Sungai Cisangkuy Tercemar Limbah, Satgas Citarum Telusuri Sumber Pencemaran

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Sungai Cisangkuy yang merupakan anak Sungai Citarum saat ini kondisinya tercemar limbah, sungai di wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung ini selama musim kemarau terlihat menghitam karena tercemar zat-zat kimia yang diduga dibuang oleh pabrik tekstil.

Untuk mengetahui darimana sumber pencemaran Sungai Cisangkuy, jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-7 dipimpin Dansubsektor 21-7 menelusuri Sungai Cisangkuy Kamis (18/10/2018), di sekitar kawasan Banjaran.

Penelusuran jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-7 dimulai dari Cipaku Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran, dan setelah dilihat dari jembatan Cipaku tampak air sungai di Situ Citalugtug terlihat normal.

“Sungai di waktu-waktu tertentu berwarna hitam, “kata tokoh masyarakat Banjaran yang bernama Bambang Arifin , seperti diketahui, jika air di Leuwi mengalir cukup deras akan menimbulkan pusaran di tikungan sungai, dan tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi lubang siluman limbah telah beberapa kali dilakukan pemeriksaan dan dibongkar oleh Satgas Citarum dan warga setempat.

“Sungai Cisangkuy dahulu merupakan tumpuan warga untuk mencari nafkah dengan cara menambang pasir,” ungkap Bambang Arifin, “Namun usaha warga tersebut mulai berkurang bahkan terhenti sejak beroperasinya pabrik di sekitar pemukiman,” tegasnya, “Bahkan semenjak pabrik mengeluarkan limbah, warga sudah mulai mengurangi aktifitas di sekitar sungai,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang Arifin mengatakan, dirinya dan masyarakat setempat sering melihat limbah berwarna melintas di sungai Cisangkuy, “Kadang-kadang limbah berwarna merah dan berwarna hitam,” ungkapnya, “Oleh karena itu kami mewakili masyarakat setempat mengucapkan banyak terima kasih dan mendukung TNI yang turun ke lapangan,” ujarnya, “Bukannya kami tidak percaya kepada instansi lain, tetapi kami sudah pernah melaporkan pecemaran sungai ini namun tidak pernah ada penyelesaiannya,” tegasnya.

Bambang Arifin mengatakan, dirinya bersama masyarakat siap membantu TNI membongkar titik-titik yang dicurigai sebagai lubang siluman limbah, “Namun sebagai putra daerah saya mengetahui persis bahwa lubang siluman limbah itu tidak ada,” ungkapnya, “Menurut saya yang menghitamkan Sungai Cisangkuy adalah tumpukan zat kimia di dasar sungai, dan warna hitam berasal dari endapan atau reaksi kimia yang tercampur di air, jadi bukan dari lubang siluman,” pungkasnya.

Dansubsektor 21-7 mengatakan, Satgas Citarum Subsektor 21-7 pihaknya tidak akan berhenti mencari sumber pencemaran sungai Cisangkuy, “Tolak ukur kita dari jembataan Waas, karena jika dari Cipaku,Tarajusari ini hitam, dipastikan ke Cisangkuy juga akan berwarna hitam,” ungkapnya.

Seusai Satgas Citarum Subsektor 21-7 memantau kondisi air sungai di jembatan Cipaku, dilanjutkan  memeriksa aliran sungai di Jembatan Waas, terlihat air sungai di wilayah ini sekitar pukul 15.00 WIB mulai berwarna hitam., kemudian Satgas Citarum Subsektor 21-7 kembali menyusuri sungai mulai dari TPU Sirnaraga Cipaku hingga Jembatan Waas, dan dari hasil penelusuran selain endapan, aliran air berwarna gelap diduga muncul dari rembesan dalam tanah di tepi sungai.

Kondisi sungai Cisangkuy yang berwarna hitam bisa saja diminimalisir dengan cara pengerukan dasar sungai menggunakan alat berat, namun keputusan tetap berada di tangan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melaksanakan sidak ke beberapa pabrik yang berpotensi membuang limbahnya ke anak Sungai Citarum yang melewati Sungai Cibabakan maupun Sungai Citalugtug, dan di antaranya yang kedapatan membuang limbah berwarna adalah PT Adetex, dan akhirnya lubang pembuangan limbah PT Adetex dilokalisir oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21. (BRH / ST)

Comments are closed.