad agar nantinya tidak membebani pengambil kebijakan di pusat dengan terlebih dahulu membentuk Tim Investigasi Independen,” ujarnya.

“Sudah selayaknya figur Rektor Unpad terpilih sudah teruji dan terbukti memiliki integritas moral yang baik, di samping memiliki kemampuan ilmu dan manajerial kepemimpinan dalam pengelolaan dunia pendidikan, dan Perguruan Tinggi, serta harus bisa dijadikan sumber keteladanan dalam aspek sosial,” tegas Dindin S. Maolani.

Dindin S. Maolani di akhir paparannya mengatakan, terkait aturan, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada Majelis Wali Amanat (MWA), “Karena siapapun Rektor Unpad terpilih, akan membawa nama besar dan nama baik Universitas Padjadjaran,” pungkasnya.

Cucu Pendiri dan Perintis Unpad Roedy Wiranatakusumah menambahkan, sebagai keturunan pendiri Universitas Padjadjaran RAA Wiranatakusumah yang juga memberikan wakaf tanah kepada Unpad, dirinya menginginkan marwah Unpad harus tetap dijaga, “Seorang pemimpin itu harus teruji dan terpimpin,” ujarnya singkat.

Sekretaris Eksekutif Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Erri Megantara dalam pernyataan singkatnya mengatakan, pernyataan sikap Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran akan dilaporkan kepada Ketua MWA, “Laporan ini merupakan amunisi bagi MWA, dan secepatnya akan kami laporkan kepada Ketua MWA,” pungkasnya.

Berikut daftar nama penandatangan Petisi Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran:

  1. Dindin S. Maolani (Ketua Dewan Mahasiswa Unpad 77-78)
  2. Memet H. Hamdan (Aktivis 66/Pembina Bammus Sunda Jabar)
  3. Dharmawan Hardjakusumah (Alumni Unpad/Kel. Pendiri Fikom Unpad)
  4. Sam Hardjakusumah (Kel. Pendiri Fikom Unpad)
  5. Rully Alfiandy (Alumni Unpad)
  6. Henda S. Atmadja (Aktivis 80-an)
  7. Iwan Ridwan Sulandjana (Cucu Gubernur Jabar 1956 dan Pendiri Unpad Ipik Gandamana)
  8. Sam Koesoma Soemantri (Cucu Rektor Unpad Pertama dan Ketua Bammus Sunda 1956 Iwa Koesoema)
  9. Roedy Wiranatakusumah (Cucu Pendiri dan Perintis Unpad RAA Wiranatakusumah)
  10. Avi taufik Hidayah (Alumni Unpad /Ketua Forum Ki Sunda)
  11. Syefrin (Aktivis 80-an)
  12. Radhar Tribaskoro (Alumni FE Unpad)
  13. Paskah Irianto (Alumni Unpad/PBHI Jabar)
  14. Dadan Dania (GPII/Komunitas Statsiun Utara)
  15. Adjie Esha (Seniman Senior Jawa Barat)
  16. Rita Rossie (Aktivis Perempuan)
  17. Irwanuddin Muchtar (Aktivis Pendidikan Kota Bandung)
  18. Tri Andayani (Aktivis Perempuan, Anak, dan Kaum Disabilitas)
  19. Andri P. Kantaprawira (Pupuhu Gerakan Pilihan Sunda 1954 Rd Erna Bratakusumah)
  20. Pepen S. Padmawilaga (Aktivis 77-78)
  21. Lucky Lukmanul Hakim (Alumni FE Unpad)
  22. Wahidin Abd Rauf (Ketua Paguyuban Dermayon/Indramayu)
  23. Harri Safiari (Aktivis 80-an)

(BRH)

Comments are closed.