Sektor 21 Satgas Citarum Temukan Genangan Limbah Mencurigakan di PT Graha Surya Angkasa

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Sektor 21 Satgas Citarum Harum setelah menyusuri PT Graha Surya Angkasa (GSA), Senin, (15/10/2018), di Jalan Desa Tarajusari KM 0,5 Banjaran Kabupaten Bandung menemukan genangan limbah mencurigakan berwarna hitam pekat di sisi tembok bangunan PT Graha Surya Angkasa dan diduga mengalir ke sungai Cisangkuy.

Hal ini terungkap saat sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Sektor 21 Satgas Citarum Harum ke PT Graha Surya Angkasa (GSA) di kawasan Banjaran Kabupaten Bandung, turut hadir Direktur PT Graha Surya Angkasa (GSA) Aang Sudharta.

“Saya harap pihak PT Graha Surya Angkasa (GSA) dapat menjelaskan mengapa ada genangan air berwarna hitam pekat di pinggir tembok pabrik selain air limbah yang ada di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT GSA,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Genangan limbah tersebut harus dijelaskan agar tidak timbul kecurigaan,” tegasnya.

“Selain itu saya minta pihak PT Graha Surya Angkasa (GSA) membuat bak ikan berisi ikan koi atau ikan mas sebagai bukti hasil pengolahan limbah cair pabrik ini tidak berbahaya bagi ekosistem,” kata Yusep Sudrajat, “Jangan ikan mujaer atau lele, karena kedua ikan tersebut kuat bertahan hidup di air kotor,” ungkapnya.

“Yang pasti kedatangan saya bersama Sektor 21 Satgas Citarum Harum ke PT GSA sesuai amanat Perpres No.15 Tahun 2018 yang isinya antara lain, TNI bertanggungjawab dalam pengendalian dan penataan ekosistem  di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” pungkasnya.

Direktur PT Graha Surya Angkasa (GSA) Aang Sudharta mengungkapkan, genangan limbah berwarna hitam pekat di sisi tembok bangunan PT Graha Surya Angkasa adalah air buangan limbah pasar di kawasan Banjaran, “Air limbah dari pasar tersebut melewati pabrik kami,” ujarnya.

Namun pihak Sektor 21 Satgas Citarum Harum tidak percaya begitu saja penjelasan dari PT Graha Surya Angkasa (GSA), dan dalam waktu 7 hari Sektor 21 Satgas Citarum Harum akan kembali mengecek ke pabrik ini, serta melihat apakah genangan limbah yang mencurigakan terebut masih  menggenang dan dialirkan ke sungai Cisangkuy.

Di akhir pertemuan, PT Graha Surya Angkasa (GSA) diwakili Direktur Aang Sudharta membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain akan melakukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai baku mutu, dan apabila dalam waktu 7 hari tidak melakukan perbaikan, saluran  buangan limbah PT Graha Surya Angkasa (GSA) bersedia ditutup. (BRH)

Comments are closed.