Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak PT Guna Mitra Prima Banjaran

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menegaskan, Sektor 21 Satgas Citarum akan mengambil tindakan tegas terhadap PT Guna Mitra Prima (GMP) apabila dalam waktu 7 hari tidak membenahi saluran pembuangan limbahnya dan masih membuang limbah cair kotor ke Sungai Cisangkuy.

Hal ini ditegaskan Yusep Sudrajat dihadapan Manager Dyeing PT Guna Mitra Prima (GMP) Selamat Hadiwijaya saat melakukan sidak di kawasan PT KTSM (Kukuh Tangguh Sandang Mills), Senin, (15/10/2018), di Jalan Raya Banjaran Desa Bojongmanggu Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung.

“Kedatangan saya ke sini karena mendapat laporan bahwa PT GMP pada hari Sabtu, (13/10/2018), diduga membuang limbah cair berwarna hitam pekat ke sungai Cisangkuy,” kata Yusep Sudrajat dihadapan perwakilan PT GMP.

Lebih lanjut Yusep Sudrajat menegaskan, pihaknya memberi kesempatan selama 7 hari kepada PT GMP untuk memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), “Saya minta pihak PT GMP merubah saluran pembuangan air limbahnya ke atas sungai dan jangan dipasang di bawah sungai,” ujarnya, “Saya akan ambil tindakan tegas apabila PT GMP masih membuang limbah kotor ke sungai Cisangkuy, dan saya akan kembali 7 hari lagi untuk mengecek,” tegasnya.

Manager Dyeing PT Guna Mitra Prima (GMP) Selamat Hadiwijaya mengungkapkan PT GMP yang berlokasi di Banjaran  Kabupaten Bandung merupakan anak cabang dari PT GMP yang beralamat di Jalan Joyodikromo Cimahi Selatan, “Kami sudah beroperasi di PT KTSM selama 2 tahun, dan core bisnis kami adalah pencelupan kain Polyester,” ungkapnya.

Selamat Hadiwijaya mengklaim pihaknya membuang limbah ke sungai Cisangkuy dalam keadaaan berwarna putih mendekati bening, “Saya baru tahu bila air limbah yang keluar dari PT GMP berwarna hitam, mungkin saja ada kebocoran tetapi pasti akan kami perbaiki,” ujarnya.

Selamat Hadiwijaya mengungkapkan PT GMP yang memperkerjakan 600 karyawan memiliki 12 mesin pencelupan kain, namun hanya 7 mesin yang digunakan, “Yang pasti kami tidak menyembunyikan apa-apa dalam pengolahan limbah, dan kami juga miris melihat sungai Cisangkuy yang biasa dipakai berenang anak-anak tercemar limbah,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, PT Guna Mitra Prima (GMP) diwakili Manager Dyeing PT Guna Mitra Prima (GMP) Selamat Hadiwijaya membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain akan melakukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai baku mutu, dan apabila dalam waktu 7 hari tidak melakukan perbaikan, saluran  buangan limbah PT GMP bersedia ditutup. (BRH)

Comments are closed.