Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat Sidak PT Kahatex Cijerah

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Sektor 21 Satgas Citarum Harum akhirnya melakukan sidak ke PT Kahatex di kawasan Cijerah Cigondewah Girang.

Kedatangan Dansektor 21 Satgas Citarum beserta rombongan ke PT Kahatex diterima secara langsung oleh Manager Umum PT Kahatex Ucu Suryana dan Herry Haryanto, serta Penanggung Jawab IPAL PT Kahatex Dadang, sedangkan pemilik dan Direksi PT Kahatex tidak ada di tempat.

“Saya mengira PT Kahatex di Cijerah ini masuk kota Bandung, ternyata masuk Cimahi yang merupakan wilayah saya,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Setelah hampir enam bulan program Citarum Harum berjalan, saya baru masuk ke pabrik ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusep Sudrajat menegaskan, kedatangan Satgas Citarum Harum ke PT Kahatex berdasarkan pengaduan masyarakat yang mengatakan Sungai Cikendal kotor, “Akhirnya saya harus mengecek langsung PT Kahatex,” tegasnya.

“Kedatangan kami ke PT Kahatex sesuai amanat Perpres No.15 Tahun 2018 yang isinya antara lain, TNI bertanggungjawab dalam pengendalian dan penataan ekosistem  di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” kata Yusep Sudrajat, “TNI terjun langsung mengurus sungai Citarum dikarenakan situasinya darurat,” tegasnya.

Seusai menjelaskan tujuan sidak, Yusep Sudrajat beserta rombongan langsung meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kahatex, yang berada di belakang pabrik.

Saat tanya jawab dengan para awak media, Yusep Sudrajat mengungkapkan, hasil akhir air limbah PT Kahatex masih belum jernih, “Sedikit lagi bisa jernih, karena bila tidak, akan ada endapan B3 yang mengendap di dasar Sungai Citarum,” ujarnya, “Saya harap PT Kahatex meningkatkan kejernihan hasil akhir air limbah,” ujarnya.

“Bayangkan saja sebanyak 3.000 pabrik setiap harinya membuang limbah B3 ke sungai Citarum sebanyak 460.000 ton,” kata Yusep Sudrajat, “Itulah sebabnya Presiden RI memerintahkan TNI menyelesaikan urusan Sungai Citarum,” tegasnya.

Penanggung Jawab IPAL PT Kahatex Dadang menjelaskan, PT Kahatex menghasilkan air limbah setiap harinya sebanyak 2.500 m2, “Namun air limbah yang dihasilkan akan di-Recycle untuk kebutuhan pabrik, dan sisanya baru dibuang ke sungai,” ungkapnya, “Yang pasti kami telah memiliki Ijin Pembuangan Limbah Cair ,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, PT Kahatex diwakili Manager Umum Ucu Suryana dan Herry Haryanto membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain, pihak Perusahaan sangat mendukung Program Citarum Harum, dan Perusahaan tidak akan membuang air limbah yang kotor/tidak sesuai dengan baku mutu ke aliran sungai, dan apabila membuang, maka saluran pembuangan limbahnya bersedia ditutup selamanya. (BRH)

Comments are closed.